As'aril Muhajir
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pembelajaran Menerjemah Santri Pondok Kreatif Baitul Kilmah Mohammad Thoriq Miftahuddin; As'aril Muhajir; Anin Nurhayati
TSAQOFIYA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 8 No 1 (2026): Tsaqofiya: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Kiai Ageng Muhammad Besari onorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/tn50aj05

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab menghadapi banyak problematika, melalui model pembelajaran berbasis multiliterasi, dapat melatih kemampuan siswa jadi lebih aktif, kreatif, produktif serta lebih bermakna dalam kemampuan menerjemah buku-buku berbahasa Arab. Tujuan penelitian ini menjelaskan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi model pembelajaran bahasa arab berbasis mulitiliterasi untuk meningkatkan kemampuan menerjemah santri Pesantren Kreatif Baitul Kilmah Bantul. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan model multiliterasi yang diterapkan adalah Multiliterasi Transformasi sebagai berikut: 1) Perencanaan model pembelajaran; (a) penekanan visi misi untuk memperbanyak karya terjemahan. (b) menguasai ilmu menulis, (c) menguasai bahasa Indonesia, (d) menguasai bahasa Arab, (e) menguasai berbagai disiplin ilmu, dan (f) mengakses isu-isu terkini. 2) Penerapan dilaksanakan dengan mengelompokkan santri menjadi dua kelompok, yaitu santri yang masih sekolah dan santri mahasiswa. Pembelajaran bahasa arab bagi santri sekolah yaitu belajar ringkasan jurumiyah, tashrif, kursus bahasa arab, praktik pidato dan hiwar. Sedangkan bagi santri mahasiswa dilakukan dengan; (a) Membangun fondasi kuat, motivasi dan minat siswa, (b) Melakukan penyederhanaan terhadap ilmu alat (nahwu, sharaf, mufradat atau kosa kata bahasa Arab), santri menyusun terjemahan sesuai kaidah bahasa Indonesia, jika kalimat panjang, maka dilakukan pemotongan menjadi sebelas kata.(c) Mengarahkan orientasi siswa pada praktek dan karya nyata, dan (d) Menjalin kerjasama intensif dengan penerbitan. 3) Proses evaluasi yaitu memperbanyak dan menyetorkan naskah hasil terjemahan untuk dikoreksi pengasuh dan guru secara langsung. Jika penerjemahan selesai, naskah diberikan ke penerbitan untuk diterbitkan dan dijual.
Strategi Kepala Sekolah dalam Melaksanakan Manajemen Mutu Lembaga Pendidikan Islam pada Sekolah Berbasis Program Majemuk Alisatus Sina Asshobri; As'aril Muhajir; Agus Zaenul Fitri
Jurnal Manajemen Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi [JMP-DMT] Vol 7, No 3 (2026): JURNAL JMP-DMT
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jmp-dmt.v7i3.30481

Abstract

Lembaga pendidikan Islam berbasis program majemuk menghadapi tantangan kompleks dalam menjaga konsistensi mutu di tengah pengelolaan berbagai program secara bersamaan, mulai dari program tahfidz, pembelajaran bahasa, hingga beragam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi kepala sekolah dalam melaksanakan manajemen mutu lembaga pendidikan Islam pada sekolah berbasis program majemuk di SDI Al-Hakim Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru tahfidz, serta studi dokumentasi terhadap dokumen resmi sekolah. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam melaksanakan manajemen mutu mencakup tiga dimensi: (1) penguatan SDM guru melalui rekrutmen empat tahap, workshop mandiri, evaluasi mingguan, penegakan disiplin, keteladanan, dan pemberdayaan guru sebagai konten kreator digital; (2) penjaminan mutu kelembagaan melalui penetapan standar keagamaan di atas 8 SNP, konsultasi rutin dengan Dewan Konsultan Pakar eksternal, supervisi berkala dari lembaga mitra, dan pelaporan kepada yayasan; serta (3) pengelolaan program majemuk dan pembangunan kepercayaan masyarakat melalui program ekstrakurikuler berbasis bakat, tahfidz Metode Ummi, budaya 5S, piket pagi-pulang, pemanfaatan media sosial, dan pengayoman anak yatim. Ketiga strategi tersebut terbukti efektif dalam mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat, yang ditandai dengan pertumbuhan peserta didik dari 190 siswa (2022) menjadi 269 siswa (2026), serta pendaftaran tahun ajaran 2026-2027 yang telah ditutup di saat lembaga pendidikan lain belum membuka, karena kuota sudah terpenuhi.