Desy Januarrifianto
Fakultas Kedokteran Dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Anestesia pada Operasi Reseksi Malformasi Arteri Vena Otak Januarrifianto, Desy; Auerkari, Aino Nindya; Firdaus, Riyadh
Majalah Anestesia dan Critical Care Vol 32 No 2 (2014): Juni
Publisher : Perdatin Pusat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMalformasi arteri-vena otak, atau cerebral arteriovenous malformation (AVM) merupakan kondisi yang jarang, namun morbiditas neurologis dan mortalitasnya bermakna. Salah satu pilihan terapi untuk AVM adalah operasi reseksi dengan bedah mikro. Perhatian khusus untuk ahli anestesia pada operasi ini adalah upaya mencegah iskemia sekunder jaringan otak dengan mempertahankan hemodinamik stabil agar tekanan perfusi otak sedekat mungkin dengan nilai normal, mengupayakan agar tidak terjadi pembengkakan otak dan mengantisipasi perdarahan. Di laporan ini, kami menjabarkan manajemen anestesia pada laki-laki 22 tahun dengan AVM simtomatik yang menjalani operasi reseksi AVM pada tanggal 10 April 2012 di Instalasi Bedah Pusat RS dr. Cipto Mangunkusumo, dan mengalami perdarahan akibat ruptur arteri intraoperasi. Kata kunci: Anestesia, AVM, malformasi arteri-vena, operasi reseksi Cerebral arteriovenous malformation (AVM) is a rare vascular condition carrying significant neurologic morbidity and mortality. Among the treatment options are surgical resection using microsurgery technique. Special anesthetic consideration in this type of surgery is on preventing secondary ischemia of brain tissue by maintaining stable haemodynamics to achieve as normal cerebral perfusion pressure as possible, preventing cerebral edema and anticipating hemorrhage. In this report, we describe the anaesthetic management of a 22 year-old male presenting with symptomatic AVM, who underwent surgical resection on April 10th 2012 in Central Operating Theater of RS dr. Cipto Mangunkusumo, and experienced intraoperative bleeding from an arterial rupture. Key words: Anesthesia, arteriovenous malformation, AVM, surgical resection
Updated Resistensi Antibiotik: Dari Pre Klinik Hingga Aplikasi Klinik Tenaga Kesehatan Rike Syahniar; Audia Nizhma Nabila; Desy Januarrifianto; Mardhia Mardhia; Nurmalia Lusida; Inas Farida
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.2.1.13-18

Abstract

Penyalahgunaan dan penggunaan antibiotik yang berlebihan menyebabkan meningkatnya prevalensi resistensi antibiotik. Dokter, perawat, bidan, dan tenaga kefarmasian berperan penting dalam memberikan informasi dan edukasi penggunaan antibiotik kepada masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai penggunaan dan resistensi antibiotik. Kegiatan dimulai dengan memberikan pre-test kepada partisipan, dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai update resistensi antibiotik oleh narasumber dan kemudian diberikan post-test. Hasil uji wilcoxon, diketahui p-value = 0,000 < 0,05, serta ada kenaikan nilai mean pre test sebesar 68.44 menjadi 82.34 pada post test. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan peserta mengenai resistensi antibiotik.