Khairunnisa
Universitas Nusa Cendana

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Smart Citation System: Optimalisasi Komputasi Awan Mendeley Reference Manager Guna Meningkatkan Akurasi Luaran Tugas Akhir Mahasiswa Teknik Sipil Undana Yulita Prasinda; Tirsa Julianti Saruan; Rida Helfrida Pasaribu; Indah Simamora; Khairunnisa
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i2.2173

Abstract

Ketidakakuratan sitasi manual dan tingginya risiko plagiarisme tidak disengaja menjadi kendala utama bagi mahasiswa tingkat akhir Program Studi Teknik Sipil Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam menyusun skripsi. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan Smart Citation System menggunakan perangkat lunak Mendeley Reference Manager guna meningkatkan efisiensi akademik dan literasi digital mahasiswa. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan sosialisasi teoretis, pelatihan praktis berbasis komputasi awan (hands-on training), pendampingan, hingga bisa mandiri. Keberhasilan program diukur berdasarkan empat aspek kuantitatif utama. Hasil pengabdian menunjukkan terjadinya peningkatan signifikan pada seluruh parameter capaian: 1) Skor kognitif literasi digital mahasiswa melonjak dengan rata-rata 85% (melampaui target awal 35%); 2) Tingkat adopsi teknologi sangat tinggi, di mana 96% peserta sukses mengonfigurasi aplikasi Mendeley dan plugin Word secara mandiri (target awal 90%); 3) Efisiensi waktu komputasi data sitasi meningkat tajam, dengan rata-rata kompilasi daftar pustaka otomatis selama 1 menit 45 detik (target awal < 3 menit); dan 4) Kualitas draf tugas akhir mahasiswa mencapai 0% kesalahan format (zero format errors). Dapat disimpulkan bahwa transfer teknologi ini berhasil mengubah perilaku penulisan ilmiah mahasiswa dari konvensional menjadi digital-otomatis yang presisi dan akuntabel, serta layak diimplementasikan secara berkelanjutan di lingkungan fakultas.
Analysis of Underage Motorcycle-Riding Behavior from the Perspective of Social Bond Theory Rizza Armelvia Sari; Khairunnisa; Retno Wahyuningtyas
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 10 No 1 (2026): May, 2026
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v10i1.8353

Abstract

Underage motorcycle riding has become a persistent social and road-safety problem in Padang Sarai Urban Village, Koto Tangah District, Padang City, despite legal age and licensing requirements. This study examines the phenomenon through Travis Hirschi’s Social Bond Theory, focusing on attachment, commitment, involvement, and belief. A qualitative descriptive design was employed as the primary approach, supported by descriptive quantitative data. Primary data were collected through observation, in-depth interviews, and closed-ended questionnaires, while secondary data were obtained from relevant documents and literature. Informants were selected purposively, and questionnaires were distributed to 98 respondents drawn from 6,369 households using the Slovin formula with a 10% margin of error. Qualitative data were analysed through data condensation, data display, and conclusion drawing, whereas questionnaire responses were analysed using frequencies and percentages. The findings indicate that underage motorcycle riding is sustained by weak emotional attachment between children and parents, low commitment to rules and future consequences, limited involvement in constructive activities, strong peer influence, and weak belief in legal and social norms. Parental busyness, permissive family practices, community tolerance, and the normalisation of underage riding further weaken social control. The study concludes that this behaviour is not merely an individual traffic violation but a socially embedded form of deviance. Strengthening parental supervision, family communication, positive youth activities, legal socialisation, and coordinated community control is essential to reduce underage motorcycle use.
Edukasi tentang Antisipasi Penyebaran Hoax terkait Konten Palsu dalam Media Sosial pada Mahasiswa Tirsa Julianti Saruan; Nur Hijriah Zubaedah Narang; Indah Simamora; Rida Helfrida Pasaribu; Khairunnisa
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v4i4.1848

Abstract

Penyebaran hoax dan konten palsu di media sosial semakin meningkat dan memberikan dampak negatif, seperti disinformasi, kepanikan, serta perpecahan sosial terutama di lingkungan kampus karena kurangnya pengetahuan tentang menyaring informasi dan pengambilan informasi yang benar. Karena itu pelaksanaan pengabdian masyarakat di lingkungan kampus bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam pentingnya mengkaji informasi, Program edukasi literasi digital dan pencegahan penyebaran hoaks bagi mahasiswa FKIP Undana menunjukkan dampak signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran kritis mahasiswa dalam menghadapi informasi palsu di era digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan sebesar 85%, sementara 95% mahasiswa mampu memahami bahaya hoaks serta membedakan informasi asli dan palsu. Pada aspek keterampilan, 85% peserta berhasil melakukan verifikasi informasi menggunakan teknik dan alat seperti reverse image search dan platform fact-checking. Program ini juga berhasil membentuk Kelompok Kerja Anti-Hoaks yang terdiri atas lima perwakilan program studi, yang berperan dalam melanjutkan kampanye edukasi dan menjaga keberlanjutan program. Selain itu, kesadaran kolektif mahasiswa meningkat, ditunjukkan oleh 95% mahasiswa yang berkomitmen mengakses informasi melalui kanal resmi kampus. Secara keseluruhan, kegiatan ini telah membangun ekosistem kampus yang lebih kritis, informatif, dan responsif terhadap isu hoaks. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lain dalam memperkuat literasi digital dan mengembangkan masyarakat akademik yang lebih tahan terhadap disinformasi.