Anye Ckristofer
Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Perbatasan Negara Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat (Studi di Desa Long Nawang Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara) Anye Ckristofer; Muhammad Kasim; Trisna Waty Riza Eryani; Ahmad Yani
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 11 No. 1 (2026): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v11i1.3993

Abstract

Pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan negara merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan negara. Desa Long Nawang Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau Provinsi Kalimantan Utara merupakan salah satu wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur, terutama akses jalan, pendidikan, kesehatan, dan fasilitas pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembangunan infrastruktur perbatasan negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di Desa Long Nawang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Desa Long Nawang telah berjalan cukup baik dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat, terutama pada bidang perhubungan, perkantoran, sosial, ekonomi, dan produksi. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala seperti kondisi geografis yang sulit, keterbatasan akses transportasi, dan belum meratanya pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah desa.