Harda Armayanto
Centre for Islamic and Occidental Studies (CIOS), Universitas Darussalam Gontor, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Ecological Crisis and Worldview: An Analytical Study of Secular and Islamic Perspective Harda Armayanto; Adib Fattah Suntoro; Ulfatun Wahidatun Nisa; Amir Sahidin; Luthfi Muhyiddin
Tasfiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol. 10 No. 1 (2026): Tasfiyah: Jurnal Pemikiran Islam
Publisher : University of Darussalam Gontor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tasfiyah.v10i1.8

Abstract

This article analyzes the relationship between ecological crisis and the construction of the human worldview, explaining how certain paradigms contribute to environmental degradation. Conceptually, ecological crisis and worldview  distinct entities; however, they are closely interconnected, as worldview functions as the primary driving force in shaping both social and moral continuity and transformation. Accordingly, human perception of the world generates actions, including responses to global ecological problems; thus, errors in worldview lead to inappropriate actions toward nature. This study employs a qualitative method with a library research approach, drawing on a range of literature, both classical and contemporary, in both print and digital formats. The analysis is conducted through a conceptual exposition of worldview and ecological crisis, followed by an examination of their relationship. The findings indicate that the contemporary ecological crisis cannot be separated from the dominance of the Western secular worldview, which tends to position nature as an object of exploitation. As an alternative, this article proposes the Islamic worldview as a solution, which for more than 1,400 years has taught the principles of balance and responsibility toward nature. The concepts of iṣlāḥ (reform) and ifsād (corruption/destruction) serve as ethical foundations for establishing a harmonious relationship between humans and the environment. Furthermore, this study recommends that future research further develop and empirically examine the implementation of the Islamic paradigm as both a conceptual and practical approach to environmental preservation.
Penguatan Spiritualitas Pekerja Tambang melalui Dakwah Ramadhan di PT. Halmahera Jaya Feronikel: Pengabdian Amir Sahidin; Harda Armayanto; Usmanul Khakim; Neneng Uswatun Khasanah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5265

Abstract

Program Ramadhan Penjuru Negeri 1444 H dilatarbelakangi oleh kebutuhan penguatan spiritual dan ukhuwah Islamiyah bagi pekerja Muslim di kawasan industri pertambangan yang memiliki latar belakang budaya dan mazhab fikih yang beragam. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas ibadah, pemahaman keislaman, serta keharmonisan sosial jamaah selama bulan Ramadhan. Program dilaksanakan di Masjid Al-Muhajirin PT. Halmahera Jaya Feronikel (HJF), Kawasi, Pulau Obi, Maluku Utara, melalui metode pendampingan ibadah, kajian keislaman terjadwal, pembinaan tilawah dan tahfidz Al-Qur’an, konsultasi keagamaan, serta kegiatan sosial. Hasil pelaksanaan program menunjukkan peningkatan partisipasi karyawan dalam ibadah berjamaah, meningkatnya motivasi dalam menuntut ilmu agama, serta tumbuhnya sikap toleransi dan ukhuwah di tengah keberagaman jamaah. Kesimpulannya, Program Ramadhan Penjuru Negeri berperan efektif dalam memperkuat ketahanan spiritual pekerja dan menegaskan pentingnya kehadiran dai secara berkelanjutan di kawasan industri terpencil.
Konsep Ta’aruf Quraish Shihab dan Relevansinya bagi Hubungan Antar Umat Beragama di Indonesia Harda Armayanto; Amir Sahidin; Pujangga Aji Mukti
Al-Muhith: Jurnal Ilmu Qur'an dan Hadits Al-Muhith Vol. 5, No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v5i1.5752

Abstract

Hubungan  antar umat beragama di Indonesia tidak jarang diwarnai ketegangan, baik dalam bentuk diskriminasi, intoleransi, maupun konflik sosial. Salah satu penyebab utamanya adalah minimnya pemahaman terhadap konsep ta’aruf dalam Al-Qur’an, yang sering disalahartikan hanya sebatas urusan pernikahan. Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah menekankan bahwa ta’aruf bukan sekadar perkenalan formal, melainkan proses membangun kedekatan, saling pengertian, serta kerja sama yang berlandaskan kesadaran akan kehendak Allah dalam menciptakan keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep ta’aruf Quraish Shihab dan relevansinya terhadap praktik hubungan umat beragama di Indonesia. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari Tafsir al-Mishbah dan karya-karya Quraish Shihab lainnya, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, permasalahan utama hubungan antar umat beragama berakar pada kurangnya pemahaman akan konsep ta’aruf dalam Al-Qur’an. Kedua, Quraish Shihab mengartikan ta’aruf sebagai prinsip etika dan spiritual yang dapat diterapkan di berbagai agama, etnis, budaya, dan peradaban. Ketiga, relevansinya terhadap praktik hubungan umat beragama meliputi: dialog antaragama, pendidikan, dan interaksi sosial.