Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Transformasi Digital Menggunakan Strategi Pemasaran Modern Dalam Meningkatkan Visibilitas Dan Penjualan Produk KWT Puspa Gemari Dani Permana; Hana Hoerunisa; Alya Febri Surya D; Inge Apriliani; Florensa Marchilaz Della Rosa; Hasnah Rambe; Muhammad Defan Trisriantama; Alya Dwi Salsabila
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1467

Abstract

This study aims to implement digital transformation using modern marketing strategies to enhance the visibility and sales of products from the Women Farmers Group (KWT) Puspa Gemari. The research method used is Action Research, involving socialization and training to improve the digital skills of KWT Puspa Gemari members. The work program includes product photography training, social media management, and packaging rebranding to create a more attractive and professional product image. The analysis of the success of this program is measured by data on the effectiveness of the use of digital advertising, website use, WhatsApp business, and also content management on KWT Puspa Gemari social media has a significant role in increasing sales of KWT Puspa Gemari products. With this strategy, KWT Puspa Gemari strengthened their position in the market and became a relevant example of digital transformation for other women farmers' groups.
KRISIS LEGITIMASI BRAND DALAM KONFLIK SPONSORSHIP FESTIVAL MUSIK PESTAPORA 2025 Rahma Novita Alim Putri; Alya Dwi Salsabila; Ikhsan Fauzi Adha
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 11 No. 2 (2026): EDISI APRIL
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi Fisip UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/jikuho.v11i2.2048

Abstract

Festival musik tidak lagi sekadar ruang hiburan, tetapi arena komunikasi publik tempat nilai, identitas, dan legitimasi brand dinegosiasikan. Konflik sponsorship Festival Musik Pestapora akibat keterlibatan PT Freeport Indonesia menunjukkan bagaimana kerja sama ekonomi dapat memicu krisis legitimasi simbolik di ruang budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana legitimasi sponsor diproduksi, diperdebatkan, dan dinegosiasikan dalam komunikasi publik festival. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough untuk membaca dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosiokultural dari pernyataan resmi penyelenggara, pernyataan musisi, pemberitaan media, dan komentar publik di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggara membangun legitimasi secara pragmatis melalui bahasa administratif, sementara musisi dan publik memproduksi narasi moral yang mempertanyakan keselarasan nilai sponsor dengan identitas festival. Ketegangan antara kapital ekonomi dan nilai budaya memicu erosi legitimasi moral dan menghambat pembentukan legitimasi kognitif. Penelitian menunjukkan bahwa dalam industri kreatif, legitimasi brand sangat bergantung pada pengakuan moral komunitas budaya. Secara teoritis, studi ini memperluas pemahaman mengenai sponsorship dengan menempatkannya sebagai praktik komunikasi simbolik yang melibatkan negosiasi legitimasi dalam ruang budaya festival. Temuan ini juga memberikan implikasi praktis bagi penyelenggara festival dan perusahaan sponsor untuk mempertimbangkan keselarasan nilai antara brand dan identitas budaya festival sebelum menjalin kerja sama sponsorship.