Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Kompetensi Literasi pada Siswa di SMK Letris Indonesia 2 Kota Tangerang Selatan Rai Bagus Triadi; Dede Rosyadi ZA; Bima Kurniawan; Meria Zakiyah Alfisuma
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Komunitas Vol 3, No 1: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jpmk.v3i1.371

Abstract

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat pada semester ini berfokus pada pengembangan kemampuan literasi siswa di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan yang berlokasi di SMK Letris 2 Tangerang Selatan. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa, khususnya dalam memahami, mengolah, dan mengekspresikan gagasan secara tertulis. Pelaksanaan PKM ini dilatarbelakangi oleh pengamatan penulis terhadap masih rendahnya minat siswa dalam membaca dan menulis, serta kurangnya publikasi karya siswa di media massa, baik lokal maupun nasional. Hal ini menjadi perhatian bagi praktisi pendidikan karena mencerminkan rendahnya kemampuan siswa dalam mengomunikasikan ide secara efektif melalui tulisan. Program ini mencakup pemahaman dasar literasi, seperti keterampilan membaca kritis, pengenalan struktur teks, serta teknik pengembangan paragraf yang baik. Selain itu, siswa juga dibekali keterampilan praktis dalam mengembangkan ide, menyusun tulisan secara sistematis, serta memilih topik yang relevan dan kontekstual. Dalam proses lanjutan, siswa juga diberikan wawasan mengenai publikasi tulisan dan karakteristik berbagai media. Kegiatan PKM ini dilaksanakan melalui berbagai metode, seperti diskusi, latihan membaca dan menulis, penyajian contoh teks, serta evaluasi dan rekomendasi terhadap hasil karya siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap struktur teks, kemampuan dalam menuangkan ide secara runtut dan jelas, serta meningkatnya minat siswa dalam kegiatan literasi. Program ini juga mampu menumbuhkan kepercayaan diri dan motivasi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan literasi mereka. Dengan demikian, kegiatan pengembangan kemampuan literasi di SMK Letris 2 Tangerang Selatan merupakan salah satu upaya yang efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca, menulis, serta kesiapan siswa dalam menghasilkan karya tulis yang berkualitas.
MENJEMBATANI KESENJANGAN DIGITAL: TINJAUAN INTEGRATIF PERAN BAHASA SEBAGAI AKOMODASI KRITIS Bima Kurniawan; Dede Rosyadi ZA; Tri Pujiati
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 15 No. 1 (2026): Lingua Rima
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v15i1.15705

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berperan esensial dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian individu, namun potensi tersebut belum terwujud secara merata akibat adanya kesenjangan digital. Kesenjangan ini dipengaruhi oleh faktor demografi, akses literasi, serta konsekuensi sosio-ekonomi dari digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi definisi, manfaat, dan peran krusial bahasa dalam mewujudkan inklusi digital yang berkeadilan, menggunakan pendekatan tinjauan literatur integratif. Tiga puluh enam publikasi bereputasi (termasuk Scopus dan Web of Science) dianalisis melalui empat fase: perancangan, pelaksanaan, analisis, dan penulisan tinjauan. Hasil studi menunjukkan bahwa bahasa merupakan salah satu faktor penunjang inklusi digital, yang berfungsi sebagai katalis utama bagi pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pembentukan masyarakat yang partisipatif. Faktor tersebut dapat dikategorikan sebagai: (1) representasi simbolik literasi digital yang menjadi prasyarat esensial untuk navigasi dan pemahaman platform teknologi; (2) akomodasi kritis untuk menjembatani hambatan linguistik bagi penyandang disabilitas (misalnya melalui teks-ke-ucapan dan penyederhanaan adaptif teks); (3) strategi adaptasi bagi masyarakat pendatang (melalui translanguaging dan optimalisasi multibahasa) guna membangun integrasi sosial dan mengakses layanan ; serta (4) sarana analisis kebutuhan informasi dan akses setara terhadap layanan publik, khususnya layanan kesehatan, di mana hambatan bahasa dapat diminimalisir melalui aplikasi multibahasa dan komunikasi yang disederhanakan. Secara keseluruhan, pemahaman komprehensif terhadap dimensi kebahasaan sangat penting untuk melengkapi fokus teknologis, guna memastikan keterlibatan yang setara, partisipatif, dan representatif dalam ekosistem digital.