Oktaviani Ramenusa
Sekolah Tinggi Bisnis dan Manajemen Dua Saudara

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Strategi Potensi Wisata Bahari Sebagai Kawasan Wisata Unggulan Daerah Kota Bitung Oktaviani Ramenusa; Juliedi Manuel Palenewen
Al-Buhuts Vol. 21 No. 2 (2025): Al-Buhuts
Publisher : Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ab.v21i2.6937

Abstract

The purpose of this study is to identify the potential, analyze internal and external factors, and formulate development strategies for marine tourism in Bitung City to strengthen its position as a leading regional destination. A qualitative research method with descriptive analysis was employed. Data were collected from both primary and secondary sources. Primary data were obtained through field observations and interviews, while secondary data were gathered from relevant literature. The data analysis applied the SWOT framework, which systematically examines internal strengths and weaknesses as well as external opportunities and threats to formulate development strategies. The results reveal that Bitung City possesses significant strengths, including rich marine biodiversity, favorable macro-level accessibility, and government support. However, weaknesses remain in micro-level infrastructure, sea transportation, limited tourism human resources, and suboptimal promotion. Opportunities for development emerge from the growing trend of sustainable tourism, supportive government policies, and the expansion of digital promotion. At the same time, potential threats include environmental degradation, increasing competition from other destinations, and regulatory challenges. Based on the SWOT analysis, several priority strategies are recommended, namely enhancing human resource capacity, improving infrastructure, strengthening digital promotion, diversifying tourism products, and implementing conservation practices. This study highlights that Bitung’s marine tourism has strong strategic potential, particularly through the internationally recognized Lembeh Strait ecosystem, adequate macro-level infrastructure, and the commitment of local government in promoting tourism. Nonetheless, persistent challenges such as limited infrastructure, underdeveloped sea transport services, insufficient human resource capacity, and weak branding efforts need to be addressed.
Pengaruh Komunikasi dan Kerjasama Tim terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Delta Pasific Indotuna Jecklin Fiorinny Angelique Nada; Treesje Imran; Stephanie Mervin Tooy; Oktaviani Ramenusa
Journal of Accounting, Management, Economics, and Business (ANALYSIS) Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/analysis.v3i2.2524

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi dan kerjasama tim terhadap kinerja karyawan pada PT. Delta Pasific Indotuna, khususnya pada bagian labelling. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sifat asosiatif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner kepada seluruh karyawan bagian labelling yang berjumlah 53 orang. Karena jumlah populasi relatif kecil, seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel melalui teknik sampling jenuh. Analisis data dilakukan dengan bantuan SPSS versi 30 melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (t = 2,088; sig. = 0,042), sedangkan kerjasama tim juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (t = 3,198; sig. = 0,002). Secara simultan, komunikasi dan kerjasama tim berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai F sebesar 144,225 dan tingkat signifikansi < 0,001. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,846 menunjukkan bahwa 84,6% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh komunikasi dan kerjasama tim, sementara 15,4% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya keterbukaan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam meningkatkan efektivitas kerja karyawan pada bagian labelling perusahaan industri pengolahan hasil perikanan.
Pengaruh Lingkungan Internal dan Lingkungan Eksternal terhadap Kinerja Karyawan PT. Pasific Tuna Mandiri Paulina Kansil; Oktaviani Ramenusa; Oktafiane Runtukahu; Treesje Imran
Journal of Accounting, Management, Economics, and Business (ANALYSIS) Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Edupedia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/analysis.v3i2.2525

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan internal dan lingkungan eksternal, baik secara parsial maupun simultan, terhadap kinerja karyawan PT. Pasific Tuna Mandiri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Populasi berjumlah 100 karyawan dan sampel 50 responden ditentukan dengan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 10%. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert. Variabel lingkungan internal diukur melalui sumber daya manusia, budaya organisasi, dan struktur organisasi; lingkungan eksternal melalui ekonomi, teknologi, dan kebijakan pemerintah daerah; sedangkan kinerja karyawan melalui hasil kerja, pengetahuan pekerjaan, dan inisiatif. Analisis menggunakan SPSS dengan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Seluruh item instrumen valid dan reliabel. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 3,218 + 0,565X1 + 0,388X2 + e. Lingkungan internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (t = 3,762), demikian pula lingkungan eksternal (t = 2,636). Secara simultan kedua variabel berpengaruh signifikan (F = 719,973). Nilai R² sebesar 0,968 menunjukkan bahwa 96,8% variasi kinerja karyawan dijelaskan oleh lingkungan internal dan eksternal. Penelitian mengintegrasikan faktor lingkungan internal dan eksternal dalam satu model empiris pada konteks industri pengolahan tuna di Kota Bitung, sehingga memberikan gambaran simultan mengenai faktor organisasi dan dinamika eksternal yang terkait dengan kinerja karyawan. Temuan dapat digunakan manajemen perusahaan pengolahan perikanan sebagai dasar memperkuat kondisi internal organisasi sekaligus meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan ekonomi, teknologi, kebijakan, dan persaingan.