M. Kasyful Anwar
Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Internalisasi Nilai-Nilai Akhlak Islami melalui Konten Religi Digital pada Peserta Didik Generasi Z M. Kasyful Anwar; Ahmad; Hendro Perdana Putra; Eko Nursalim
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7096

Abstract

Arus globalisasi yang semakin intens telah membawa perubahan signifikan dalam aspek budaya, sosial, dan moral kehidupan masyarakat, terutama pada Generasi Z yang sangat akrab dengan teknologi digital. Fenomena ini menimbulkan tantangan serius terhadap proses internalisasi nilai-nilai Islam, karena eksposur terhadap budaya global dapat melemahkan identitas spiritual dan karakter religius peserta didik muda. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi internalisasi nilai-nilai Islam bagi Generasi Z di tengah pengaruh globalisasi yang kompleks dan dinamis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur yang bersumber dari artikel ilmiah, buku, serta penelitian terdahulu tentang pendidikan Islam, perkembangan remaja, dan dinamika budaya digital.Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Islam bagi Generasi Z dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan, antara lain penguatan literasi keislaman digital, keteladanan dalam lingkungan keluarga dan pendidikan, pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah kreatif, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam kurikulum pendidikan formal maupun nonformal. Proses ini mencakup tahapan pengetahuan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan sehingga terbentuk karakter religius yang kokoh. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai Islam di era globalisasi memerlukan inovasi pedagogis yang adaptif serta kolaborasi antara keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan kebijakan pendidikan Islam yang relevan dengan kebutuhan generasi digital.
TRANSFORMATIONAND POLICY PROBLEMS ISLAMIC EDUCATION M. Kasyful Anwar; Sabran; Sri Susmiati
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v7i2.5177

Abstract

This study examines the dynamics and challenges in the implementation of Islamic education  policies across various levels of education in Indonesia, ranging from primary education to  higher education. Using a descriptive qualitative approach, the study analyzes how these  policies contribute to national education goals and address structural issues within the  education system. The findings reveal that despite the existence of systematic regulations,  significant challenges remain, including the uneven distribution and quality of educators,  disparities in facilities between urban and rural areas, unstable curricula, and weak institutional  coordination. These issues are further exacerbated by limited professional training  opportunities and inadequate integration of Islamic values and religious moderation. The  authors propose several solutions, including the digitalization of Islamic education,  strengthening teacher competencies, implementing context-based curriculum reforms, and  enhancing community engagement. The study highlights the importance of participatory and  locally responsive policy reforms to improve the quality and relevance of Islamic education in  Indonesia. The implications of this study suggest that adaptive and sustainable policy  implementation can enhance the quality of Islamic education, promote equitable access to  educational opportunities, and support the development of competent, moderate, and character driven learners in accordance with the goals of national education. The implication of implementing these policy recommendations has the potential to improve the quality of learning processes and outcomes, expand access to more equitable Islamic education, reduce the gap in education quality between regions, and strengthen the pedagogical and professional strength of teachers.