Taufan Nugroho
Universitas Sangga Buana YPKP

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kualitas Pelayanan dan Iklim Organisasi Terhadap Kepuasan Pasien Nurjamali Desy Mulia Frida; Kosasih Kosasih; Etty Sofia Mariati Asnar; Taufan Nugroho; Farida Yuliaty; Vip Paramarta
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56385

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rumah sakit, khususnya pada pelayanan rawat jalan kebidanan dan kandungan yang memiliki intensitas interaksi tinggi antara pasien dan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan iklim organisasi terhadap kepuasan pasien di Poli Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Harapan Jayakarta Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei analitik. Sampel penelitian terdiri dari 93 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien, sedangkan iklim organisasi tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Namun demikian, kualitas pelayanan dan iklim organisasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebagian besar variasi kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kepuasan pasien terutama ditentukan oleh kualitas pelayanan yang dirasakan secara langsung, dengan iklim organisasi berperan sebagai faktor pendukung internal dalam menjaga keberlanjutan mutu pelayanan keperawatan dan kebidanan.
Analisis Kualitas Pelayanan Antenatal Care dengan Kepuasan Ibu Hamil di Puskesmas Pematang Kandis Kabupaten Merangin Marta Ulina; Y. Ony Djago; Rulia Rulia; Taufan Nugroho; Farida Yuliaty
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 15 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v15i1.1005

Abstract

Antenatal care (ANC) services play an important role in maintaining maternal and fetal health. However, the quality of services in primary healthcare facilities is still not optimal, and dissatisfaction among pregnant women has been identified, particularly in aspects of communication, empathy, and waiting time. Data from the Kementerian Kesehatan Republik Indonesia indicate that ANC visit coverage has not yet reached the expected targets over the past three years (Ministry of Health, 2022–2024). A preliminary study conducted at Puskesmas Pematang Kandis, Merangin Regency, also revealed complaints from pregnant women regarding inadequate information and limited attention from healthcare providers.This study aims to analyze the relationship between the quality of antenatal care services and the satisfaction of pregnant women at Puskesmas Pematang Kandis, Merangin Regency, in 2024. This study employed a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The population consisted of 328 pregnant women, with a sample of 77 respondents selected using purposive sampling, based on inclusion criteria of pregnant women who attended ANC visits and were willing to participate. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis (Chi-Square test). The results showed a significant relationship between service quality dimensions, including tangibles (p=0.016), responsiveness (p=0.001), reliability (p=0.031), empathy (p=0.005), and assurance (p=0.003), and the satisfaction of pregnant women. In conclusion, the quality of antenatal care services is significantly associated with the satisfaction of pregnant women. It is recommended that Puskesmas Pematang Kandis improve service quality through effective communication training, enhancement of healthcare providers’ empathy, and improvement of service systems to reduce waiting time