Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan merupakan indikator kinerja utama pelayanan dasar yang wajib dicapai oleh Puskesmas. Pengukuran kinerja yang komprehensif diperlukan untuk mengevaluasi pencapaian tersebut, salah satunya melalui pendekatan Balanced Scorecard (BSC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan terhadap pencapaian SPM kesehatan di Puskesmas Sei Siring Kota Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik total sampling terhadap 55 pegawai. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan keempat perspektif BSC berpengaruh signifikan terhadap pencapaian SPM (p=0,001) dengan nilai adjusted R² sebesar 0,301, yang berarti model mampu menjelaskan 30,1% variasi kinerja. Namun secara parsial, seluruh variabel tidak berpengaruh signifikan (p>0,05) meskipun memiliki arah hubungan positif. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan menunjukkan kontribusi relatif paling besar serta berhubungan signifikan pada analisis bivariat (OR=4,148; p=0,012). Secara deskriptif, sebagian besar responden menilai pencapaian SPM dalam kategori baik, meskipun masih terdapat kesenjangan pada beberapa indikator layanan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Balanced Scorecard dapat digunakan sebagai alat evaluasi kinerja Puskesmas secara komprehensif, dengan penguatan pada aspek pembelajaran dan pertumbuhan sebagai strategi utama peningkatan kinerja pelayanan kesehatan. Kata Kunci: Kinerja Puskesmas, Standar Pelayanan Minimal, Balanced Scorecard, Pelayanan Kesehatan Primer