Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) disusun sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme guru sesuai dengan standar kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), urgensi implementasi PPG menjadi semakin signifikan mengingat peran guru PAI tidak hanya sebagai transmitor pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai agen pembentukan karakter, moral, dan spiritual peserta didik. Artikel konseptual ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan metode deskriptif-analitis dan integratif, yang mengkaji secara komprehensif sumber-sumber normatif Islam, teori pendidikan kontemporer, serta kerangka kebijakan pendidikan nasional. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa PPG menempati tiga posisi strategis utama, yaitu : (1) sebagai mekanisme sistemik dalam penguatan kapasitas dan profesionalitas guru PAI; (2) sebagai medium transformasi sosial dan spiritual dalam menghadapi dinamika digitalisasi pendidikan; dan (3) sebagai ruang akademik yang potensial bagi pengembangan riset doktoral guna memperkaya konstruksi teori pendidikan Islam kontemporer. Studi kasus di Kutai Kartanegara menegaskan urgensi pengembangan model PPG Integratif Islami (P3GI) yang mensinergikan kompetensi profesional guru, internalisasi nilai-nilai akhlak Qur’ani, serta penguatan literasi digital yang berakar pada konteks sosial dan budaya lokal. Implikasi penelitian ini diarahkan pada perumusan indikator dampak pembelajaran PAI, pengembangan rubrik observasi akhlak-profesional guru, serta penguatan kemitraan strategis antara LPTK, sekolah, dan pesantren dalam penyelenggaraan PPG.