Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SOSIALISASI STUNTING KEPADA MASYARAKAT DESA BENGKOLAN DUA KABUPATEN KERINCI Aldino; Sabir, Arisman; Fitria, Desi; Aprinaldo; Pratama, Wido
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v2i2.367

Abstract

Usia dini merupakan fase krusial dalam pertumbuhan dan perkembangan manusia. Pada masa ini, berbagai proses penting terjadi yang sangat memengaruhi kualitas hidup anak di masa mendatang. Gizi memegang peran fundamental dalam menunjang pertumbuhan tersebut, di mana asupan makanan bergizi seimbang menjadi kunci agar anak dapat tumbuh optimal. Sejalan dengan itu, tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua tentang pentingnya pemenuhan gizi seimbang guna mencegah stunting sejak dini. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih rendah dari standar usianya. Di Kabupaten Kerinci, angka stunting mencapai 24,2%, tertinggi ketiga di Provinsi Jambi. Tingginya angka ini menunjukkan pentingnya edukasi gizi kepada masyarakat. PkM ini dilaksanakan di salah satu posyandu dengan metode penyuluhan interaktif, demonstrasi pembuatan makanan bergizi, sesi tanya jawab, dan pembagian leaflet edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua mengenai stunting dan pentingnya gizi anak. Implikasinya, muncul kesadaran kolektif dan sikap proaktif dalam pencegahan stunting. Kegiatan ini mendukung pencapaian tujuan kedua SDGs, yaitu mengakhiri kelaparan dan segala bentuk malnutrisi serta mewujudkan ketahanan pangan pada tahun 2030.
Pemanfaatan Chat GPT (Generative Pre-Training Transformer) untuk Meningkatkan Ide Kreatif Guru PPKn Aprinaldo, Aprinaldo; Pitra, Dedek Helida
Master Kajian Literasi Kewarganegaraan Vol. 1 No. 1 (2025): Mei
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/kalisa.v11.18

Abstract

Perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan membuka peluang besar bagi peningkatan mutu pembelajaran. Salah satu inovasi yang menonjol adalah ChatGPT (Generative Pretrained Transformer), yaitu model kecerdasan buatan (AI) yang mampu menghasilkan teks berkualitas tinggi menyerupai tulisan manusia. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan ChatGPT dalam konteks pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kreativitas guru pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). ChatGPT dapat dimanfaatkan dalam berbagai aspek pembelajaran, antara lain sebagai sumber pencarian bahan ajar, penyedia materi pembelajaran yang relevan, perancang soal evaluasi, serta alat bantu dalam menyusun rencana pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan siswa. Namun, implementasinya tidak terlepas dari tantangan, seperti kekhawatiran terhadap keaslian informasi yang dihasilkan dan keterbatasan dalam penyajian konten yang sesuai dengan kurikulum PPKn. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang seimbang dalam integrasi teknologi ini, termasuk pemberian pelatihan dan pendampingan kepada guru agar mampu menggunakan ChatGPT secara efektif, etis, dan bertanggung jawab. Penggunaan ChatGPT dalam pembelajaran PPKn berpotensi mendorong inovasi pembelajaran dan memperkaya pengalaman belajar peserta didik
Pelatihan Penggunaan Media Augmented Reality pada Pembelajaan Membaca Pemahaman untuk Meningkatkan Literasi Digital Guru SD Reni Guswita; Aprinaldo Aprinaldo; Astriana Pratiwi
Master Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : CV. Master Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63461/padimaya.v11.298

Abstract

Literasi digital merupakan salah satu kompetensi esensial yang harus dimiliki guru pada era pendidikan abad ke-21. Kemampuan ini mencakup keterampilan memanfaatkan internet dan teknologi informasi secara bijak untuk mengakses, mengelola, serta menggunakan informasi sesuai kebutuhan pembelajaran. Peningkatan literasi digital guru perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan dan pendampingan yang relevan dengan perkembangan teknologi. Salah satu bentuk implementasi literasi digital dalam pembelajaran adalah pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR). AR mampu mengintegrasikan elemen dunia nyata dengan komponen digital, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang interaktif, visual, dan kontekstual. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan AR dapat meningkatkan motivasi, pemahaman konsep, serta keterlibatan siswa, khususnya di jenjang sekolah dasar yang berada pada tahap operasional konkret. Namun, penerapan AR masih terbatas akibat rendahnya literasi digital guru dan minimnya pelatihan. Oleh karena itu, pelatihan literasi digital berbasis AR menjadi solusi strategis untuk membekali guru dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, menarik, serta sesuai dengan karakteristik generasi digital masa kini
Pelatihan Pembuatan Media Pop Up Book Digital Bermuatan Budaya Lokal bagi Guru SD untuk Meningkatkan Literasi Budaya aprinaldo aldo; Dhini Mufti
GERAKAN EDUKASI DAN MASYARAKAT NUSANTARA Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Gerakan Edukasi dan Masyarakat Nusantara
Publisher : CV. DIGITIAL EDUKASI NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65841/gemanusa.v1i1.99

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis digital yang bermuatan budaya lokal. Analisis situasi menunjukkan bahwa guru SD masih terbatas dalam pemanfaatan media inovatif, khususnya berbasis teknologi digital, sehingga pembelajaran IPS sering dianggap monoton dan kurang menarik bagi siswa. Permasalahan lainnya adalah rendahnya integrasi literasi budaya dalam proses pembelajaran. Metode kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan pelatihan/workshop, pendampingan, dan evaluasi. Guru SD diperkenalkan dengan aplikasi digital sederhana seperti Canva, StoryJumper, dan FlipHTML5 untuk mengembangkan pop up book digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan guru dalam membuat media digital yang kreatif, serta meningkatnya kesadaran guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran IPS. Kegiatan ini bermanfaat dalam memberikan solusi praktis atas keterbatasan guru dalam memanfaatkan teknologi, serta mendukung peningkatan literasi budaya siswa. Luaran dari program ini berupa produk pop up book digital karya guru, publikasi ilmiah, serta dokumentasi pelaksanaan kegiatan. Kata Kunci: pop up book digital; literasi budaya; guru SD; pembelajaran IPS.
Analisis Pembelajaran Reflektif Ilmu Pengetahuan Sosial untuk Penguatan Kompetensi Pedagogik Mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau Aprinaldo; Dini Mufti; Muhammad Subhan
Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Muara Pendidikan, Vol 11 Issue 1, June 2026
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/mp.v11i1.4121

Abstract

This research seeks to examine the implementation of reflective learning in the Elementary Social Studies (IPS SD) course within the context of Recognition of Prior Learning (RPL) and its contribution to enhancing students’ pedagogical competence. The study applied a qualitative method using an intrinsic case study design. The participants were RPL students with prior teaching experience in elementary schools. Data were collected through structured reflective journals, in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The data were analyzed using thematic coding involving data reduction, categorization, and meaning construction. The findings reveal that initially, students perceived pedagogical competence in procedural terms, primarily oriented toward content completion. Through structured reflective cycles, a transformation of pedagogical awareness occurred, characterized by the deconstruction of routine practices, reconstruction of contextual learning strategies, integration of professional experience with academic theory, and a shift toward authentic assessment practices. Theoretically, the study confirms that professional experience does not automatically evolve into mature pedagogical competence without systematic critical reflection. Reflective learning in the RPL context functions as a transformative mechanism that bridges empirical experience with formal academic standards of teacher competence.