Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EDUKASI SEKOLAH TANPA BULLYING, OPTIMALKAN KESEHATAN MENTAL ANAK USIA SEKOLAH Jumaini Jumaini; Fathra Annis Nauli; Fajar Canas; Tasya Ferliana Rosa; Jeli Jeli; Malvino Prana Yuda; Inaya Putri Nashira; Gusvany Arifah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.58605

Abstract

Anak usia sekolah merupakan kelompok usia 6–12 tahun yang sedang berada pada tahap perkembangan sosial dan emosional yang pesat. Pada masa ini, anak mulai belajar berinteraksi, bekerja sama, dan membangun hubungan dengan teman sebaya. Namun, kurangnya pemahaman tentang perilaku sosial yang sehat dapat memicu terjadinya perilaku bullying di lingkungan sekolah yang berdampak pada Kesehatan mental mereka. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah tentang bullying, dampak, serta cara mencegah dan menanganinya dengan tepat. Kegiatan dilakukan di SD N 91 Kota Pekanbaru pada 63 siswa. Kegiatan diawali denagn sesi pre-test dan diakhiri dengan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Media edukasi menggunakan Power Point (PPT), video edukatif, serta diskusi interaktif dan bermain peran (role play) tentang situasi bullying. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 64,4 dan post-test sebesar 86,7, yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman setelah diberikan edukasi. Selain itu, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan, terutama pada sesi role play yang membantu peserta memahami secara langsung bentuk-bentuk bullying dan bagaimana cara menanggapinya dengan bijak. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran siswa untuk saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari bullying, serta menjadi program berkelanjutan bagi pihak sekolah dalam upaya promosi kesehatan jiwa anak usia sekolah.
Hubungan Karakteristik Demografi Ibu Postpartum dengan Metode Kontrasepsi yang Digunakan Jeli Jeli; Widia Lestari; Ari Pristiana Dewi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.897

Abstract

Penggunaan metode kontrasepsi pada ibu Postpartum merupakan upaya penting untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan, mengatur jarak kelahiran, dan mendukung keberhasilan program keluarga berencana. Pemilihan metode kontrasepsi dipengaruhi oleh berbagai karakteristik demografi ibu Postpartum, seperti usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, metode persalinan, dan lama pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik demografi ibu Postpartum dengan metode kontrasepsi yang digunakan di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo dan Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 68 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan metode kontrasepsi hormonal sebanyak 42 orang (61,8%), dengan jenis kontrasepsi yang paling banyak digunakan adalah implant. Sementara itu, metode kontrasepsi non hormonal digunakan oleh 26 responden (38,2%), dengan IUD sebagai metode yang paling banyak dipilih. Responden usia dewasa awal, berpendidikan SMA, tidak bekerja, Multipara, persalinan normal, serta lama pernikahan kurang dari 10 tahun cenderung menggunakan kontrasepsi hormonal. Sebaliknya, responden usia dewasa akhir, Grande Multipara, persalinan Sectio Caesarea, dan lama pernikahan lebih dari 10 tahun lebih banyak menggunakan kontrasepsi non hormonal. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara karakteristik demografi ibu Postpartum dengan penggunaan metode kontrasepsi (p < 0,005) .Disimpulkan bahwa karakteristik demografi ibu Postpartum berhubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi. Tenaga kesehatan perlu meningkatkan edukasi dan konseling kontrasepsi yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan ibu Postpartum.
Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Pemberdayaan Masyarakat Tasya Ferliana Rosa; Ns. Jumaini M.Kep.,Sp.Kep.J; Inaya Putri Nashira; Tanta Adhwu Eman Lano; Jeli jeli; Fajar Canas; Gusvany Arifah; Miranda Dwi Yana; Amanah Keisha; Sri Ardayani; Malvino Prana Yuda; Mauren Nabeel Ghaniya; Sindy Eva Yanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Jajama (JPMJ) Vol 4 No 2 (2025): JPMJ Vol 4 No 2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jpmj.v4i2.461

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu ancaman kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama di wilayah dengan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangan vektor penyakit. Selain rendahnya pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dan gejala DBD, faktor lingkungan seperti mudah terjadi banjir, banyaknya sampah berserakan, serta genangan air yang tidak terkelola turut meningkatkan risiko terjadinya dan berkembangnya kasus DBD di masyarakat. Untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di RW 10 Kelurahan Sri Meranti dengan fokus pada pemberian edukasi, gotong royong membersihkan halaman dan inovasi pembuatan diffuser alami dari cengkeh dan kayu manis mengenai pencegahan dan deteksi dini DBD. Pre-test dan post-test diberikan kepada 12 peserta yang mengikuti edukasi. Kegiatan ini juga melibatkan 60 warga yang berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong dan penerapan hasil edukasi di lingkungan sekitar. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dari rata-rata nilai pre-test sebesar 63,3% menjadi 95,0% pada post-test, dengan peningkatan sebesar 31,7%. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan gotong royong yang dilakukan juga berhasil membersihkan area pemukiman dari tumpukan sampah dan menghilangkan genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Inovasi berupa pembuatan diffuser alami dari campuran cengkeh dan kayu manis juga mendapat respons positif dari warga sebagai alternatif pengusir nyamuk yang ramah lingkungan.