Lembaga pendidikan Islam berbasis program majemuk menghadapi tantangan kompleks dalam menjaga konsistensi mutu di tengah pengelolaan berbagai program secara bersamaan, mulai dari program tahfidz, pembelajaran bahasa, hingga beragam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi kepala sekolah dalam melaksanakan manajemen mutu lembaga pendidikan Islam pada sekolah berbasis program majemuk di SDI Al-Hakim Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru tahfidz, serta studi dokumentasi terhadap dokumen resmi sekolah. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam melaksanakan manajemen mutu mencakup tiga dimensi: (1) penguatan SDM guru melalui rekrutmen empat tahap, workshop mandiri, evaluasi mingguan, penegakan disiplin, keteladanan, dan pemberdayaan guru sebagai konten kreator digital; (2) penjaminan mutu kelembagaan melalui penetapan standar keagamaan di atas 8 SNP, konsultasi rutin dengan Dewan Konsultan Pakar eksternal, supervisi berkala dari lembaga mitra, dan pelaporan kepada yayasan; serta (3) pengelolaan program majemuk dan pembangunan kepercayaan masyarakat melalui program ekstrakurikuler berbasis bakat, tahfidz Metode Ummi, budaya 5S, piket pagi-pulang, pemanfaatan media sosial, dan pengayoman anak yatim. Ketiga strategi tersebut terbukti efektif dalam mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat, yang ditandai dengan pertumbuhan peserta didik dari 190 siswa (2022) menjadi 269 siswa (2026), serta pendaftaran tahun ajaran 2026-2027 yang telah ditutup di saat lembaga pendidikan lain belum membuka, karena kuota sudah terpenuhi.