p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Abmas
Taj Cyrila Aprila Syahda Difa
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan model percontohan kader siap bela negara berbasis identitas dan integritas pada organisasi kemahasiswaan Leni Anggraeni; Sandey Tantra Paramitha; Abdul Azis; Edah Jubaedah; Taj Cyrila Aprila Syahda Difa
Jurnal Abmas Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v23i2.67120

Abstract

Based on Article 27 paragraph (3), it mandates that "Every citizen has the right and obligation to participate in efforts to defend the country". So based on this mandate, the existence of student organizations is an important part of implementing state defense, especially in the campus environment which can of course be at the forefront in building state defense, especially during the COVID-19 pandemic, state defense has a vital role in being able to become a medium for building awareness. to maintain national identity and integrity. Therefore, this PkM aims to be able to develop a pilot model of cadres ready to defend the country based on identity and integrity in student organizations. The PkM program, using the participatory action study method, with 21 students as part of student organization representation within the Indonesian University of Education, with data collection techniques using questionnaires. The results of the implementation of this service program show that cadres are ready to defend the country in the climate of UPI student organizations showing a percentage of 61.9% stating that they Strongly Agree that students must have the awareness to be active and contribute to Student Organizations on campus as cadres ready to defend the country using a culturally appropriate approach respective organizations such as accustoming members to be disciplined and honest, prioritizing collective interests besides individual interests, every activity must be based on internalizing the values of Pancasila and defending the country as well as maintaining local cultures as a form of nationalism, identity and student integrity.   Abstrak Berdasarkan Pasal 27 ayat (3) mengamanatkan bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”. Maka berdasarkan amanat tersebut, keberadaan organisasi kemahasiswaan menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan bela negara, terkhusus di lingkungan kampus yang tentunya bisa menjadi garda terdepan dalam membangun bela negara terkhusus di masa pandemi COVID-19 bela negara sangat memiliki peran vital untuk bisa menjadi media pembangunan kesadaran untuk tetap mempertahankan identitas dan integritas bangsa. Oleh karena itu PkM ini bertujuan untuk bisa mengembangkan model percontohan kader siap bela negara berbasis identitas dan integritas pada organisasi kemahasiswaan. Program PkM dengan metode kaji tindak partisipatif ini bersama 21 mahasiswa sebagai bagian dari keterwakilan organisasi kemahasiswaan di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia, dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil pelaksanaan program pengabdian ini menunjukkan bahwa kader siap bela negara pada iklim organisasi kemahasiswaan UPI menunjukkan persentase 61,9 % menyatakan Sangat Setuju jika mahasiswa harus memiliki kesadaran untuk aktif dan berkontribusi dalam organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus sebagai kader siap bela negara dengan menggunakan pendekatan sesuai budaya organisasinya masing-masing seperti membiasakan anggota untuk disiplin dan jujur, mendahulukan kepentingan bersama di samping kepentingan individu, setiap kegiatan harus berlandaskan pada internalisasi nilai- nilai Pancasila dan bela negara serta menjaga kebudayaan-kebudayaan lokal sebagai wujud nasionalisme identitas dan integritas mahasiswa. Kata Kunci: kader; bela negara; identitas; organisasi kemahasiswaan
Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di masyarakat kawasan DAS Citarum melalui mahasiswa KKN sebagai media edukasi kesehatan Sandey Tantra Paramitha; Leni Anggraeni; Muhammad Gilang Ramadhan; Agung Wahyudi; Taj Cyrila Aprila Syahda Difa
Jurnal Abmas Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v23i2.67121

Abstract

Health problems are still a serious challenge, especially in the Citarum watershed. Changes in people's increasingly modern lifestyles are one of the foundations of Gerakan Masyarakat Hidup Sehat( GERMAS). A movement that aims to promote a culture of healthy living and abandon unhealthy habits and behavior in society. This GERMAS action was also followed by promoting clean and healthy living behavior and support for community-based infrastructure programs, which were synergized with the implementation of KKN by students at the Indonesian University of Education. This program has several focuses, including building access to meet drinking water needs and public health installations. Both are basic infrastructures that are the foundation of the healthy living community movement, especially for people living in the Citarum watershed area. The method used in implementing this empowerment program is a participatory action research method because this empowerment program is carried out as a medium for health education and socialization of the Healthy Living Community Movement (GERMAS). This service is in Ketapang District, Bandung Regency, by empowering KKN students, the community, and the government. The results of this program found that increased access to drinking water needs increased understanding of healthy living. This program implies that people's behavior that ignores the importance of healthy and clean living can be overcome.   Abstrak Masalah kesehatan masih menjadi sebuah tantangan serius khususnya di kawasan DAS Citarum. Perubahan pola hidup masyarakat yang makin modern menjadi salah satu dasar GERMAS. Sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Aksi GERMAS ini juga diikuti dengan memasyarakatkan perilaku hidup bersih sehat dan dukungan untuk program infrastruktur dengan basis masyarakat, yang disinergikan dengan pelaksanaan KKN yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia. Program ini memiliki beberapa fokus seperti membangun akses untuk memenuhi kebutuhan air minum, instalasi kesehatan masyarakat. Keduanya merupakan infrastruktur dasar yang menjadi pondasi dari gerakan masyarakat hidup sehat khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan DAS Citarum. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program pemberdayaan ini adalah metode kajitindak partisipatif karena program pemberdayaan ini dilakukan sebagai media edukasi kesehatan dan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Pengabdian ini berada di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Bandung dengan memberdayakan mahasiswa KKN, masyarakat dan pemerintah. Hasil dari program ini ditemukan bahwa terbangunnya akses untuk memenuhi kebutuhan air minum, meningkatnya pemahaman mengenai hidup sehat. Implikasi dari program ini adalah perilaku masyarakat yang abai terhadap pentingnya hidup sehat dan bersih bisa teratasi. Kata Kunci: DAS Citarum; edukasi kesehatan; Kuliah Kerja Nyata