p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Illea
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Implementasi Program Kesehatan Ibu dan Anak Dalam Meningkatkan Akses Layanan Kesehatan di Daerah Tertinggal di Indonesia Yusran Katarina; Hardianti Rahman
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol.2, No.1: Februari 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/illea.v2i1.4710

Abstract

Tinjauan ini mengkaji evaluasi implementasi Program Kesehatan Ibu dan Anak dalam meningkatkan akses layanan kesehatan di daerah tertinggal di Indonesia. Tujuan utama adalah untuk mengevaluasi efektivitas program, pendekatan benchmark dalam akses perawatan kesehatan, mengidentifikasi intervensi yang sensitif budaya, serta menganalisis tantangan infrastruktur dan sumber daya manusia. Analisis dilakukan terhadap penelitian kualitatif, kuantitatif, dan campuran di daerah pedesaan, perbatasan, dan 3T, dengan fokus pada hasil program, keterlibatan masyarakat, aksesibilitas, kapasitas tenaga kerja, dan dampak inovasi. Temuan menunjukkan bahwa intervensi berbasis masyarakat dan disesuaikan secara budaya secara signifikan meningkatkan pemanfaatan layanan dan hasil kesehatan, meskipun kekurangan infrastruktur dan tenaga kerja menjadi kendala utama. Strategi inovatif, seperti klinik bergerak, rumah tunggu bersalin, dan teknologi digital, menunjukkan potensi tetapi menghadapi tantangan keberlanjutan dan skalabilitas akibat kesenjangan kebijakan dan keterbatasan sumber daya. Pendekatan multisektoral yang terintegrasi dan pendekatan lokal yang disesuaikan meningkatkan efektivitas program, namun memerlukan pemantauan lebih intensif dan dukungan jangka panjang. Hasil ini menekankan perlunya strategi komprehensif yang konteks-spesifik untuk mengatasi hambatan sisi penawaran dan permintaan guna mengurangi kematian ibu dan bayi di daerah-daerah kurang terlayani. Tinjauan ini memberikan wawasan kepada pembuat kebijakan dan praktisi tentang praktik terbaik serta area intervensi yang perlu difokuskan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah terpencil.
Edukasi Pencegahan Diare melalui perilaku Hand Wash Pada Anak Sekolah Dasar di Kabupaten Pinrang Andi Bau Andriwati; Hardianti Rahman; Yusran Katarina
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol.2, No.1: Februari 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/illea.v2i1.4713

Abstract

Penyakit diare pada anak sekolah dasar masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya kebiasaan mencuci tangan dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengedukasi anak-anak di SDN Kabupaten Pinrang mengenai pentingnya perilaku cuci tangan sebagai upaya pencegahan diare. Metode yang digunakan adalah pemberian penyuluhan tentang pencegahan diare, diikuti dengan demonstrasi cara mencuci tangan yang benar, serta evaluasi dengan kuesioner pra-tes dan pasca-tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penyuluhan, terjadi peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan siswa tentang pencegahan diare, serta kebiasaan mencuci tangan sebelum makan. Secara statistik, uji parametrik menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa (p-value < 0.01). Kesimpulannya, penyuluhan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan kebiasaan cuci tangan siswa, yang diharapkan dapat berkontribusi pada pengurangan kejadian diare di kalangan anak-anak sekolah dasar.
Konseling Suportif dan Perubahan Stres yang Dirasakan pada Ibu dengan Kehamilan Risiko Tinggi: Studi Pretest–Posttest Nurfaidah; Ade Irma; Ayu Sri Wiyanti; Anuthfa Amri; Asbudi; Hardianti Rahman
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol. 2 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/illea.v2i2.5582

Abstract

Kehamilan risiko tinggi dapat meningkatkan tekanan psikologis akibat kekhawatiran terhadap kondisi ibu, perkembangan janin, komplikasi kehamilan, dan proses persalinan. Konseling suportif berpotensi membantu ibu mengekspresikan kekhawatiran, memperoleh informasi yang tepat, dan mengembangkan strategi koping yang lebih adaptif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perubahan tingkat stres yang dirasakan pada ibu dengan kehamilan risiko tinggi sebelum dan setelah pemberian konseling suportif. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental satu kelompok sebelum–sesudah tanpa kelompok kontrol. Sebanyak 50 ibu dengan kehamilan risiko tinggi di Desa Taccorong, Kabupaten Bulukumba, dipilih melalui purposive sampling. Peserta memperoleh empat sesi konseling suportif individual selama empat minggu, dengan durasi 45–60 menit per sesi. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale-10 sebelum dan setelah intervensi. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test dengan taraf signifikansi .05. Sebelum intervensi, 3 peserta (6%) mengalami stres ringan, 36 peserta (72%) mengalami stres sedang, dan 11 peserta (22%) mengalami stres berat. Setelah intervensi, jumlah peserta dengan stres ringan meningkat menjadi 42 orang (84%), stres sedang menurun menjadi 8 orang (16%), dan tidak terdapat peserta dengan stres berat. Median skor PSS-10 menurun dari 23,0 (IQR 20,0–26,0) menjadi 10,0 (IQR 8,0–13,0), dengan median perubahan sebesar −12,0 poin (95% CI −14,0 hingga −10,0). Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor sebelum dan sesudah intervensi (Z=-6,197), p<.001), dengan ukuran efek besar (r=0,88). Kesimpulan: Tingkat stres yang dirasakan menurun secara bermakna setelah pemberian konseling suportif. Konseling suportif berpotensi menjadi intervensi pendamping dalam pelayanan antenatal bagi ibu dengan kehamilan risiko tinggi. Namun, karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, penelitian terkontrol diperlukan untuk mengonfirmasi hubungan kausal dan keberlanjutan efek intervensi.