Sephia Musyaffa Nur Aulia
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implikasi Pedagogis Pragmatisme Religius dan Eksistensialisme Digital: Studi Fenomenologis Narasi #KaburAjaDulu pada Anak Muda Muslim Ahmad Dimyati Ridwan; Muhamad Ridwan Sudaryat; Muhamad Parhan; Sofwan Harun Al Rasyid; Sephia Musyaffa Nur Aulia
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 1 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i1.685

Abstract

Fenomena viral #KaburAjaDulu di TikTok mencerminkan keresahan mendalam di kalangan anak muda Muslim terhadap ketidakpastian masa depan dan tekanan sosial yang memicu krisis orientasi. Namun, diskursus akademik yang ada cenderung melihat fenomena ini secara terpisah antara aspek ekonomi semata atau masalah psikologis, dan sering mengabaikan dimensi teologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk membedah fenomena tersebut melalui sintesis lensa filsafat Eksistensialisme dan Pragmatisme guna memahami bagaimana subjek menegosiasikan pencarian makna hidup dan manfaat praktis. Menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif, data dikumpulkan melalui netnografi pada 50 video TikTok terpilih dan wawancara mendalam dengan 10 informan kunci. Temuan menunjukkan bahwa keputusan "kabur" ke luar negeri bukan sekadar pelarian, melainkan respons adaptif dalam bentuk "Model Orientasi Diri Ganda". Secara eksistensial, narasi visual subjek merepresentasikan upaya otentik untuk melepaskan diri dari keterasingan sosial (pencarian makna). Secara pragmatis, tindakan tersebut didorong oleh rasionalitas instrumental dan rasionalisasi teologis untuk mencapai kemapanan ekonomi (pencarian manfaat). Penelitian ini menyimpulkan perlunya reformasi kurikulum Pendidikan Agama Islam yang tidak hanya mengajarkan dogmatisme, tetapi juga memvalidasi aspirasi pragmatis global anak muda sembari memperkuat ketahanan spiritual mereka di era disrupsi.