Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Permainan Tradisional sebagai Media Edukatif dalam Pengembangan Kognisi dan Sosialisasi Anak Usia Dini: Systematic Literature Review (SLR) Dessy Syofiyanti; Hasnida Hasnida; Pipit Aprilia Susanti
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.537

Abstract

Permainan tradisional merupakan warisan budaya yang sarat akan nilai edukatif dan sosial, namun keberadaannya semakin terpinggirkan di tengah dominasi teknologi digital dalam kehidupan anak-anak. Masa anak usia dini merupakan fase kritis dalam perkembangan kognitif dan sosial, di mana stimulasi melalui pengalaman nyata dan interaksi sosial menjadi hal yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis literatur yang membahas penggunaan permainan tradisional sebagai media edukatif dalam pengembangan kognisi dan sosialisasi anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis artikel yang diterbitkan pada rentang waktu 2015 hingga 2025 dari berbagai database seperti Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria inklusi yang mencakup fokus pada anak usia dini, penggunaan permainan tradisional, serta aspek perkembangan kognitif dan sosial. Dari 112 artikel yang ditemukan, 10 artikel terpilih untuk dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa permainan tradisional seperti congklak, engklek, gobak sodor, dan dakon berperan signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, kerja sama, komunikasi, dan empati anak. Permainan ini juga mendorong keterlibatan aktif anak dalam proses pembelajaran melalui pendekatan bermain sambil belajar. Meskipun demikian, hambatan implementasi masih ditemukan dalam bentuk kurangnya pemahaman guru dan keterbatasan waktu kurikulum. Oleh karena itu, integrasi permainan tradisional dalam kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan anak usia dini direkomendasikan untuk mendukung perkembangan holistik anak.
Integrasi Nilai Al-Qur'an dalam Manajemen Pendidikan Islam di Era Digital Yuli Supodo; Hasnida Hasnida
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 4 No. 12 (2025): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Desember 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v4i12.5232

Abstract

This study investigates the integration of Qur'anic values into Islamic education management in the digital era, addressing critical challenges such as technology adaptation gaps among educators (52% access disparity), limited Qur'anic managerial understanding, and resource constraints in modern institutions. The research significance lies in bridging theoretical Islamic principles with digital tools to enhance efficiency, relevance, and ethical management amid rapid technological disruption affecting 70% of Indonesian madrasah. Employing qualitative library research with descriptive-analytical design, content analysis of 25 thematic Qur'anic verses (tafsir mawdhu'i), and triangulation of 35 recent Sinta journals (80% post-2015), the study examines POAC functions: planning [QS. Al-Anfal:60], organizing [QS. An-Nisa:58], actuating [QS. Al-Jumu'ah:9-10], and controlling [QS. Al-Hasyr:18]. Key findings reveal 82% relevance of Qur'anic integration, yielding 37% overall management efficiency gains: 42% planning time reduction, 56% prediction accuracy via AI curriculum planners, equity score 0.87 in cloud sharing (disparity drop from 52% to 12%), 41% hafalan retention via hybrid Zoom-tilawah, and 92% monitoring accuracy with taqwa KPIs. Correlations range r=0.68-0.82 (p<0.01), explaining 68% efficiency variance (R²=0.68), confirming synergistic Qur'ani-digital models. These results underscore the transformative potential of proactive Qur'anic management paradigms, recommending national hybrid curricula, manager certifications, and scalable mobile apps. This framework positions Islamic education as technology shaper rather than responder, ensuring resilient, ethical institutions for Indonesia's digital future.
Teknologi dan Inovasi Pendidikan dalam Islam Teknologi dan Inovasi Pendidikan dalam Perspektif Pendidikan Islam: Penelitian Mukhlisin Mukhlisin; Hasnida Hasnida
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4593

Abstract

This paper aims to discuss Technology and Educational Innovation in Islam. The research conducted is a library-based study. Its objective is to seek evidence of the Qur’anic perspective on technology found within the Qur’an itself. This topic is particularly engaging as an academic study within the framework of tafsir ilmi (scientific exegesis), using a thematic exegesis approach (tafsir maudu’i). The study concludes that the Qur’an does, in fact, address technology in several surahs and verses, including: first, Surah Hud verse 37; second, Surah An-Nahl verse 14; and third, Surah Al-Kahf verse 96. The interpretation of these verses was carried out through contextual and historical approaches, while also considering the views of scholars and experts. The findings of this study are expected to provide a deeper understanding of the Qur’anic perspective on technology and innovation, as well as how these views can be applied in the context of modern science.