Adiwignya Nugraha Widhi Harita
Universitas Negeri Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Program Penguatan Kesejahteraan melalui Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Bullying dan NAPZA Rizky Putra Santosa; Ellyana Ilsan Eka Putri; Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi; Adiwignya Nugraha Widhi Harita; Mimbar Oktaviana; Mesa Taja Izza Jannati Erbi; Nayra Aqilah
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1730

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa MTs Kebunrejo Genteng, Banyuwangi mengenai pencegahan perilaku bullying dan bahaya NAPZA melalui intervensi psikoedukasi. Remaja di lingkungan pesantren rentan terhadap permasalahan psikososial seperti perundungan dan penyalahgunaan NAPZA. Metode pelaksanaan meliputi presentasi materi, diskusi, studi kasus, dan praktik pembuatan poster edukasi yang diikuti oleh 56 siswa. Efektivitas program diukur menggunakan instrumen pretes-postes yang dianalisis dengan uji statistik paired sample t-test dan Wilcoxon signed-rank test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan keseluruhan yang signifikan (t(55) = -2,46; p < 0,01; d = -0,32), meskipun dengan efek yang tergolong kecil (d = -0,32). Program ini menyimpulkan bahwa pendekatan psikoedukasi efektif untuk materi faktual seperti NAPZA, namun membutuhkan strategi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk mengatasi kompleksitas pencegahan perilaku bullying. Respon peserta terhadap program secara keseluruhan berada pada kategori puas. Rekomendasi untuk intervensi serupa di masa depan adalah pengembangan program yang lebih diferensiatif sesuai dengan karakteristik masing-masing permasalahan.
Hubungan antara Durasi Penggunaan Tiktok dengan Kualitas Tidur Mas Ayu Kirani Putri Kuswoyo; Qurrota A'yuni Fitriana; Adiwignya Nugraha Widhi Harita
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p776-783

Abstract

Perkembangan media sosial berbasis video pendek, khususnya TikTok, telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan memunculkan kekhawatiran terhadap dampaknya pada kesehatan, salah satunya kualitas tidur. Tingginya durasi penggunaan TikTok diduga berkontribusi terhadap gangguan tidur, meskipun hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan TikTok dengan kualitas tidur pada pengguna aktif media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 69 responden yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang mengukur durasi penggunaan TikTok dan kualitas tidur responden, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik JASP. Uji normalitas menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis hubungan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar ρ = –0,168 dengan nilai signifikansi p = 0,167 (p > 0,05), yang menandakan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan TikTok dan kualitas tidur. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa durasi penggunaan TikTok tidak secara langsung menentukan kualitas tidur individu, sehingga faktor lain seperti pola penggunaan sebelum tidur dan kontrol diri perlu diperhatikan dalam upaya meningkatkan kualitas tidur. Abstract The rapid development of short video–based social media, particularly TikTok, has become an integral part of daily life and raised concerns regarding its impact on health, especially sleep quality. The high duration of TikTok use is often assumed to contribute to sleep disturbances; however, previous studies have reported inconsistent findings. This study aimed to examine the relationship between TikTok usage duration and sleep quality among active social media users. A quantitative approach with a survey method was employed involving 69 respondents selected based on predetermined criteria. Data were collected through an online questionnaire measuring daily TikTok usage duration and sleep quality, and subsequently analyzed using JASP statistical software. Normality testing indicated that the data were not normally distributed; therefore, Spearman correlation analysis was applied. The results showed a correlation coefficient of ρ = –0.168 with a significance value of p = 0.167 (p > 0.05), indicating no significant relationship between TikTok usage duration and sleep quality. In conclusion, the findings suggest that the duration of TikTok use alone does not directly determine an individual’s sleep quality. Other factors such as patterns of use before bedtime and self-regulation should be considered to better understand and improve sleep quality.
Gambaran Makna Kerja dan Kesiapan Psikologis Karyawan Menjelang Purnabakti di PT X Restu Citra Amalia; Adiwignya Nugraha Widhi Harita
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p1181-1189

Abstract

Transisi menuju masa purnabakti merupakan fase krusial dalam perjalanan karier yang melibatkan perubahan peran, rutinitas, dan identitas, sekaligus menuntut kesiapan psikologis individu dalam menghadapi akhir peran kerja formal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna kerja dan kesiapan psikologis karyawan menjelang purnabakti dalam konteks organisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologis, melibatkan dua partisipan karyawan pada PT X yang mendekati masa purnabakti, dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara sebelum dan setelah konseling pra-purnabakti serta observasi non-partisipan, kemudian dianalisis secara tematik untuk menafsirkan esensi pengalaman partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kerja, yang terbentuk dari pengalaman kerja jangka panjang, nilai-nilai personal, dan refleksi diri, berperan penting dalam membentuk kesiapan psikologis menghadapi purnabakti. Partisipan yang memaknai pekerjaan secara bermakna dan memiliki dukungan sosial yang baik, menunjukkan kesiapan adaptif, mampu menerima perubahan peran, serta mempertahankan kesejahteraan psikologis. Temuan ini menegaskan bahwa pemaknaan kerja dan kesiapan psikologis merupakan faktor kunci dalam transisi purnabakti, sekaligus menjadi dasar bagi pengembangan intervensi atau konseling pra-purnabakti yang lebih komprehensif dan adaptif. Abstract The transition to retirement is a crucial phase in one's career journey, involving changes in roles, routines, and identity, while also requiring individuals to be psychologically prepared to face the end of their formal working life. This study aims to understand the meaning of work and the psychological readiness of employees approaching retirement in an organizational context. The approach used is qualitative with a phenomenological design, involving two employee participants at PT X who are approaching retirement, selected through purposive sampling. Data were collected through interviews before and after pre-retirement counseling and non-participant observation, then analyzed thematically to interpret the essence of the participants' experiences. The results show that the meaning of work, which is formed from long-term work experience, personal values, and self-reflection, plays an important role in shaping psychological readiness for retirement. Participants who found meaning in their work and had good social support showed adaptive readiness, were able to accept role changes, and maintained psychological well-being. These findings confirm that work meaning and psychological readiness are key factors in the retirement transition, as well as the basis for developing more comprehensive and adaptive pre-retirement interventions or counseling.