Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam : Tinjauan Konseptual, Implementatif, dan Strategis di Kabupaten Kutai Kartanegara Rahmadi Wirantanus
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) disusun sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru sesuai dengan standar kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), urgensi implementasi PPG menjadi semakin signifikan mengingat peran guru PAI tidak hanya sebagai transmitor pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai agen pembentukan karakter, moral, dan spiritual peserta didik. Artikel konseptual ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan metode deskriptif-analitis dan integratif, yang mengkaji secara komprehensif sumber-sumber normatif Islam, teori pendidikan kontemporer, serta kerangka kebijakan pendidikan nasional. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa PPG menempati tiga posisi strategis utama, yaitu : (1) sebagai mekanisme sistemik dalam penguatan kapasitas dan profesionalitas guru PAI; (2) sebagai medium transformasi sosial dan spiritual dalam menghadapi dinamika digitalisasi pendidikan; dan (3) sebagai ruang akademik yang potensial bagi pengembangan riset doktoral guna memperkaya konstruksi teori pendidikan Islam kontemporer. Studi kasus di Kutai Kartanegara menegaskan urgensi pengembangan model PPG Integratif Islami (P3GI) yang mensinergikan kompetensi profesional guru, internalisasi nilai-nilai akhlak Qur’ani, serta penguatan literasi digital yang berakar pada konteks sosial dan budaya lokal. Implikasi penelitian ini diarahkan pada perumusan indikator dampak pembelajaran PAI, pengembangan rubrik observasi akhlak-profesional guru, serta penguatan kemitraan strategis antara LPTK, sekolah, dan pesantren dalam penyelenggaraan PPG.
Analisis Kebutuhan Pengembangan e-Modul Sejarah Kebudayaan Islam Berbasis Google Sites untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Madrasah Tsanawiyah Samarinda M. Isro’ Zainuddin; Aam Amaliatus Sholihah; Rahmadi Wirantanus; Umar Fauzan; Muhamad Mustaqim
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan E-Modul Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) berbasis Google Sites sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Samarinda. Subjek penelitian meliputi guru SKI dan siswa kelas VII, VIII, dan IX. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran SKI masih didominasi metode ceramah dan bahan ajar cetak, sehingga siswa merasa bosan dan kurang aktif; (2) prestasi belajar siswa pada mata pelajaran SKI masih rendah; (3) faktor internal seperti minat, motivasi, dan variasi gaya belajar belum terfasilitasi secara optimal; (4) siswa memiliki kesiapan teknologi yang tinggi, dengan lebih dari 80% terbiasa menggunakan perangkat digital dan internet untuk belajar; (5) baik guru maupun siswa menunjukkan kebutuhan yang sangat kuat terhadap pengembangan E-Modul SKI berbasis Google Sites, dengan persentase dukungan mencapai lebih dari 90%. Integrasi data kuantitatif dan kualitatif memperkuat kesimpulan bahwa pengembangan E-Modul SKI berbasis Google Sites sangat diperlukan. Media ini dinilai mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan kontekstual, sekaligus mendukung pembelajaran mandiri dan kolaboratif. Dengan demikian, E-Modul SKI berbasis Google Sites merupakan solusi relevan dan mendesak untuk meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa MTs di Samarinda.