Nabila Ramadhani
Universitas Negeri Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fomo Di Era Digital : Analisis Deskriptif Penggunaan Media Sosial Dan Akhlak Mahasiswa PAI Hanina Najma Adzkia; Nabila Ramadhani; Aflahul Anam El Khatami; Muhammad Chepy Revy; Muhammad Fakhri Hibatillah
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong perubahan pola komunikasi mahasiswa dan memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO) akibat penggunaan media sosial yang intensif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan antara tingkat FOMO, penggunaan media sosial, dan akhlak mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) FISH UNJ. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan kuesioner yang disebarkan kepada 75 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori FOMO sedang hingga tinggi, ditandai oleh kecemasan ketika tidak mengakses media sosial, dorongan mengikuti tren, dan kecenderungan membandingkan diri. Kondisi ini berdampak pada melemahnya disiplin belajar, pengelolaan waktu yang kurang baik, serta rendahnya kontrol diri terhadap etika bermedia sesuai nilai Islam. Namun, media sosial juga memberikan manfaat seperti akses informasi keislaman dan dukungan pembelajaran. Temuan ini menegaskan perlunya literasi digital Islami agar mahasiswa mampu memanfaatkan media sosial secara seimbang dan tetap berakhlak.
Etika Gaya Hidup Remaja SMA: Relevansi Fiqih Pakaian dan Aurat di Era Digital Awaliyah Azzahrah Ridwan; Nabila Ramadhani; Sofia Zaeti Nur Siregar; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana etika Fiqih pakaian perlu diinterpretasikan untuk menghadapi tantangan gaya hidup generasi muda khususnya anak SMA. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis kontekstual-kritis. Dalam konteks ini, konsep tradisional Libas Syuhrah yang mengacu pada pakaian mencolok yang telah mengalami perubahan menjadi narsisme digital. Fiqih klasik melarang Syuhrah karena dianggap memiliki Ghuluw dan Isrāf, dengan tujuan untuk menjaga Maqāṣid Al-Syarī‘ah. Tetapi, di era digital, Syuhrah sudah berubah menjadi sarana flexing untuk mendapatkan pengakuan di media sosial. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa fungsi pakaian telah berubah dari alat ketaatan menjadi alat performatif yang terdapat Tabarruj secara digital, menyebabkan ketidakselarasan dalam praktik busana muslimah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa relevansi Fiqih pakaian terletak pada kemampuannya menjadi kompas etika yang berfokus pada pengendalian niat narsistik. Implikasi utama dari penelitian ini adalah kebutuhan untuk memperkuat dua pilar akhlak, yaitu Iffah (menjaga diri) dan Haya (malu), sebagai pertahanan internal bagi remaja
Reaktualisasi Pemikiran Ulama Nusantara dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan Islam Era Digital Nabila Ramadhani; Puja Maharani; Hana Kamilah; Abdul Fadhil
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era digital telah mengubah secara mendasar pendidikan Islam, terutama dalam metode pembelajaran dan pembentukan pola pikir peserta didik. Dalam konteks ini, pemikiran ulama Nusantara seperti Syekh Nawawi al-Bantani dan KH. Hasyim Asy‘ari menjadi penting untuk diaktualisasikan karena memuat nilai etika, spiritualitas, moderasi, serta keseimbangan antara ilmu dan amal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam karya ulama Nusantara, menilai relevansinya terhadap tantangan digital, dan merumuskan strategi penerapannya dalam pendidikan modern. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan historis-filosofis dan normatif-pedagogis. Temuan menunjukkan bahwa nilai adab, integritas dalam menuntut ilmu, kehati-hatian dalam memverifikasi informasi, dan moderasi beragama sangat relevan dalam menghadapi arus informasi digital. Implementasinya meliputi penguatan etika digital, pengembangan kurikulum adaptif, inovasi pembelajaran berbasis teknologi, dan penguatan moderasi di ruang digital.