Dwi Salsa Nabila
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Servant Leadership Kepala Madrasah Integrasi dengan Nilai Pendidikan Islam: Kajian Literatur Dwi Salsa Nabila; Aisyah Nurul Azkia Efendi; M. Ihksan; Irsan Suryadi; Mudasir
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7371

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif konsep servant leadership (kepemimpinan pelayan) kepala madrasah dalam perspektif pendidikan Islam melalui pendekatan kajian literatur. Fenomena lemahnya mutu pendidikan madrasah di Indonesia mendorong urgensi kajian kepemimpinan yang relevan secara teoritis maupun berbasis nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR). Hasil kajian menunjukkan bahwa servant leadership memiliki keselarasan yang kuat dengan nilai-nilai kepemimpinan Islam seperti khidmah, amanah, uswah hasanah, dan syura. Kepala madrasah yang menerapkan servant leadership berperan sebagai pelayan guru dan staf, pemberdaya sumber daya manusia, pembangun komunitas madrasah, serta teladan atau uswah hasanah bagi seluruh warga madrasah. Secara empiris, penerapan servant leadership terbukti berkontribusi positif terhadap peningkatan kinerja guru, motivasi kerja, budaya kolaboratif, serta mutu pendidikan madrasah secara keseluruhan. Kajian ini menegaskan bahwa servant leadership bukan sekadar model manajemen modern, melainkan merupakan manifestasi dari nilai-nilai kepemimpinan Islam yang telah lama dipraktikkan oleh para pemimpin Muslim terdahulu.
Tafsir Ayat dan Hadis Tentang Mutu Lembaga Pendidikan Aisyah Nurul Azkia Efendi; Dwi Salsa Nabila; Irsan Suryadi; M. Ihksan; Muhammad Fitriyadi
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.890

Abstract

Mutu lembaga pendidikan Islam merupakan isu strategis yang memerlukan landasan normatif yang kokoh, bukan sekadar pendekatan manajerial teknis semata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tafsir ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits Nabi SAW yang relevan dengan manajemen mutu pendidikan serta menganalisis relevansinya dengan konsep manajemen mutu modern. Penelitian ini menggunakan metode library research (penelitian kepustakaan) dengan pendekatan tafsir tematik (tafsir mawdhu'i), di mana ayat-ayat dan hadits dikumpulkan berdasarkan tema manajemen mutu kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an memuat prinsip-prinsip manajemen mutu yang komprehensif: QS. Al-Qashash: 77 menegaskan prinsip ihsan sebagai standar mutu tertinggi; QS. Al-Hasyr: 18 mengandung konsep perencanaan mutu (quality planning); QS. Al-Kahfi: 110 mendorong proses kerja yang berkualitas; QS. An-Najm: 39 menjadi fondasi penjaminan mutu (quality assurance); QS. Al-Mulk: 3-4 mengajarkan konsep zero defect; dan QS. As-Syu'ara: 181-183 menegaskan prinsip fokus pada pelanggan. Hadits itqan, ihsan, dan atsar Umar ibn al-Khattab memperkuat nilai-nilai tersebut secara praktikal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islam telah meletakkan fondasi teologis yang sangat kuat dan komprehensif bagi manajemen mutu pendidikan, jauh sebelum konsep TQM modern dirumuskan oleh para ahli Barat.
Dinamika Lembaga Pendidikan Islam Masa Khulafa' Rasyidin: Tinjauan Historis Dwi Salsa Nabila; Zuhairansyah Arifin
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.927

Abstract

Penelitian ini mengkaji sejarah dan perkembangan lembaga pendidikan Islam pada masa Khulafa' Rasyidin (11-41 H/632-661 M). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perjalanan historis pendidikan Islam di bawah kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib; mengidentifikasi bentuk-bentuk lembaga pendidikan Islam yang ada; serta menganalisis perkembangan lembaga tersebut sepanjang periode tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif historis melalui studi kepustakaan dengan menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder yang mencakup lebih dari lima belas referensi ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam pada masa ini berlangsung melalui tiga lembaga utama: masjid sebagai pusat kegiatan intelektual dan keagamaan, kuttab sebagai pendidikan dasar untuk baca tulis dan tahfizh Al-Qur'an, serta halaqah sebagai lingkaran belajar informal. Kemajuan signifikan mencakup pengumpulan mushaf Al-Qur'an pada masa Abu Bakar, perluasan pendidikan ke wilayah-wilayah taklukan pada masa Umar yang juga menetapkan gaji bagi para pendidik dari Baitul Mal, standardisasi Mushaf Utsmani, serta kontribusi dasar ilmu nahwu pada masa Ali bin Abi Thalib. Dapat disimpulkan bahwa masa Khulafa' Rasyidin telah meletakkan fondasi intelektual dan kelembagaan yang kokoh bagi perkembangan peradaban Islam selanjutnya.