Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepemimpinan Integratif Kepala Madrasah dalam Memberdayakan Wali Siswa pada Madrasah Ibtidaiyah Alisatus Sina Asshobri; Sulistyorini; Nur Efendi
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol. 2 No. 02 (2026): El-Mudarris Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan model kepemimpinan integratif kepala madrasah dalam memberdayakan wali siswa pada madrasah ibtidaiyah. Latar belakang penelitian menunjukkan keterlibatan wali siswa yang masih bersifat administratif dan belum terintegrasi dalam sistem pendidikan. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya sinergi antara madrasah dan keluarga dalam mendukung pembelajaran serta pembentukan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan integratif menggabungkan berbagai dimensi kepemimpinan dalam satu kerangka sistemik yang mencakup integrasi komunikasi, peran, dan program. Integrasi komunikasi berfungsi membangun kesadaran dan kepercayaan wali siswa. Integrasi peran menempatkan wali siswa sebagai mitra edukatif dalam proses pendidikan. Integrasi program mendorong keterlibatan aktif dalam kegiatan pembelajaran dan pembinaan karakter. Model kepemimpinan integratif yang dihasilkan bersifat operasional melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penguatan komunikasi, pelibatan program, serta evaluasi partisipatif. Penelitian ini menunjukkan kepemimpinan integratif efektif dalam memberdayakan wali siswa secara sistematis dan berkelanjutan serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan pada madrasah ibtidaiyah.    
Strategi Kepala Sekolah dalam Melaksanakan Manajemen Mutu Lembaga Pendidikan Islam pada Sekolah Berbasis Program Majemuk Alisatus Sina Asshobri; As'aril Muhajir; Agus Zaenul Fitri
Jurnal Manajemen Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi [JMP-DMT] Vol 7, No 3 (2026): JURNAL JMP-DMT
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jmp-dmt.v7i3.30481

Abstract

Lembaga pendidikan Islam berbasis program majemuk menghadapi tantangan kompleks dalam menjaga konsistensi mutu di tengah pengelolaan berbagai program secara bersamaan, mulai dari program tahfidz, pembelajaran bahasa, hingga beragam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi kepala sekolah dalam melaksanakan manajemen mutu lembaga pendidikan Islam pada sekolah berbasis program majemuk di SDI Al-Hakim Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru tahfidz, serta studi dokumentasi terhadap dokumen resmi sekolah. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam melaksanakan manajemen mutu mencakup tiga dimensi: (1) penguatan SDM guru melalui rekrutmen empat tahap, workshop mandiri, evaluasi mingguan, penegakan disiplin, keteladanan, dan pemberdayaan guru sebagai konten kreator digital; (2) penjaminan mutu kelembagaan melalui penetapan standar keagamaan di atas 8 SNP, konsultasi rutin dengan Dewan Konsultan Pakar eksternal, supervisi berkala dari lembaga mitra, dan pelaporan kepada yayasan; serta (3) pengelolaan program majemuk dan pembangunan kepercayaan masyarakat melalui program ekstrakurikuler berbasis bakat, tahfidz Metode Ummi, budaya 5S, piket pagi-pulang, pemanfaatan media sosial, dan pengayoman anak yatim. Ketiga strategi tersebut terbukti efektif dalam mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat, yang ditandai dengan pertumbuhan peserta didik dari 190 siswa (2022) menjadi 269 siswa (2026), serta pendaftaran tahun ajaran 2026-2027 yang telah ditutup di saat lembaga pendidikan lain belum membuka, karena kuota sudah terpenuhi.