Zuhairansyah Arifin
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGELOLAAN WAKTU DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Zuhairansyah Arifin
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1147.945 KB) | DOI: 10.30829/taz.v11i1.1127

Abstract

Tulisan ini bertujuan menyampaikan pesan Allah dengan urgensi pemanfaatan waktu dalam pendidikan. Penelitian ini dilakukan dengan metode library research. Pengumpulan data dilakukan dengan memfilter referensi yang berhubungan dengan waktu dan pendidikan dengan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penga­tu­ran waktu bagi setiap orang telah diatur oleh Allah swt. Ajaran Islam menganggap pemahaman terhadap hakikat menghargai waktu sebagai salah satu indikasi keimanan dan bukti ketaqwaan. Rasulullah saw. mengajarkan umat untuk pandai mengatur waktu dengan disiplin menegakkan waktu salat, yaitu jadwal yang tidak bisa diganggu gugat. Karena itu, melalui pengelolaan atau manajemen waktu, kewajiban setiap muslim terhadap waktu harus dilakukan. Pertama, menjaga manfaat waktu sebagaimana menjaga harta, bahkan harus lebih dari itu. Kedua, tidak menyia-nyiakan waktu yang ada. Ketiga, mengisi kekosongan waktu dengan berbagai aktivitas bermanfaat bagi diri maupun masyarakat. Keempat, berlomba-lomba dalam kebaikan. Kelima, selalu belajar dari perjalanan hari demi hari dan waktu demi waktu.
PENGUATAN PENDIDIKAN MORAL BAGI ANAK MELALUI DIDIKAN SUBUH DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN Zuhairansyah Arifin; Afrida Afrida; Nurkamelia Mukhtar AH; Nurhayati Sudirman
Jurnal Pema Tarbiyah Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/pema.v1i2.2249

Abstract

Dewasa ini nilai-nilai moral dalam masyarakat semakin terbuka menyebabkan perubahan dalam perilaku anak. Tanpa sadar, anak terpapar informasi yang belum tentu baik dan bermanfaat. Kekerasan, ucapan kasar, dan bullying yang ditonton di TV, dilihat, dan dialami, dapat memberi pesan negatif pada anak, pada endingnya berdampak buruk dalam penerapan moralitas sosial dalam masyarakat. Kaum liberal mengatakan, standar moral dapat direvisi atau sepenuhnya dapat berubah segaris dengan kehendak manusia. Sesuatu yang dianggap baik oleh suatu sistem feodalistik, mungkin tidak dapat diterima oleh suatu bentuk kehidupan yang berbeda, oleh karenanya standarisasi moral akan berubah sesuai dengan kondisi zaman. Jika kaum konservatif mempertahankan bahwa standar-standar moral yang mendasar tak dapat berubah, maka aliran kontemporer mengatakan bahwa standar moral bisa berubah secara progresif. Kehidupan sosial-budaya yang bagus, belum tentu baik dalam pandangan orang lain. Ini dikarenakan seperangkat mata dan pengalaman yang berbeda disegenap lapisan masyarakat. Dari sini pula muncul alasan, pentingnya penguatan karakter bagi anak dengan menerapkan pola pengasuhan yang melatih anak untuk mulai mengenal benar dan salah, serta memberi teladan dan membiasakan perilaku baik. Kata Kunci: Pendidikan Moral, Didikan Subuh, al-Qur’an
EARLY CHILDHOOD APPETITE IN RA AL-QUR'AN AL MUNAWAR (ANALYSIS OF THE INFLUENCE OF VEGETABLE FOOD CREATIONS) Istikhanah; Heldanita; Nurhasanah Bakhtiar; Nurkamelia Mukhtar AH; Arbi Arbi; Zuhairansyah Arifin; Yossy Irawan
Islamic EduKids: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2024): Islamic EduKids: Juni
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/iek.v6i1.9924

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya anak usia dini yang bermasalah pada nafsu makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh upaya kreasi makanan sayur mayur dalam meningkatkan nafsu makan anak usia 4-5 tahun di RA Al-Qur’an Al-Munawar kampung merangkai kecamatan dayun kabupaten siak sri indrapura. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Pre-eksperimen design tipe one group pritest-posttest. Subjek penelitian ini adalah anak RA Al-Qur’an Al-Munawar kampung merangkai yang berjumlah 30 anak. Objek penelitian ini adalah mengkreasikan makanan sayur mayur untuk meningkatkan nafsu makan anak usia 4-5 tahun di RA Al-Qur’an Al-Munawar kampung merangkai kecamatan dayun kabupaten siak sri indrapura. Populasi penelitian ini adalah anak RA Al-Qur’an Al-Munawar kampung merangkai yang berjumlah 30 anak. Sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh yang berjumlah 30 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan metode Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Uji Hipotesis (Uji t). Hasil penelitian data dikatakan mengalami peningkatan yang signifikan jika sig. < 0,05, jika sig > 0,05 maka H0 diterima, Ha ditolak dan sebaliknya jika sig < 0,05 maka H0 ditolak, Ha diterima. Untuk mengetahui hipotesis diterima atau ditolak berdasarkan data SPSS windows ver.26 dapat dilihat dari perbandingan t hitung 42,662 lebih besar dari pada t tabel = 2,048 dengan dk yaitu: DK = n-k = 30-2 = 28. Dengan dk = 28, maka dapat dilihat t hitung = 42,662 lebih besar dari t tabel = 2,048. Dengan demikian H0 = ditolak dan Ha = diterima, berarti dalam penelitian ini terdapat pengaruh kreasi makanan sayur mayur untuk meningkatkan nafsu makan anak usia 4-5 tahun di RA Al-Qur’an Al-Munawar Kampung Merangkai Kecamatan Dayun Kabupaten Siak Sri Indrapura. Kata Kunci : Kreasi Makanan Sayur, Nafsu Makan, Anak Usia Dini Abstract This research was motivated by the large number of young children who have problems with their appetite. This research aims to determine the effect of efforts to create vegetable food in increasing the appetite of children aged 4-5 years in RA Al-Qur'an Al-Munawar, Merangkai village, Dayun sub-district, Siak Regency, Sri Indrapura. This type of research is quantitative with a pre-experimental design method, one group test-posttest type. The subjects of this research were 30 children from RA Al-Qur'an Al-Munawar village, totaling 30 children. The object of this research is to create vegetable food to increase the appetite of children aged 4-5 years in RA Al-Qur'an Al-Munawar, Merangkai village, Dayun sub-district, Siak district, Sri Indrapura. The population of this study were 30 children from RA Al-Qur'an Al-Munawar village, totaling 30 children. The sample in this study used a saturated sample of 30 children. Data collection techniques use Observation, Interview and Documentation methods. The data analysis technique uses hypothesis testing (t test). The results of the data research are said to have experienced a significant increase if sig. < 0.05, if sig > 0.05 then H0 is accepted, Ha is rejected and vice versa if sig < 0.05 then H0 is rejected, Ha is accepted. To find out whether a hypothesis is accepted or rejected based on SPSS Windows ver.26 data, it can be seen from the comparison of t calculated 42.662 which is greater than t table = 2.048 with dk, namely: DK = n-k = 30-2 = 28. With dk = 28, it can be seen t count = 42.662 is greater than t table = 2.048. Thus, H0 = rejected and Ha = accepted, meaning that in this study there is an influence of vegetable food creations to increase the appetite of children aged 4-5 years in RA Al-Qur'an Al-Munawar, Merangkai Village, Dayun District, Siak Sri Indrapura Regency. Keywords: Vegetable Food Creation, Appetite, Early Childhood
Stimulating Children's Moral and Religious Development: Analysis of the Use of Puzzle Learning Media Rohmadanis Rohmadanis; Heldanita Heldanita; Yulia Novita; Nurkamelia Mukhtar AH; Nurhayati Nurhayati; Zuhairansyah Arifin; Siti bt Samaun
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 8, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v8i1.37825

Abstract

This research is motivated by the low religious values of early childhood at Azalia School Pekanbaru. The purpose of this study was to determine the process of improving religious values in early childhood using puzzle media. This study was a classroom action esearch, with the subjects being the teacher and 12 students. The object of this study was the Pillar of Islam media. This research was conducted in two cycles, each with two meetings. Data collection techniques used were observation, tests, interviews, and documentation. The data analysis technique used was qualitative descriptive analysis with percentages. Based on the results of the research and data analysis, it was shown that the implementation of the Pillar of Islam media can improve the religious values of early childhood at Azalia School Pekanbaru. This can be seen from the fact that before the corrective action, students' reading comprehension skills only reached the category of not yet developed. After the action was implemented in the first cycle, the average score of students increased to the category of beginning to develop  and in the second cycle, it increased to the category of developing as expected. Thus, it can be concluded that the implementation of the Pillar of Islam media can improve the religious values of early childhood at Azalia School Pekanbaru. Keywords: Puzzle Media, Values, Religion, Early AgeAbstrak: Penelitian ini di latarbelakangi oleh rendahnya nilai-nilai agama anak usia dini di RA Azalia Pekanbaru. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui proses peningkatan nilai-nilai agama anak usia dini dengan menggunakan media puzzle. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, subjek dalam penelitian ini adalah guru dan 12 peserta didik. Objek dalam penelitian ini adalah media pillar of islam. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus 2 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis dekskriptif kualitatif dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa penerapan media pillar of islam dapat meningkatkan nilai-nilai agama anak usia dini di RA Azalia Pekanbaru. Hal ini dapat diketahui sebelum tindakan perbaikan, keterampilan membaca pemahaman siswa hanya mencapai kategori belum berkembang (BB). Setelah dilakukan tindakan pada siklus I nilai rata-rata anak didik meningkat dengan kategori mulai berkembang (MB) dan pada siklus II meningkat kategori berkembang sesuai harapan (BSH). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan media pillar of islam dapat meningkatkan nilai-nilai agama anak usia dini di RA Azalia Pekanbaru.Kata Kunci: Media Puzzle, Nilai-Nilai, Agama, Usia Dini
Instilling Religious and Moral Values in Ethnoparenting, the Bue-bue Tradition of the Mandailing Batak Tribe and the Song Anakku Sazali from Malaysia Rani Handayani; Zuhairansyah Arifin; Sariah Sariah; Siti Salina Samaun
KINDERGARTEN: Journal of Islamic Early Childhood Education Vol 7, No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjiece.v7i2.31965

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan serta nilai agama dan moral yang terkandung dalam etnoparenting tradisi Bue-bue Suku Batak Mandailing dan lagu Anakku Sazali Negeri Malaysia. Penelitian mnggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi, yakni  membandingkan data-data hasil wawancara dari para ibu yang mendendangkan lagu Bue-bue dan Anakku Sazali. Hasil penelitian menunjukkan, pelaksanaan etnoparenting atau pengasuhan anak melalui tradisi lagu Bue-bue dan lagu Anakku Sazali masih dilaksanakan dalam menidurkan anak. Pelaksanaan tradisi Bue-bue dan lagu Anakku Sazali diterapkan pada anak yang berusia di bawah tiga tahun. Selain sebagai sarana pengantar tidur anak, tradisi Bue-bue dan lagu Anakku Sazali berfungsi sebagai sarana menyampaikan harapan-harapan orang tua, memupuk kehalusan budi pekerti anak, dan menumbuhkan kasih sayang terhadap orang tua sehingga mampu menciptakan ikatan emosional antara orang tua dengan anak. Nilai agama dan moral yang terkandung dalam etnoparenting tradisi Bue-bue Suku Batak Mandailing dan lagu Anakku Sazali di Malaysia adalah nilai agama berupa nilai keimanan, nilai keridhaan, dan nilai kecintaan kepada Rasulullah saw sedangkan nilai moral berupa nilai kesabaran, nilai kasih sayang, dan nilai optimisme.Kata Kunci: Nilai Agama dan Moral, Etnoparenting, Tradisi Bue-bue, Lagu Anakku SazaliABSTRACT. This research aimed at finding out the implementation, religious and moral values contained in ethnoparenting of Bue-bue tradition of Batak Mandailing Tribe in Mompang Jae Village, North Panyabungan District, Mandailing Natal Regency and Anakku Sazali song in Malaysia. Qualitative approach was used in this research with a phenomenological type. Observation, interview, and documentation were the techniques of collecting data. The analysis techniques were data reduction, data display, and drawing conclusions or verification. The research findings showed that the implementation of ethnoparenting or child care based on ethnicity through Bue-bue tradition and Anakku Sazali song was still implemented when putting children to sleep. The implementation of Bue-bue tradition and Anakku Sazali song was applied to children under three years old. Besides, being a means of lulling children to sleep, Bue-bue tradition and Anakku Sazali song functioned as a means of conveying parents’ hopes, fostering refinement of children character, and fostering love for parents so that it could create an emotional bond between parents and children. The religious and moral values contained in ethnoparenting of Bue-bue tradition and Anakku Sazali song showed that the religious values were faith, pleasure, and love for the Messenger of Allah, while the moral values were patience, affection, and optimism.Keyword: Religious and Moral Values, Ethnoparenting, Bue-bue Tradition,