Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Manajemen Kinerja di Era Industri 4.0: Studi Kasus pada Perusahaan Teknologi di Asia Tenggara Muslikun
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 3 (2025): MARCH 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v3i3.189

Abstract

Transformasi digital yang dibawa oleh era Industri 4.0 telah merevolusi paradigma manajemen kinerja, khususnya di sektor teknologi yang berkembang pesat di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perusahaan teknologi di kawasan tersebut menyesuaikan sistem manajemen kinerja mereka dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan kerja yang semakin dinamis. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan manajer dan karyawan di perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Temuan menunjukkan bahwa integrasi teknologi seperti big data, artificial intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT) memberikan peluang untuk menciptakan sistem penilaian kinerja yang lebih real-time, personalisasi, dan berbasis analitik (Marr, 2018; Schwab, 2017). Namun demikian, tantangan muncul dalam bentuk kesenjangan keterampilan digital, resistensi budaya organisasi terhadap transparansi data, serta ketidakpastian dalam perumusan Key Performance Indicators (KPIs) yang adaptif (Teece, Peteraf, & Leih, 2016). Studi ini menyoroti pentingnya kepemimpinan yang transformatif dan struktur organisasi yang agile untuk memastikan sistem manajemen kinerja dapat merespons dinamika era 4.0 secara efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi literatur manajemen kinerja kontemporer dan memberikan implikasi praktis bagi pengambilan keputusan strategis di perusahaan teknologi di Asia Tenggara.
Green Agriculture Development: Strategi Manajemen Pertanian Ramah Lingkungan dalam Skala Global Muslikun
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 6 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v3i6.245

Abstract

Perkembangan pertanian hijau (green agriculture) telah menjadi strategi global yang krusial dalam merespons tantangan ketahanan pangan, degradasi lingkungan, dan perubahan iklim. Strategi manajemen pertanian ramah lingkungan ini mengintegrasikan prinsip-prinsip seperti agroekologi, pertanian presisi, daur ulang biomassa, dan pengelolaan hama terpadu untuk menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan dan tangguh. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa adopsi praktik pertanian hijau secara signifikan dapat meningkatkan keanekaragaman hayati, kesehatan tanah, dan efisiensi penggunaan sumber daya seperti air dan pupuk, sekaligus mengurangi jejak karbon sektor pertanian (Pretty, 2018; FAO, 2022). Meskipun demikian, implementasinya dalam skala global menghadapi kendala seperti biaya transisi awal, kebutuhan kapasitas teknis, dan kebijakan yang kurang mendukung. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi multipihak, insentif kebijakan yang tepat, serta inovasi teknologi yang terjangkau merupakan elemen kunci untuk mempercepat transisi menuju sistem pertanian global yang produktif dan berkelanjutan, seperti yang diwujudkan dalam kerangka kerja Integrated Landscape Management (Scherr et al., 2021).
Pemberdayaan Komunitas Pesisir dalam Adaptasi Perubahan Iklim melalui Teknologi Smart-Sensor dan Edukasi Lingkungan Miya Dewi; Teguh; Muslikun
Jurnal Ekonomi, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): OKTOBER
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jependimas.v2i4.56

Abstract

Perubahan iklim mengancam keberlanjutan komunitas pesisir yang berpotensi memicu kerentanan sosial-ekonomi yang parah (IPCC, 2022). Penelitian ini mengeksplorasi integrasi teknologi smart-sensor berbiaya rendah dan program edukasi lingkungan sebagai strategi inovatif untuk memberdayakan komunitas pesisir dalam mengantisipasi dan beradaptasi dengan dampak perubahan iklim. Penelitian partisipatoris ini dilakukan (12 bulan) di dua desa pesisir di Jawa Timur, Indonesia, dengan metode mixed-methods, yaitu penerapan jaringan sensor untuk memantau kualitas air, salinitas, dan kenaikan permukaan air; pelatihan capacitation building bagi pemuda setempat mengoperasikan dan memelihara teknologi sensor; serta modul edukasi lingkungan berbasis komunitas. Hasilnya, pendekatan integratif ini secara signifikan meningkatkan pemahaman komunitas tentang risiko iklim lokal dan mekanisme adaptasinya. Partisipasi aktif komunitas dalam pemantauan berbasis sensor meningkatkan rasa kepemilikan dan kewaspadaan dini terhadap ancaman lingkungan, yang sejalan dengan prinsip citizen science untuk membangun ketahanan (Craglia et al., 2021). Namun, tantangan utama yang dihadapi meliputi keberlanjutan teknis (perawatan perangkat) dan keterbatasan anggaran untuk replikasi, yang juga dicatat dalam studi serupa di konteks negara berkembang (Ford et al., 2020). Kombinasi teknologi smart-sensor yang terjangkau dan edukasi yang kontekstual terbukti efektif sebagai katalis untuk pemberdayaan komunitas pesisir. Model ini meningkatkan kapasitas adaptif secara teknis dan memperkuat kohesi sosial dan agensi lokal dalam menghadapi perubahan iklim.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Keputih, Kabupaten Jombang melalui Peningkatan Kapasitas Sosial, Ekonomi, dan Literasi Digital Hendra; Moh; Burhan; Ari; Muslikun
Jurnal Ekonomi, Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jependimas.v3i1.69

Abstract

Pemberdayaan masyarakat desa merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Desa Keputih, Kabupaten Jombang, memiliki potensi sosial dan ekonomi yang cukup besar, namun masih menghadapi keterbatasan dalam kapasitas sosial, pengelolaan ekonomi lokal, dan literasi digital masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Keputih melalui peningkatan kapasitas sosial, ekonomi, dan literasi digital secara terintegrasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sederhana melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dan kerja sama masyarakat, peningkatan pemahaman pelaku UMKM dalam pengelolaan usaha dan pengembangan potensi lokal, serta peningkatan literasi digital masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi. Integrasi ketiga aspek tersebut terbukti efektif dalam mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat desa yang adaptif terhadap perkembangan sosial dan teknologi serta berkelanjutan.
“Production Process Innovation to Increase Business Competitiveness in the Future case study PT Panca Setia Makmur” Muslikun
Journal of Economics, Management, Accounting, Business, Educational, Technology, and Social Science Vol. 1 No. 2 (2025): PEBRUARY 2025
Publisher : PT. Putra Jawa Mulya ( Putra Jawa Publisher )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In facing increasingly competitive market dynamics, innovation in the production process is a key factor in maintaining and increasing business competitiveness. This case study discusses PT Panca Setia Makmur's efforts to develop production process innovation through the application of new technology, optimizing work flow, and improving product quality. This research uses a qualitative approach with observation methods and in-depth interviews with management and related employees. The results show that planned and integrated innovation not only increases production efficiency, but also expands market opportunities and strengthens the company's position amidst industrial competition. This study provides strategic recommendations for other companies wishing to build competitive advantage through sustainable innovation in the production sector