Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Literatur Review : Penerapan Etika Guru Dalam Perkembangan Budaya Sekolah Di Era Digital Yasmin Anikoh; Galang Eka Radito; Miftakhul Hawaji; Nur Khasanah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6646

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam perilaku dan etika profesi guru di era modern. Guru dituntut untuk mampu mengintegrasikan aspek teknologi secara profesional sekaligus menjaga nilai-nilai etika dalam berinteraksi di ruang virtual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran etika profesi guru dalam membentuk budaya sekolah yang positif di tengah perkembangan budaya digital, serta menganalisis strategi dan tantangan yang dihadapi. Pendekatan yang digunakan adalah kajian literatur terhadap berbagai studi terkait etika digital, budaya sekolah, dan profesionalisme guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika profesi guru dalam penggunaan teknologi digital sangat penting untuk menjaga integritas, moralitas, dan profesionalisme, sekaligus membangun budaya sekolah yang etis dan adaptif. Diperlukan langkah strategis seperti penguatan literasi digital berbasis etika, revitalisasi kode etik, dan kolaborasi lintas pihak guna meningkatkan kompetensi dan kesadaran etika guru. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan dalam upaya mewujudkan lingkungan belajar yang profesional, berkarakter, dan bermoral di era digital. 
Kesetaraan Gender dan Modal Sosial dalam Dunia Pendidikan Diva Nadiah; Nur Khasanah
Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 4 (2026): Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam (Januari)
Publisher : Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep kesetaraan gender dan modal sosial saling berhubungan secara mendalam dan memiliki dampak signifikan dalam bidang pendidikan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara kesetaraan gender dan penguatan modal sosial di sekolah. Metode yang digunakan adalah sosiologis, yang meliputi analisis mengenai peranan norma, nilai, serta jaringan sosial dalam lingkungan pendidikan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa sekolah dengan partisipasi gender yang seimbang cenderung menunjukkan modal sosial yang lebih kokoh. Hal ini tercermin dari peningkatan kolaborasi, kepercayaan, dan sikap saling menghormati antara siswa serta guru. Di sisi lain, perbedaan dalam partisipasi gender bisa menyebabkan segregasi sosial dan membatasi interaksi yang bersifat inklusif. Keadaan ini dapat menjadi penghalang bagi terbentuknya atmosfer belajar yang harmonis. Oleh karena itu, implementasi kebijakan pendidikan dengan perspektif gender menjadi langkah yang krusial. Kesetaraan gender tidak hanya berhubungan dengan akses yang seimbang, tetapi juga dengan pengembangan hubungan sosial yang inklusif, memperkuat kepercayaan, dan mendorong kerja sama berkelanjutan demi kemajuan pendidikan.
GURU MILENIAL DAN PERUBAHAN POLA INTERAKSI SOSIAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH Vidyanandita Santikirana; Nur Khasanah
Insan Cendekia: Jurnal Studi Islam, Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Sosial Islamic Al-Markazi Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67528/ic.v4i3.75

Abstract

Guru-guru milenial hadir di sekolah dan membawa perubahan besar dalam cara orang berinteraksi sosial. Mereka berperan sebagai penggerak perubahan yang mendorong komunikasi yang lebih setara, kolaboratif, dan menggunakan teknologi. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, melibatkan 12 guru milenial di MTs At-Taqwa Kota Pemalang melalui wawancara dan pengamatan. Hasil menunjukkan bahwa guru milenial memiliki kemampuan adaptif terhadap teknologi, terbuka terhadap inovasi, dan menghargai kebebasan berekspresi serta kerja sama. Penggunaan media digital seperti Google Classroom dan WhatsApp membantu memperkuat komunikasi dua arah antara guru, siswa, dan rekan kerja. Namun, ada tantangan karena perbedaan generasi dengan guru senior, terutama dalam hal profesionalisme dan penggunaan teknologi. Untuk mengatasi ini, diperlukan kerja sama antar generasi, pelatihan yang melibatkan berbagai usia, serta kebijakan sekolah yang inklusif agar menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis, modern, dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dalam pendidikan.
GURU SEBAGAI AGEN SOSIALISASI NILAI SOSIAL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENDIDIKAN: Kenaya Haniatur Rizqi; Nur Khasanah
Insan Cendekia: Jurnal Studi Islam, Sosial dan Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Sosial Islamic Al-Markazi Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67528/ic.v4i3.76

Abstract

Social values play an important rolein shaping students' personalities at school. Teachers have a strategic roleas role models, not only transferring subject matter, but alsoguiding students in developing attitudes, behaviors, and ways of interactingwith others. However, the process of internalizing these valuesis not always easy, especially in creating attitudes of discipline, responsibility,empathy, honesty, and tolerance amid the diversity of students' abilities and characters. To find out more about this, this study uses adescriptive qualitative approach that focuses on the role of teachers as agents ofsocial values from the perspective of educational sociology. The research was conducted at SMPNegeri 2 Kota Batang, involving three teachers from two classes, namely gradesVII and VIII, who were selected using purposive sampling. The main datawas obtained through classroom observation using structured observation guidelines, covering aspects of value delivery, learning strategies, andstudent social interaction. The data were analyzed using a descriptive qualitative methodwith the steps of data reduction, data presentation, and conclusion drawing.The results showed that teachers were active in shaping students' social characterthrough various strategies such as exemplary behavior, habituation, and the application ofvalues in everyday life at school.