Kesehatan gigi dan mulut anak usia dini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi karies yang tinggi sehingga memerlukan intervensi edukatif promotif-preventif sejak dini. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi dan keterampilan psikomotorik anak dalam higiene oral serta memperkuat peran guru dan orang tua dalam pembentukan kebiasaan menyikat gigi. Kegiatan dilaksanakan di TK Al Kautsar Surabaya pada Oktober 2025 dengan melibatkan 75 siswa. Metode menggunakan pendekatan learning by playing melalui storytelling, permainan edukatif, demonstrasi phantom, dan praktik menyikat gigi. Evaluasi dilakukan dengan pre-test, post-test, observasi keterampilan, dan pemantauan rumah. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan guru dan orang tua, peningkatan keterampilan menyikat gigi anak, serta perbaikan kebersihan rongga mulut, meskipun masih ditemukan plak dan karies pada sebagian anak. Kesimpulannya, edukasi interaktif efektif meningkatkan literasi dan perilaku kesehatan gigi anak secara berkelanjutan. Early childhood oral health remains a public health concern due to high caries prevalence, requiring early promotive-preventive educational interventions. This community service program aimed to improve children’s oral hygiene literacy and psychomotor skills while strengthening teachers’ and parents’ roles in toothbrushing habits. Conducted at TK Al Kautsar Surabaya in October 2025, the program involved 75 students. The learning by playing approach included storytelling, educational games, phantom demonstrations, and supervised toothbrushing practice. Evaluation was carried out through pre-test, post-test, skill observation, and home monitoring. Results showed improved knowledge among teachers and parents, enhanced children’s brushing skills, and better oral hygiene status, although plaque and caries were still present in some participants. In conclusion, interactive education effectively enhances children’s oral health literacy and supports sustainable behavioral change.