Sholihudin Amin
Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Berpuasalah, Niscaya Sehat: Kajian Tematik Hadis-Hadis Puasa Ramadan dan Relevansinya dengan Kesehatan dalam Perspektif Ilmu Kedokteran Kontemporer Rizky Akbar Mubarakh Munthe; Sholihudin Amin
Journal of Research and Public Horizons Vol. 2 No. 1 (2026): Juni : Journal of Research and Public Horizons
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jrph.v2i1.634

Abstract

Artikel ini mengkaji secara tematik hadis-hadis sahih tentang puasa Ramadan dan relevansinya dengan kesehatan. Permasalahan yang diangkat adalah kesenjangan antara tingginya angka penyakit tidak menular di Indonesia—obesitas 21,8%, diabetes melitus 10,7%, dan hipertensi 34,1% (Riskesdas, 2018)—dengan potensi manfaat kesehatan puasa Ramadan yang tercermin dalam hadis-hadis Nabi صلى الله عليه وسلم. Dengan menggunakan metode kajian hadis mawdhuʼi (tematik) dan pendekatan analisis lintas disiplin antara ilmu hadis dan ilmu kedokteran, penelitian ini mengkaji enam hadis berkualitas shahih dan hasan shahih dari kitab-kitab hadis muʼtabar. Hasil kajian menunjukkan bahwa hadis-hadis puasa Ramadan memiliki kesesuaian substantif dengan sejumlah temuan sains modern, mencakup induksi autophagy, perbaikan metabolisme, penguatan sistem imun, dan peningkatan regulasi emosi. Kontribusi artikel ini adalah menawarkan kerangka analisis lintas disiplin yang dapat memperkaya kajian hadis kontemporer, sekaligus menyediakan landasan normatif bagi pemahaman yang lebih komprehensif terhadap praktik puasa Ramadan.
Epistemologi Tafsir bi al-Ra'yi: Sumber, Metode, dan Karakteristik dalam Tradisi Tafsir Islam Evi Aulia; Sholihudin Amin; Akhmad Dasuki
Journal of Golden Generation Religious Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v2i2.660

Abstract

Artikel ini mengkaji epistemologi tafsir bi al-ra'yi dalam tradisi penafsiran Al-Qur'an. Penelitian ini bertujuan menjelaskan genealogi historis, sumber-sumber epistemologis, prosedur metodologis, dan karakteristik tafsir rasional dalam tradisi tafsir Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka (library research) dengan metode analisis historis-intelektual dan epistemologis, penelitian ini menganalisis literatur klasik dan kontemporer bidang Ulumul Qur'an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir bi al-ra'yi bukan sekadar penafsiran berbasis pendapat pribadi, melainkan proses intelektual terstruktur yang berpijak pada tiga sumber epistemologis utama: akal ('aql), bahasa Arab (lughat al-'Arab), dan prinsip metodologi hukum Islam (usul al-fiqh). Secara metodologis, penafsiran ini mengikuti prosedur sistematis: pembacaan teks, analisis linguistik, elaborasi rasional, dan validasi normatif melalui kaidah syar'i. Tujuh karakteristik utama tafsir bi al-ra'yi berhasil dirumuskan: rasional-argumentatif, berbasis linguistik, bersifat istinbati, terbuka terhadap konteks, tidak bebas nilai, integratif antara naql dan 'aql, serta bersifat ijtihadi. Secara historis, metode ini berkembang bertahap dari era sahabat hingga periode klasik dan modern. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tafsir bi al-ra'yi terbagi menjadi dua kategori: al-ra'yi al-mahmud (terpuji) yang mengikuti kaidah ilmiah, dan al-ra'yi al-madhmum (tercela) yang didasarkan pada opini tanpa landasan keilmuan memadai.
Analisis Komparatif Kitab Shafwah al-Tafāsīr dan Al-Wasīṭ: Telaah Sejarah, Sumber, Manhaj, Mazhab, dan Distingsi Corak Penafsiran Sholihudin Amin; Fitri A; Akhmad Dasuki
Jurnal Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jsiat.v2i2.275

Abstract

Artikel ini mengkaji secara komparatif dua karya tafsir modern yang berpengaruh, yaitu Shafwah al-Tafāsīr karya Muḥammad ‘Alī ash-Ṣābūnī dan al-Tafsīr al-Wasīṭ karya Muḥammad Sayyid al-Ṭanṭāwī. Keduanya hadir sebagai respons atas kebutuhan umat Islam modern terhadap penafsiran Al-Qur’an yang sistematis, ringkas, dan kontekstual, namun dibangun di atas manhaj dan orientasi keilmuan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis komparatif, dengan menelaah aspek sejarah penulisan, sumber penafsiran, manhaj metodologis, kecenderungan mazhab, serta distingsi corak penafsiran masing-masing mufassir. Hasil kajian menunjukkan bahwa Shafwah al-Tafāsīr bercorak tahlīlī dengan kecenderungan ijmālī dan fokus kuat pada ayat-ayat hukum (fiqhiyyah), serta berupaya merangkum otoritas tafsir klasik secara sistematis. Sementara itu, al-Wasīṭ menampilkan pendekatan adabī-ijtima‘ī dengan penekanan pada analisis kebahasaan, rasionalitas moderat, dan kontekstualisasi sosial yang mencerminkan tradisi intelektual al-Azhar. Studi ini menegaskan bahwa perbedaan manhaj kedua tafsir tersebut tidak bersifat kontradiktif, melainkan saling melengkapi dalam memperkaya khazanah metodologi tafsir kontemporer.