Ahmad Nur Fahmi
Universitas Negeri Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Gamifikasi pada Materi Sejarah Kebudayaan Islam Kelas 10 SMA Rizki Fauzan; Sayyid Arkan Nizami; Fajar Trihadi; Aghil Syarif; Aaliyah Putri; Ahmad Nur Fahmi
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 3 (2025): Advances In Education Journal (Desember)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of gamification-based learning media in Islamic Cultural History materials is motivated by several problems encountered in the learning process, such as students’ low learning motivation and the use of instructional media that still tends to be conventional. This condition indicates the need for innovative learning media that encourage active student participation while creating an enjoyable learning experience, particularly in the topic of Walisongo da’wah. This study aims to develop gamification-based learning media that are valid and feasible for use in the learning process. This development research employed the Research and Development (R&D) method using the 4D Thiagarajan model, which consists of four main stages: define, design, develop, and disseminate. However, this study was limited to the develop stage and did not proceed to the disseminate stage. The development stage was conducted through validation by material experts and media experts, followed by product revisions based on the experts’ suggestions and feedback. Data collection techniques included field observations and interviews for needs analysis, as well as validation questionnaires based on a Likert scale, which were analyzed by calculating the percentage of media feasibility. The results of the development indicate that the gamification-based learning media developed fall into the valid category according to expert assessments, with several notes for improvement. After revisions were made in accordance with expert suggestions, the developed learning media were declared feasible for use in Islamic Cultural History learning.Gamification, Islamic Cultural History, Learning Media, R&D.
Pendampingan Pembelajaran Inklusif Berbasis Universal Design for Learning di Sekolah Kepulauan Sari Narulita; Ahmad Nur Fahmi; Khairil Ikhsan Siregar; Tri Suryani; Vytha Aulia Dasuki
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (September)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/praxis.v5i1.06

Abstract

Pembelajaran inklusif di wilayah kepulauan menghadapi tantangan struktural berupa keterbatasan akses terhadap pengembangan profesional bagi guru serta belum tersedianya pendekatan pedagogi yang responsif terhadap keberagaman belajar siswa. Dengan menggunakan siklus pertama Participatory Action Research (PAR), kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memetakan kebutuhan implementasi pembelajaran inklusif berbasis Universal Design for Learning (UDL) serta memberikan pendampingan awal kepada guru di SMPN Satu Atap 01 Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kegiatan dilaksanakan pada 12 Mei 2026 dan melibatkan 25 guru SD dan SMP melalui workshop interaktif, pengisian formulir refleksi diri terstandar sebanyak 20 item (n=19 guru), serta survei kepuasan (n=25). Analisis form refleksi menghasilkan rata-rata implementasi UDL sebesar 3,39/4,00 (84,87%), dengan 10 guru berada dalam kategori Sangat Baik (52,6%) dan 9 guru dalam kategori Baik (47,4%). Dimensi keterlibatan siswa menjadi kekuatan tertinggi (M=3,52), sementara dimensi ekspresi pemahaman siswa menjadi prioritas untuk dikembangkan (M=3,28). Evaluasi kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan pelaksanaan sebesar 87% dan kepuasan terhadap fasilitator sebesar 93,25%. Triangulasi data mengindikasikan bahwa penerimaan positif guru terhadap workshop belum diikuti oleh praktik asesmen yang terdiferensiasi, sehingga siklus PAR berikutnya perlu difokuskan pada pendampingan asesmen alternatif berbasis kelas.