Johan Riry
Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi Pengelolaan Lahan Pertanian untuk Meningkatkan Produksi Tanaman di Desa Kufar Kecamatan Tutuk Tolu Kabupaten Seram Bagian Timur Sindi Boufakar; Johan Riry; Ferdinand Salomo Leuwol
JENDELA PENGETAHUAN Vol 19 No 1 (2026): JENDELA PENGETAHUAN
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jp19iss1pp132-146

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan lahan pertanian yang berkelanjutan dalam meningkatkan produksi tanaman di Desa Kufar, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur. Meskipun wilayah ini memiliki potensi sumber daya lahan yang cukup besar, produktivitas pertanian masih menghadapi berbagai kendala, seperti penurunan kesuburan tanah, keterbatasan teknologi budidaya, dan rendahnya penerapan rotasi tanam. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik pengelolaan lahan pertanian yang diterapkan petani serta mengidentifikasi strategi peningkatan produksi tanaman secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan produksi tanaman dipengaruhi oleh keterpaduan pengelolaan lahan yang mencakup pengolahan tanah, pemupukan, pengelolaan air, rotasi tanam, dan pemeliharaan tanaman. Namun, penerapan rotasi tanam, konservasi lahan, dan pengelolaan air masih belum optimal. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif antara pengelolaan lahan, rotasi tanam, kondisi agroekosistem kepulauan, dan kapasitas petani dalam mendukung peningkatan produksi tanaman. Temuan penelitian menegaskan bahwa pemanfaatan bahan organik lokal, penerapan rotasi tanam, dan penguatan kapasitas petani berpotensi meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan program penyuluhan dan kebijakan pertanian berbasis potensi lokal.
Pengaruh Iklim Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan di Desa Garara Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan Asianti F, Rahanyaan; Ferdinand Salomo Leuwol; Johan Riry
JENDELA PENGETAHUAN Vol 19 No 1 (2026): JENDELA PENGETAHUAN
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jp19iss1pp160-172

Abstract

Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan utama yang memengaruhi kehidupan masyarakat pesisir, terutama nelayan yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan iklim terhadap kondisi sosial ekonomi nelayan di Desa Garara, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 orang nelayan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim ditandai oleh pergeseran musim, peningkatan frekuensi cuaca ekstrem, perubahan pola curah hujan, dan gelombang laut yang semakin tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya frekuensi melaut, menurunnya hasil tangkapan ikan dengan rata-rata 21,5 kg per hari, serta ketidakstabilan pendapatan nelayan. Dampak sosial yang muncul meliputi berkurangnya kemampuan memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan keluarga, meningkatnya ketergantungan pada pekerjaan sampingan, serta kerentanan ekonomi rumah tangga nelayan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim tidak hanya memengaruhi produktivitas perikanan, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan sosial masyarakat pesisir. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas adaptasi nelayan melalui penyediaan informasi cuaca yang akurat, diversifikasi mata pencaharian, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan guna meningkatkan ketahanan sosial ekonomi masyarakat nelayan.Kata Kunci: Perubahan Iklim, Kondisi Sosial Ekonomi, NelayanPerubahan iklim menjadi salah satu tantangan utama yang memengaruhi kehidupan masyarakat pesisir, terutama nelayan yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan iklim terhadap kondisi sosial ekonomi nelayan di Desa Garara, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 orang nelayan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim ditandai oleh pergeseran musim, peningkatan frekuensi cuaca ekstrem, perubahan pola curah hujan, dan gelombang laut yang semakin tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya frekuensi melaut, menurunnya hasil tangkapan ikan dengan rata-rata 21,5 kg per hari, serta ketidakstabilan pendapatan nelayan. Dampak sosial yang muncul meliputi berkurangnya kemampuan memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan keluarga, meningkatnya ketergantungan pada pekerjaan sampingan, serta kerentanan ekonomi rumah tangga nelayan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim tidak hanya memengaruhi produktivitas perikanan, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan sosial masyarakat pesisir. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas adaptasi nelayan melalui penyediaan informasi cuaca yang akurat, diversifikasi mata pencaharian, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan guna meningkatkan ketahanan sosial ekonomi masyarakat nelayan.
Usaha Kopra Untuk Memenuhi Kebutuhan Ekonomi Masyarakat Desa Tounussa, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat Gadrina Matayane; Johan Riry; Robert Berthy Riry
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp163–175

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris memiliki ketergantungan tinggi pada sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa yang diolah menjadi kopra sebagai sumber pendapatan utama masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran usaha kopra dalam memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat Desa Tounussa, Kecamatan Taniwel Timur, Kabupaten Seram Bagian Barat secara lebih komprehensif dan terukur.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 30 petani dari populasi sekitar 45 orang dengan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan melalui perhitungan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta kelayakan usaha menggunakan Benefit Cost Ratio (B/C).Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha kopra menghasilkan pendapatan yang relatif stabil, berkisar antara Rp5.176.500 hingga Rp17.458.000 per tahun, dengan nilai B/C ratio lebih besar dari satu (>1) yang menunjukkan bahwa usaha ini layak dan menguntungkan secara ekonomi. Pendapatan tersebut berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga, meliputi pangan, sandang, papan, dan pendidikan, meskipun masih dipengaruhi oleh fluktuasi harga pasar dan skala usaha yang dimiliki petani.Temuan ini menegaskan bahwa usaha kopra tradisional memiliki peran strategis dalam menopang ekonomi rumah tangga di wilayah pedesaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan efisiensi produksi, penguatan akses pasar, serta pengembangan produk turunan kelapa guna meningkatkan nilai tambah dan ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Kata kunci: Usaha kopra, kebutuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat
Analisis Pembelajaran Digital Terhadap Perkembangan Pembelajaran di SMA Negeri 3 Buru Selatan Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan Ekkleviano Latusuay; Johan Riry; Ferdinand Salomo Leuwol
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp111–130

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi mendorong perubahan proses pembelajaran melalui pemanfaatan media digital sebagai pendukung kegiatan belajar mengajar. Namun, penerapan pembelajaran digital pada sekolah dengan keterbatasan infrastruktur masih menghadapi berbagai kendala, seperti jaringan internet yang tidak stabil dan keterbatasan perangkat teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pembelajaran digital, perkembangan proses pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran digital di SMA Negeri 3 Buru Selatan Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru dan siswa yang terlibat langsung dalam pembelajaran digital. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran digital dilaksanakan melalui penggunaan telepon genggam dan grup WhatsApp sebagai pendukung pembelajaran tatap muka. Penggunaan media digital menyebabkan perubahan proses pembelajaran dari berpusat pada guru menjadi lebih berpusat pada siswa. Siswa menjadi lebih aktif mencari informasi, berdiskusi, dan memahami materi melalui media digital. Interaksi pembelajaran juga berlangsung lebih fleksibel karena dapat dilakukan di dalam maupun di luar kelas. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran digital pada sekolah dengan keterbatasan infrastruktur mampu membentuk pola pembelajaran campuran yang memperluas interaksi belajar secara berkelanjutan. Oleh karena itu, peningkatan sarana teknologi dan kualitas jaringan internet diperlukan untuk mendukung efektivitas pembelajaran digital. Kata kunci: pembelajaran digital, proses pembelajaran, blended learning.