This Author published in this journals
All Journal Jurnal Abmas
Farida Sarimaya
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun wirausahawan baru yang kreatif dan berdaya saing Leli Yulifar; Desfina Desfina; Farida Sarimaya
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.36863

Abstract

Munculnya Perpres No. 27/2013 tentang wirausahawan muda semakin memperkuat upaya-upaya penciptaan wirausahawan muda pada berbagai lembaga, termasuk Perguruan Tinggi (PT). Hal ini antara lain ditandai dengan munculnya Program Pelatihan Kewirausahaan yang dilanjutkan dengan Mentoring dan Coaching, diharapkan akan melahirkan para wirausahawan yang berdaya saing global dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diterapkan pada akhir tahun 2015. Di samping itu, program ini akan menjadi "soft skill" bagi lulusan UPI yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan dan pengajaran, sehingga akan dapat mengurangi angka pengangguran terdidik di negara ini, karena mereka memiliki kemampuan sebagai pencipta lapangan kerja, bukan semata pencari kerja. Dengan demikian, penerima manfaat langsung dari program ini adalah para mahasiswa UPI baik yang berkompetensi pendidikan maupun non-kependidikan.
Mengembangkan wirausahawan muda yang kreatif dan terdidik formal melalui program inkubator bisnis UPI Leli Yulifar; Suwirta Suwirta; Farida Sarimaya; Didin Budiman; Moch Eryk Kamsori
Jurnal Abmas Vol. 18 No. 1 (2018): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v18i1.36615

Abstract

Kemajuan suatu negara sering diukur dari kemajuan perekonomiannya. Salah satu indikatornya, menurut McClelland, minimal 2% penduduknya adalah entrepreneur. Saat ini, Indonesia baru berada pada angka di bawah 1%, yang didominasi lulusan SD. Untuk bisa berkontribusi pada neraca perdagangan internasional sebagai sumber devisa, maka tuntutan para entrepreneur yang terdidik formal menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Untuk itulah peran Perguruan Tinggi (PT) termasuk Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dituntut untuk dapat melahirkan para wirausahawan yang terdidik formal. Seiring dengan itu, keluarnya Kepres No. 27/2013 tentang Inkubator Wirausaha telah memperkokoh upaya-upaya ke arah penciptaan wirausahawan muda melalui program inkubasi. Oleh karena itu, melalui program ini diharapkan terlahir wirausahawan yang kreatif dan terdidik formal sehingga dapat bersaing dalam tataran global pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan menjadi "soft skill" bagi lulusan UPI dengan kompetensi utama di bidang pendidikan dan pengajaran. Dengan demikian, angka pengangguran terdidik di negara ini akan berkurang, karena mereka memiliki kemampuan sebagai pencipta lapangan kerja, bukan semata pencari kerja. Dengan demikian, penerima manfaat langsung dari program ini adalah para mahasiswa UPI baik yang berkompetensi Pendidikan maupun Non Kependidikan.