Ferdinand Salomo Leuwol
Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Strategi Pengelolaan Lahan Pertanian untuk Meningkatkan Produksi Tanaman di Desa Kufar Kecamatan Tutuk Tolu Kabupaten Seram Bagian Timur Sindi Boufakar; Johan Riry; Ferdinand Salomo Leuwol
JENDELA PENGETAHUAN Vol 19 No 1 (2026): JENDELA PENGETAHUAN
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jp19iss1pp132-146

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan lahan pertanian yang berkelanjutan dalam meningkatkan produksi tanaman di Desa Kufar, Kecamatan Teluk Waru, Kabupaten Seram Bagian Timur. Meskipun wilayah ini memiliki potensi sumber daya lahan yang cukup besar, produktivitas pertanian masih menghadapi berbagai kendala, seperti penurunan kesuburan tanah, keterbatasan teknologi budidaya, dan rendahnya penerapan rotasi tanam. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik pengelolaan lahan pertanian yang diterapkan petani serta mengidentifikasi strategi peningkatan produksi tanaman secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan produksi tanaman dipengaruhi oleh keterpaduan pengelolaan lahan yang mencakup pengolahan tanah, pemupukan, pengelolaan air, rotasi tanam, dan pemeliharaan tanaman. Namun, penerapan rotasi tanam, konservasi lahan, dan pengelolaan air masih belum optimal. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif antara pengelolaan lahan, rotasi tanam, kondisi agroekosistem kepulauan, dan kapasitas petani dalam mendukung peningkatan produksi tanaman. Temuan penelitian menegaskan bahwa pemanfaatan bahan organik lokal, penerapan rotasi tanam, dan penguatan kapasitas petani berpotensi meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan program penyuluhan dan kebijakan pertanian berbasis potensi lokal.
Pengaruh Iklim Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan di Desa Garara Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan Asianti F, Rahanyaan; Ferdinand Salomo Leuwol; Johan Riry
JENDELA PENGETAHUAN Vol 19 No 1 (2026): JENDELA PENGETAHUAN
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jp19iss1pp160-172

Abstract

Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan utama yang memengaruhi kehidupan masyarakat pesisir, terutama nelayan yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan iklim terhadap kondisi sosial ekonomi nelayan di Desa Garara, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 orang nelayan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim ditandai oleh pergeseran musim, peningkatan frekuensi cuaca ekstrem, perubahan pola curah hujan, dan gelombang laut yang semakin tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya frekuensi melaut, menurunnya hasil tangkapan ikan dengan rata-rata 21,5 kg per hari, serta ketidakstabilan pendapatan nelayan. Dampak sosial yang muncul meliputi berkurangnya kemampuan memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan keluarga, meningkatnya ketergantungan pada pekerjaan sampingan, serta kerentanan ekonomi rumah tangga nelayan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim tidak hanya memengaruhi produktivitas perikanan, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan sosial masyarakat pesisir. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas adaptasi nelayan melalui penyediaan informasi cuaca yang akurat, diversifikasi mata pencaharian, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan guna meningkatkan ketahanan sosial ekonomi masyarakat nelayan.Kata Kunci: Perubahan Iklim, Kondisi Sosial Ekonomi, NelayanPerubahan iklim menjadi salah satu tantangan utama yang memengaruhi kehidupan masyarakat pesisir, terutama nelayan yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan iklim terhadap kondisi sosial ekonomi nelayan di Desa Garara, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 orang nelayan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim ditandai oleh pergeseran musim, peningkatan frekuensi cuaca ekstrem, perubahan pola curah hujan, dan gelombang laut yang semakin tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya frekuensi melaut, menurunnya hasil tangkapan ikan dengan rata-rata 21,5 kg per hari, serta ketidakstabilan pendapatan nelayan. Dampak sosial yang muncul meliputi berkurangnya kemampuan memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan keluarga, meningkatnya ketergantungan pada pekerjaan sampingan, serta kerentanan ekonomi rumah tangga nelayan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim tidak hanya memengaruhi produktivitas perikanan, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan sosial masyarakat pesisir. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas adaptasi nelayan melalui penyediaan informasi cuaca yang akurat, diversifikasi mata pencaharian, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan guna meningkatkan ketahanan sosial ekonomi masyarakat nelayan.
Penguatan dan Penanaman Nilai Adat dalam Tradisi Tiga Gandong Tamilouw, Hutumuri, dan Siri Sori Nisa H. Nusalelu; Melianus Salakory; Ferdinand Salomo Leuwol
JENDELA PENGETAHUAN Vol 19 No 1 (2026): JENDELA PENGETAHUAN
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jp19iss1pp173-187

Abstract

Tradisi Tiga Gandong di Negeri Tamilouw, Hutumuri, dan Siri-Sori merupakan sistem kekerabatan adat yang berfungsi menjaga persaudaraan, solidaritas, dan keharmonisan masyarakat Maluku. Namun, arus globalisasi, modernisasi, dan perubahan pola hidup generasi muda menyebabkan terjadinya penurunan pemahaman terhadap nilai-nilai adat yang terkandung dalam tradisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai adat dalam Tradisi Tiga Gandong, menganalisis bentuk penguatan nilai adat, mengkaji strategi penanaman nilai adat kepada generasi muda, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses pelestariannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, pemerintah negeri, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat pada tiga negeri gandong. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai adat yang terkandung dalam Tradisi Tiga Gandong meliputi solidaritas, gotong royong (masohi), toleransi, nilai religius dan spiritual, penghormatan kepada leluhur, tanggung jawab kolektif, dan loyalitas antar-negeri. Penguatan nilai adat dilakukan melalui ritual adat, peran lembaga adat, kegiatan sosial budaya, serta hubungan kerja sama antarnegeri. Penanaman nilai adat berlangsung melalui keluarga, pendidikan formal, keterlibatan dalam ritual adat, keteladanan tokoh adat, dan pembiasaan sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberlanjutan Tradisi Tiga Gandong tidak hanya bergantung pada pelaksanaan ritual, tetapi juga pada integrasi nilai adat dalam pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara lembaga adat, pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk memperkuat pewarisan nilai adat kepada generasi muda secara berkelanjutan. Temuan ini memperkaya kajian tentang pelestarian sistem kekerabatan adat berbasis budaya lokal di wilayah kepulauan Maluku. Berdasarkan hasil penelitian, nilai-nilai adat perlu diintegrasikan secara lebih sistematis dalam pendidikan, dokumentasi digital, dan program pemberdayaan pemuda guna menjaga keberlanjutan identitas budaya dan memperkuat kohesi sosial masyarakat.
Analisis Pembelajaran Digital Terhadap Perkembangan Pembelajaran di SMA Negeri 3 Buru Selatan Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan Ekkleviano Latusuay; Johan Riry; Ferdinand Salomo Leuwol
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp111–130

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi mendorong perubahan proses pembelajaran melalui pemanfaatan media digital sebagai pendukung kegiatan belajar mengajar. Namun, penerapan pembelajaran digital pada sekolah dengan keterbatasan infrastruktur masih menghadapi berbagai kendala, seperti jaringan internet yang tidak stabil dan keterbatasan perangkat teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pembelajaran digital, perkembangan proses pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran digital di SMA Negeri 3 Buru Selatan Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru dan siswa yang terlibat langsung dalam pembelajaran digital. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran digital dilaksanakan melalui penggunaan telepon genggam dan grup WhatsApp sebagai pendukung pembelajaran tatap muka. Penggunaan media digital menyebabkan perubahan proses pembelajaran dari berpusat pada guru menjadi lebih berpusat pada siswa. Siswa menjadi lebih aktif mencari informasi, berdiskusi, dan memahami materi melalui media digital. Interaksi pembelajaran juga berlangsung lebih fleksibel karena dapat dilakukan di dalam maupun di luar kelas. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran digital pada sekolah dengan keterbatasan infrastruktur mampu membentuk pola pembelajaran campuran yang memperluas interaksi belajar secara berkelanjutan. Oleh karena itu, peningkatan sarana teknologi dan kualitas jaringan internet diperlukan untuk mendukung efektivitas pembelajaran digital. Kata kunci: pembelajaran digital, proses pembelajaran, blended learning.
Proses Budidaya Mutiara Laut (Pinctada Maxima) untuk Mendukung Kelayakan Usaha Pendapatan Masyarakat di Desa Hatusua Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Christin Tanamal; Ferdinand Salomo Leuwol; Robert Berthy Riry
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp196–211

Abstract

Budidaya mutiara laut (Pinctada maxima) merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses budidaya mutiara laut serta kelayakan usaha dalam mendukung peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Hatusua, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat pembudidaya mutiara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses budidaya mutiara laut meliputi pemilihan lokasi budidaya, pemasangan longline, penggunaan pocket net dan spat collector, pemeliharaan, pembersihan rutin, hingga tahap pemanenan. Keberhasilan budidaya dipengaruhi oleh kualitas perairan, keterampilan tenaga kerja, kondisi cuaca, serta ketersediaan sarana dan prasarana produksi. Selain itu, penerapan teknik budidaya sistem bendera terbukti mampu menekan tingkat kematian spat dan meningkatkan efektivitas pemeliharaan dibandingkan metode konvensional. Analisis kelayakan usaha menunjukkan nilai B/C ratio sebesar 4,01 yang menandakan bahwa usaha budidaya mutiara laut layak dan prospektif untuk dikembangkan. Usaha ini tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi bagi pembudidaya, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pengembangan budidaya mutiara laut perlu didukung melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana produksi, penerapan teknologi budidaya yang tepat, serta pengelolaan lingkungan pesisir secara berkelanjutan.
Kajian Aktivitas Penambangan Material Golongan C terhadap Kualitas Air Sungai Wai Lawa di Wilayah Bandara Pattimura Desa Laha Kota Ambon Katerina Knyartutu; Daniel Anthoni Sihasale; Ferdinand Salomo Leuwol
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol5iss1pp1–15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas penambangan material golongan C terhadap kualitas air Sungai Wai Lawa di wilayah Bandara Pattimura Desa Laha Kota Ambon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan geografi lingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada masyarakat sekitar sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penambangan material golongan C menyebabkan perubahan kondisi fisik sungai berupa peningkatan sedimentasi, erosi tebing sungai, dan berkurangnya vegetasi di sekitar sempadan sungai. Selain itu, kualitas air Sungai Wai Lawa mengalami penurunan yang ditandai dengan meningkatnya tingkat kekeruhan air dan banyaknya endapan lumpur pada badan sungai. Dampak aktivitas penambangan juga dirasakan masyarakat melalui menurunnya kualitas air untuk kebutuhan rumah tangga. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan penambangan yang lebih memperhatikan aspek konservasi lingkungan secara berkelanjutan
Factors Influencing the Formation of Settlement Patterns in the Batu Meja Area, RT 005 RW 002 Julius Denis Waatwahan; Mohammad Amin Lasaiba; Ferdinand Salomo Leuwol
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 3 No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol3iss3pp269-282

Abstract

This study aims to analyze the factors influencing the settlement pattern formation in Batu Meja RT 005 RW 002. The primary issue is the steep topography and limited infrastructure, such as roads, water, and waste disposal systems, which affect settlement patterns and community accessibility. The research employs a descriptive qualitative method, collecting data through observation, interviews, and documentation to explore residents' perceptions of their settlement patterns. The findings reveal that, despite challenges related to difficult access, the community has made independent efforts to build simple infrastructure like footpaths and retaining walls (tallit) to mitigate landslide risks. The study concludes that topography and infrastructure significantly impact the settlement pattern in this area. The implications suggest that government intervention is necessary to provide better infrastructure and spatial planning policies that support safe and sustainable settlements.
The Impact of Tourism Development on the Economy of the Community in Lerohoilim Village, Kei Besar District Sindy Monika Metuduan; Rafael Marthinus Osok; Ferdinand Salomo Leuwol
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 3 No 3 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol3iss3pp296-306

Abstract

Tourism development in Lerohoilim Village, Kei Besar District, Southeast Maluku, holds great potential for improving the local economy. However, the impacts of this development are not yet fully understood, particularly in the context of economic and social sustainability. This study employs a descriptive qualitative method, utilizing observation, interviews, and documentation for data collection. The findings reveal that tourism development has positive effects, such as increased income for the community through small and medium enterprises (SMEs) in accommodation, food stalls, and handicrafts. Furthermore, tourism creates new job opportunities for local residents. However, challenges remain in preserving the environment and local culture due to the surge in tourist visits. In conclusion, tourism development in Lerohoilim Village must continue to improve through sustainable planning and active community participation to ensure equitable economic benefits while preserving the local ecosystem and culture. The implication is that successful sustainable tourism development could serve as a model for other villages in Maluku.
Pengembangan Wisata Tanusan Bas (Pasir Timbul) di Desa Geser, Kecamatan Seram Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur Fijay Kilian; Ferdinand Salomo Leuwol; Mohammad Amin Lasaiba
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol4iss1pp97-108

Abstract

Tanusan Bas Beach (Pasir Timbul) in Geser Village, East Seram District, has great potential as a marine tourism destination. However, challenges such as limited infrastructure, inadequate facilities, and lack of promotion hinder its development. This study aims to analyze tourism potential and formulate development strategies. The research method used is descriptive qualitative with observation, interviews, and SWOT analysis. The results show that the natural beauty and biodiversity of Tanusan Bas Beach are its main attractions, but inadequate facilities hinder tourism growth. The discussion highlights the importance of adequate infrastructure, digital promotion, and community involvement in tourism management. The conclusion of this study is that with the right strategies, such as infrastructure improvement and active community participation, Tanusan Bas Beach can be developed into a leading tourism destination that contributes to the local economy and environmental conservation.
Hubungan Antara Minat Belajar dan Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Geografi Kelas X SMA Negeri 2 Buru Selatan Siti Lesilawang; Ferdinand Salomo Leuwol; Mohammad Amin Lasaiba
Jurnal Pendidikan Geografi Unpatti Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpguvol4iss1pp117-128

Abstract

This study aims to analyze the relationship between learning interest, parental attention, and the academic achievement of tenth-grade students at SMA Negeri 2 Buru Selatan in Geography. The research employed a quantitative approach with a correlational design. Data were collected through questionnaires measuring learning interest and parental attention, as well as academic records. Data analysis was conducted using simple linear regression and multiple linear regression techniques to examine the relationships between variables. The results showed that the average student learning interest score was 60.5, with most students classified as moderate to good. Parental attention also had a positive impact on students' academic achievement, particularly in terms of academic supervision and motivation. The majority of students achieved good (B) and excellent (A) academic performance, with the highest score being 95 and the lowest 81. This study concludes that students' learning interest and parental attention significantly contribute to their academic success. Therefore, collaboration between students, parents, and schools is essential in fostering a more supportive learning environment.