Diva Nadiah
UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Determinasi Asupan MBG dan Aktivitas Fisik terhadap Optimisasi Fungsi Kognitif Anak Muhamad A'tho; Diva Nadiah; Ma'mun Hanif
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi langkah strategis untuk mewujudkan visi Menuju Generasi Emas MBG 2045. Salah satu aspek penting dalam usaha tersebut ialah penguatan fungsi kognitif anak sebagai dasar pembentukan kecerdasan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. Perkembangan fungsi kognitif anak tidak hanya dipengaruhi faktor biologis tetapi juga oleh asupan gizi seimbang serta aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur. Asupan gizi mendukung pembentukan jaringan saraf dan peningkatan kemampuan otak sedangkan aktivitas fisik membantu kelancaran aliran darah dan oksigen menuju otak sehingga proses belajar dan konsentrasi anak semakin baik. Hubungan ketiga aspek tersebut selaras dengan konsep Tri Pusat Pendidikan yaitu keluarga sekolah dan masyarakat yang bekerja secara terpadu untuk membangun fondasi kuat agar anak berkembang optimal dan siap menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045.
Kesetaraan Gender dan Modal Sosial dalam Dunia Pendidikan Diva Nadiah; Nur Khasanah
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep kesetaraan gender dan modal sosial saling berhubungan secara mendalam dan memiliki dampak signifikan dalam bidang pendidikan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara kesetaraan gender dan penguatan modal sosial di sekolah. Metode yang digunakan adalah sosiologis, yang meliputi analisis mengenai peranan norma, nilai, serta jaringan sosial dalam lingkungan pendidikan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa sekolah dengan partisipasi gender yang seimbang cenderung menunjukkan modal sosial yang lebih kokoh. Hal ini tercermin dari peningkatan kolaborasi, kepercayaan, dan sikap saling menghormati antara siswa serta guru. Di sisi lain, perbedaan dalam partisipasi gender bisa menyebabkan segregasi sosial dan membatasi interaksi yang bersifat inklusif. Keadaan ini dapat menjadi penghalang bagi terbentuknya atmosfer belajar yang harmonis. Oleh karena itu, implementasi kebijakan pendidikan dengan perspektif gender menjadi langkah yang krusial. Kesetaraan gender tidak hanya berhubungan dengan akses yang seimbang, tetapi juga dengan pengembangan hubungan sosial yang inklusif, memperkuat kepercayaan, dan mendorong kerja sama berkelanjutan demi kemajuan pendidikan.