Andieni Putri Olivia Arifin
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Socio-Political Dimension of Da'wah in the Qur'an: Thematic Analysis Of The Relationship Between Da'wah and Power Andieni Putri Olivia Arifin; Abdul Malik Ghozali; Budimansyah Budimansyah; Dzaky Hafizh Muttaqien; Shofiya Fikri Handayani
Studia Quranika Vol. 10 No. 2 (2026): January
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/studiaquranika.v10i2.128

Abstract

This study aims to analyze the socio-political dimension of da‘wah studies in the Qur’an through a thematic examination of the relationship between da‘wah and power. This topic is significant because, in contemporary discourse, da‘wah is often narrowly understood as a purely spiritual or individual activity, whereas the Qur’an presents it as an instrument of social transformation with implications for authority, leadership, and governance. This research employs a thematic (maudhu‘i) method of Qur’anic exegesis by collecting verses related to key concepts such as ḥukm (authority), mulk (sovereignty), amānah (trust), khilāfah (vicegerency), ulī al-amr (legitimate authority), and the principle of al-amr bi al-ma‘rūf wa al-nahy ‘an al-munkar (enjoining good and forbidding evil). These verses are analyzed conceptually and contextually using a normative-qualitative approach. The findings indicate that the Qur’an constructs the relationship between da‘wah and power within an ethical-integrative framework: revelation serves as the source of normative legitimacy, da‘wah functions as a medium of moral transformation, and power operates as an instrument for the realization of social justice. In the Qur’anic perspective, power is not autonomous but constitutes a moral trust bound by justice, accountability, and collective responsibility. These findings underscore the importance of strengthening a transformative paradigm of da‘wah as a conceptual foundation for addressing contemporary socio-political challenges.
Internalisasi Nilai Ekoteologi dalam Membentuk Karakter Peduli Lingkungan di Pondok Pesantren Bunayar; Dwi Kartika Yanti; Andieni Putri Olivia Arifin; Muhammad Rizal Habib; Amirul Muttaqin; Bima Fandi Asy’arie
Intizar Vol 31 No 2 (2025): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v31i2.35027

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi proses internalisasi nilai ekoteologi, mengetahui peran aktor dalam budaya praktik gerakan ekoteologi, dan menganalisis faktor penghambat penguatan karakter peduli lingkungan di pondok pesantren Hidayatul Qur’an. Metode studi ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data didapatkan melalui wawancara mendalam dengan 25 informan sekaligus dikuatkan melalui pengamatan langsung dan analisis dokumen. Penelitian ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai ekoteologi dilakukan dengan mekanisme penguatan berdasarkan substansi nilai Islam. Peran aktor IBS menggunakan metode keteladanan, pembiasaan, pengawasan, pemberian hukuman, dan refleksi. Selain itu, budaya praktik dilaksanakan melalui berbagai kegiatan seperti kerja bakti, piket kebersihan, pengelolaan sampah, hemat air/listrik, larangan merusak lingkungan, penerapan gaya hidup sehat. Namun, lembaga IBS memiliki beberapa kendala dalam mengedukasi lingkungan, konsistensi peraturan, budaya kedisiplinan, optimalisasi pengawasan, dan keterbatasan infrastruktur. Oleh sebab itu, studi ini memiliki kontribusi dan berimplikasi pada penguatan kebijakan, peningkatan konsistensi disiplin, serta optimalisasi sarana dan prasarana agar praktik budaya lingkungan berkelanjutan dapat berjalan efektif dan sistematis.