Dwi Agustanti
Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Sedentary Activity dengan Kesehatan Mental Mahasiswa Nur Hijrah Tiala; Dwi Agustanti; Fajar Desma Wahyudi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55674

Abstract

Sedentary activity merupakan salah satu pola perilaku yang semakin meningkat pada mahasiswa seiring dengan tuntutan akademik dan penggunaan teknologi yang intensif. Pola hidup yang kurang aktif ini diduga berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan mental, khususnya depresi, kecemasan, dan stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sedentary activity dengan kesehatan mental pada mahasiswa. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 84 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling pada November 2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Sedentary Lifestyle dan skala Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Mann–Whitney dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (54,8%) memiliki tingkat sedentary activity rendah (< 2 jam/hari). Sebagian besar mahasiswa berada pada kategori normal untuk depresi (81,0%) dan stres (70,2%), meskipun ditemukan prevalensi kecemasan yang cukup tinggi pada tingkat sedang hingga sangat berat. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan tingkat depresi, kecemasan, dan stres antara mahasiswa dengan sedentary activity normal dan sangat berat (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa sedentary activity berhubungan secara signifikan dengan kondisi kesehatan mental mahasiswa.
THE EFFECT OF COGNITIVE STIMULATION PROGRAMS ON MEMORY FUNCTION IN THE ELDERLY Dwi Agustanti; Purbianto Purbianto; Yunani Yunani
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11, No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v11i1.3374

Abstract

ABSTRACT This study examines the effectiveness of cognitive stimulation programs in improving memory function among the elderly, based on concerns regarding increasing cognitive decline in aging populations. It was hypothesized that different types of cognitive stimulation would produce measurable improvements in memory scores. A quasi-experimental pre-post design without a control group was used, involving 90 elderly participants aged ?60 years from three health centers, each receiving puzzle, crossword, or dakon interventions over six sessions. Memory ability was assessed using the Mini Mental State Examination (MMSE). The results showed significant improvement in all groups, with the greatest increase demonstrated by the crossword group (p = 0.000), followed by puzzle (p = 0.002) and dakon (p = 0.000). ANOVA confirmed significant differences in effectiveness between the three stimulation types. These findings indicate that structured cognitive stimulation is a practical and effective non-pharmacological strategy to maintain and enhance memory functions in older adults. The study underscores the importance of integrating cognitive stimulation into community elderly programs to support healthy ageing. 
Pembentukan Kelompok Mandiri Lansia Penderita Hipertensi melalui Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) di Kelurahan Tanjung Senang, Bandar Lampung Idawati Manurung; Faidana Yaumil Syifa; Dwi Agustanti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25376

Abstract

ABSTRAK Jumlah lansia di dunia pada tahun 2030 diprediksi sebanyak 1,4 miliar dan di tahun 2050 meningkat menjadi 2,1 miliar. Lansia mengalami berbagai perubahan pada aspek fisik, kognitif dan psikososial. Salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dialami lansia yaitu hipertensi. Terapi non farmakologis pada lansia dengan hipertensi yaitu memodifikasi gaya hidup (latihan fisik), nutrisi dan manajemen stres. Latihan fisik dapat dilakukan melalui terapi aktivitas kelompok (TAK). TAK efektif dalam menurunkan tekanan darah. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk membentuk kelompok mandiri lansia yang memiliki hipertensi melalui terapi TAK di Kelurahan Tanjung Senang. Metode yang digunakan yaitu terapi aktivitas kelompok (TAK) berupa latihan fisik dan kognitif. Pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa hipertensi merupakan masalah kesehatan yang paling banyak dialami lansia. Terdapat perubahan nilai risiko jatuh, tingkat kemandirian dan kemampuan kognitif lansia yang meningkat setelah TAK dilakukan. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu pembentukan kelompok mandiri lansia dengan hipertensi dapat membantu mengurangi masalah kesehatan yang dialami lansia melalui TAK. Harapannya kelompok mandiri lansia ini terus berlanjut dengan bantuan pihak Kelurahan dan Puskesmas. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Terapi Aktivitas Kelompok (TAK).  ABSTRACT The number of elderly people worldwide is predicted to reach 1.4 billion by 2030 and increase to 2.1 billion by 2050. Elderly individuals experience various changes in physical, cognitive, and psychosocial aspects. One of the most common health problems experienced by the elderly is hypertension. Non-pharmacological therapies for elderly individuals with hypertension include lifestyle modifications (such as physical exercise), proper nutrition, and stress management. Physical exercise can be carried out through group activity therapy (GAT), which has been shown to be effective in lowering blood pressure. The purpose of this community service program is to establish an independent group for elderly individuals with hypertension through group activity therapy (GAT) in Tanjung Senang Village. The method used involves group activity therapy (GAT) in the form of physical and cognitive exercises. The results of this community service indicate that hypertension is the most common health problem among the elderly. Improvements were observed in fall risk, level of independence, and cognitive abilities after the implementation of GAT. In conclusion, the establishment of an independent group for elderly individuals with hypertension can help reduce health problems through group activity therapy (GAT). It is expected that this independent group will be sustained with support from the Village authorities and the Community Health Center. Keywords: Elderly, Hypertension, Group Activity Therapy (GAT).