M. Ridwan
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Posyandu cadres prevent stunting by providing MPASI in Cibarengkok Village M. Ridwan; Salsabila Nur Afifah; Sagitarius Sagitarius
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 1 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i1.62206

Abstract

This strengthening activity aims to evaluate the implementation of five minimum service program packages at Posyandu, with a focus on pada perbaikan gizi (PMT), buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), keluarga berencana (KB), immunization, and preventing diarrhea (P2-Diarrhea). in preventing stunting in Cibarengkok Village. The activity results show that not all Posyandu can implement the five minimum service program packages. Improving nutrition through Pemberian Makanan Tambahan (PMT) for recovery and counseling is expected to improve children under five's health and nutritional status. Outreach to Posyandu cadres is a strategic step in reaching the local community. The KIA book is considered an important tool for monitoring pregnant women's and toddlers' health, with outreach efforts involving pregnant women, mothers of toddlers, hospitals, independent practicing midwives, and Posyandu cadres. The Keluarga Berencana (KB) program limits births to create a prosperous family, while immunization is emphasized as preventing infectious diseases through cadre support. In conclusion, efforts to prevent stunting in Cibarengkok Village require close collaboration between the government, health workers, Posyandu cadres, and the community.   Abstrak Kegiatan penguatan ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi lima paket program pelayanan minimal di Posyandu, dengan fokus pada perbaikan gizi (PMT), buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), keluarga berencana (KB), imunisasi, dan penanggulangan penyakit diare (P2-Diare) dalam mencegah stunting di Desa Cibarengkok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tidak semua Posyandu dapat melaksanakan kelima paket program pelayanan minimal tersebut. Perbaikan gizi, melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pemulihan dan penyuluhan, diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan status gizi balita. Sosialisasi kepada kader Posyandu menjadi langkah strategis dalam menjangkau masyarakat setempat. Buku KIA dianggap sebagai alat penting untuk memantau kesehatan ibu hamil dan balita, dengan upaya sosialisasi yang melibatkan ibu hamil, ibu balita, rumah sakit, bidan praktik mandiri, dan kader Posyandu. Program Keluarga Berencana (KB) diarahkan untuk membatasi kelahiran guna menciptakan keluarga sejahtera, sementara imunisasi ditekankan sebagai pencegahan penyakit menular melalui dukungan kader. Kesimpulannya, upaya pencegahan stunting di Desa Cibarengkok memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat.  Kata Kunci: Stunting; MPASI; program layanan Posyandu
The influence of water quality on the growth of children Salsabila Nur Afifah; M. Ridwan; Ahdiyatul Fauza
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 2 No. 2 (2024): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v2i2.68663

Abstract

Currently, stunting is an issue that is of concern to various parties. Monitoring toddler growth is very important to detect growth disorders early as an effort to prevent stunting. Clean water quality and good sanitation are factors that influence toddler growth. This community service is carried out to see the quality of water in Kutawaringin Village as a factor that influences toddler growth, physical indicators that can measure the quality of clean water, and the effect of water quality on toddler growth. This community service is carried out by directly approaching the community to measure the quality of water in Kutawaringin Village and analyzing its effect on toddler growth. The results of this community service show that in Kutawaringin Village, male toddlers have a higher risk of stunting than female toddlers, one of which is due to differences in clean water sources used by the local community. 20 toddlers have abnormal growth due to poor clean water quality. These results prove that clean water quality affects toddler growth. Based on this, this community service can provide direct information to the Kutawaringin Village community to jointly improve sources and access to clean water to improve the quality of water used daily.   Abstrak Saat ini stunting adalah suatu isu yang menjadi perhatian berbagai pihak. Pemantauan pertumbuhan balita sangat penting dilakukan untuk mengetahui adanya gangguan pertumbuhan secara dini sebagai upaya pencegahan stunting. Kualitas air bersih dan penyediaan sanitasi yang baik sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan balita. Pengabdian ini dilakukan untuk melihat kualitas air di Desa Kutawaringin sebagai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan balita, indikator fisik yang dapat mengukur kualitas air bersih, serta pengaruh kualitas air terhadap pertumbuhan balita. Pengabdian ini dilakukan dengan pendekatan langsung kepada masyarakat untuk mengukur langsung kualitas air yang ada di Desa Kutawaringin serta menganalisis pengaruhnya terhadap pertumbuhan balita. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa di Desa Kutawaringin balita laki-laki memiliki angka risiko stunting lebih tinggi dibandingkan balita perempuan, hal ini salah satunya disebabkan perbedaan sumber air bersih yang digunakan masyarakat setempat. Terdapat 20 balita yang memiliki pertumbuhan tidak normal akibat memiliki kualitas air bersih yang buruk. Hasil ini membuktikan bahwa kualitas air bersih berpengaruh terhadap pertumbuhan balita. Berdasarkan hal tersebut pengabdian ini dapat memberikan informasi secara langsung kepada masyarakat Desa Kutawaringin untuk bersama memperbaiki sumber dan akses terhadap air bersih untuk meningkatkan kualitas air yang digunakan dalam sehari-hari. Kata Kunci: kualitas air bersih; perkembangan balita; pertumbuhan balita