Nur Hijriah Zubaedah Narang
Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Inovatif Open Inquiry Dalam Challenge-Based Learning Bagi Guru dan Siswa untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Frans F. Goe Ray; Renold Harse Modok; Gunadi Tjahjono; Tetty Setiawaty; Louis Ferdinand Boesday; Nur Hijriah Zubaedah Narang; Risal Mantofani Arpin; Abdi Kurniawan Radja
Jurnal Kelimutu Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Kelimutu Journal of Community Service (KJCS)
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/kjcs.v6i1.26008

Abstract

Keterampilan Berpikir Kritis (KPK) siswa di Indonesia masih rendah akibat keterbatasan guru dalam menerapkan model pembelajaran mandiri seperti Inkuiri Terbuka (OI). Tujuan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah meningkatkan KPK siswa dan kompetensi pedagogis guru melalui pelatihan integrasi model Open Inquiry dalam kerangka Challenge-Based Learning (OI-CBL). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan hybrid workshop dan coaching intensif selama 4 minggu dengan melibatkan 25 guru dan 25 siswa kelas V SD Inpres Nunbaun Sabu sebagai sasaran. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen tes uraian terstruktur untuk KPK siswa serta rubrik penilaian dokumen RPP/Modul Ajar untuk guru. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan rata-rata KPK siswa sebesar 25,85%, dengan capaian tertinggi pada indikator mengevaluasi solusi (30,2%). Sementara itu, kompetensi guru dalam menyusun perangkat ajar meningkat sebesar 30 poin, mengubah kualifikasi dari kategori Kurang menjadi Baik. Kesimpulan dari program ini adalah kerangka CBL efektif memberikan struktur bagi model OI sehingga mampu mengoptimalkan kemampuan berpikir kritis siswa secara terarah. Pembentukan Professional Learning Community (PLC) direkomendasikan untuk menjaga keberlanjutan model ini.
Edukasi tentang Antisipasi Penyebaran Hoax terkait Konten Palsu dalam Media Sosial pada Mahasiswa Tirsa Julianti Saruan; Nur Hijriah Zubaedah Narang; Indah Simamora; Rida Helfrida Pasaribu; Khairunnisa
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v4i4.1848

Abstract

Penyebaran hoax dan konten palsu di media sosial semakin meningkat dan memberikan dampak negatif, seperti disinformasi, kepanikan, serta perpecahan sosial terutama di lingkungan kampus karena kurangnya pengetahuan tentang menyaring informasi dan pengambilan informasi yang benar. Karena itu pelaksanaan pengabdian masyarakat di lingkungan kampus bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam pentingnya mengkaji informasi, Program edukasi literasi digital dan pencegahan penyebaran hoaks bagi mahasiswa FKIP Undana menunjukkan dampak signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran kritis mahasiswa dalam menghadapi informasi palsu di era digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor pengetahuan sebesar 85%, sementara 95% mahasiswa mampu memahami bahaya hoaks serta membedakan informasi asli dan palsu. Pada aspek keterampilan, 85% peserta berhasil melakukan verifikasi informasi menggunakan teknik dan alat seperti reverse image search dan platform fact-checking. Program ini juga berhasil membentuk Kelompok Kerja Anti-Hoaks yang terdiri atas lima perwakilan program studi, yang berperan dalam melanjutkan kampanye edukasi dan menjaga keberlanjutan program. Selain itu, kesadaran kolektif mahasiswa meningkat, ditunjukkan oleh 95% mahasiswa yang berkomitmen mengakses informasi melalui kanal resmi kampus. Secara keseluruhan, kegiatan ini telah membangun ekosistem kampus yang lebih kritis, informatif, dan responsif terhadap isu hoaks. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lain dalam memperkuat literasi digital dan mengembangkan masyarakat akademik yang lebih tahan terhadap disinformasi.