Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengembangan Kompetensi Literasi pada Siswa di SMK Letris Indonesia 2 Kota Tangerang Selatan Rai Bagus Triadi; Dede Rosyadi ZA; Bima Kurniawan; Meria Zakiyah Alfisuma
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Komunitas Vol 3, No 1: 2026
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jpmk.v3i1.371

Abstract

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat pada semester ini berfokus pada pengembangan kemampuan literasi siswa di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan yang berlokasi di SMK Letris 2 Tangerang Selatan. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa, khususnya dalam memahami, mengolah, dan mengekspresikan gagasan secara tertulis. Pelaksanaan PKM ini dilatarbelakangi oleh pengamatan penulis terhadap masih rendahnya minat siswa dalam membaca dan menulis, serta kurangnya publikasi karya siswa di media massa, baik lokal maupun nasional. Hal ini menjadi perhatian bagi praktisi pendidikan karena mencerminkan rendahnya kemampuan siswa dalam mengomunikasikan ide secara efektif melalui tulisan. Program ini mencakup pemahaman dasar literasi, seperti keterampilan membaca kritis, pengenalan struktur teks, serta teknik pengembangan paragraf yang baik. Selain itu, siswa juga dibekali keterampilan praktis dalam mengembangkan ide, menyusun tulisan secara sistematis, serta memilih topik yang relevan dan kontekstual. Dalam proses lanjutan, siswa juga diberikan wawasan mengenai publikasi tulisan dan karakteristik berbagai media. Kegiatan PKM ini dilaksanakan melalui berbagai metode, seperti diskusi, latihan membaca dan menulis, penyajian contoh teks, serta evaluasi dan rekomendasi terhadap hasil karya siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap struktur teks, kemampuan dalam menuangkan ide secara runtut dan jelas, serta meningkatnya minat siswa dalam kegiatan literasi. Program ini juga mampu menumbuhkan kepercayaan diri dan motivasi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan literasi mereka. Dengan demikian, kegiatan pengembangan kemampuan literasi di SMK Letris 2 Tangerang Selatan merupakan salah satu upaya yang efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca, menulis, serta kesiapan siswa dalam menghasilkan karya tulis yang berkualitas.
Efektivitas Bahasa Indonesia Dalam Komunikasi Ekonomi Antara Pedagang Dan Konsumen Di Kecamatan Kamal Tiara Dwi Dzulqi Anggraini; Taufiq Hidayat; Desiana Puspita Sari; Nanika Heni Setyowati; Bima Kurniawan
Neo-Bis Vol 15, No 1 (2026): JUNE
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nbs.v15i1.35078

Abstract

Penelitian ini tentang peran penggunaan bahasa Indonesia di Kecamatan Kamal, dilatarbelakangi oleh fenomena komunikasi dalam transaksi ekonomi yang melibatkan masyarakat multi-etnis dengan berbagai bahasa daerah (Madura, Jawa, Negara Asing) yang dominan digunakan. Dimana para konsumen yang banyak ditemukan dari kalangan mahasiswa-mahasiswi Universitas Trunodjoyo Madura. Bagi pelaku usaha menengah ini bisa menjadi tantangan maupun hambatan dalam kegiatan ekonomi yang dilakukan. Tujuan penelitian utama adalah mengidentifikasi penggunaan bahasa Indonesia dalam transaksi ekonomi , mendeskripsikan variasi bahasa dalam transaksi jual-beli, dan menemukan hambatan komunikasi antara pedagang dan pembeli. Dalam hal ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur untuk memperoleh informasi. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa di Kecamatan Kamal terdapat penggunaan bahasa Indonesia yang ber-variasi , ada dominan Bahasa Indonesia dan bahasa Madura maupun Jawa dalam komunikasi jual-beli. Adanya variasi penggunaan bahasa dapat membantu berjalannya transaksi ekonomi namun hal ini tidak mempengaruhi penuh pada kelangsungan penjualan atau dampak pada penjualan. Hal ini juga mempengaruhi faktor kedekatan konsumen dengan penjual sehingga bahasa yang digunakan bisa tergantung dari hubungan seberapa dekat penjual dengan konsumenKata Kunci: Bahasa Indonesia dalam Transaksi Ekonomi
Penggunaan Bahasa Indonesia sebagai Strategi Komunikasi pada UMKM Dimsum di Kecamatan Klampis Ratri Evelin Sihaloho; Reza Aisyah Ramadani; Bima Kurniawan
Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/pz7wdk29

Abstract

Bahasa memainkan peran penting dalam komunikasi bisnis, khususnya dalam mendukung strategi pemasaran yang diterapkan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Studi ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan bahasa Indonesia sebagai strategi komunikasi di UMKM The Oceana Dimsum di Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam paradigma interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi yang melibatkan pemilik UMKM dan individu yang terlibat langsung dalam komunikasi pelanggan. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa, termasuk kondensasi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia dimanfaatkan secara strategis baik dalam interaksi langsung dengan pelanggan maupun media promosi melalui bahasa yang sederhana, persuasif, informatif, dan sopan. Strategi komunikasi ini memungkinkan konsumen untuk lebih mudah memahami informasi produk, memperkuat keterlibatan pelanggan, meningkatkan citra profesional bisnis, dan mendukung komunikasi pemasaran yang lebih efektif. Studi ini menyimpulkan bahwa bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi tetapi juga sebagai instrumen pemasaran strategis yang berkontribusi pada peningkatan efektivitas komunikasi dan penguatan daya saing UMKM.
Peran Bahasa Indonesia dalam UMKM di Kecamatan Socah Ahmad Zulfan Assabil; Fatma Putri Saida; Siti Lystia Choirotus Sholihah; Bima Kurniawan
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/hkvgeq27

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in supporting economic growth through job creation and improving community welfare. In MSME activities, language becomes one of the important factors influencing the effectiveness of communication between business actors and consumers. This study aims to determine the role of Indonesian language in supporting MSME activities in Socah District, Bangkalan Regency, especially in transaction communication, customer service, product promotion, and business development. This research uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through interviews and observations of MSME actors in Socah District. The results show that Indonesian language has a strategic function as a communication tool that helps deliver product information clearly, increases customer comfort, and builds a professional business image. Although people in Socah District still frequently use Madurese language in daily interactions, Indonesian is still used as a connecting language when communicating with consumers from outside the region. The proper use of Indonesian helps MSME actors reduce misunderstandings, improve service quality, and expand marketing opportunities. However, several obstacles were found, such as the dominance of local language and the limited ability of some business actors to use Indonesian effectively in promotional activities. Therefore, improving language literacy through business communication training is needed so that MSMEs can develop and compete in a wider market. This study emphasizes that Indonesian language is not only a communication medium but also an important factor in supporting MSME sustainability and competitiveness.
MENJEMBATANI KESENJANGAN DIGITAL: TINJAUAN INTEGRATIF PERAN BAHASA SEBAGAI AKOMODASI KRITIS Bima Kurniawan; Dede Rosyadi ZA; Tri Pujiati
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 15 No. 1 (2026): Lingua Rima
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v15i1.15705

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berperan esensial dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian individu, namun potensi tersebut belum terwujud secara merata akibat adanya kesenjangan digital. Kesenjangan ini dipengaruhi oleh faktor demografi, akses literasi, serta konsekuensi sosio-ekonomi dari digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi definisi, manfaat, dan peran krusial bahasa dalam mewujudkan inklusi digital yang berkeadilan, menggunakan pendekatan tinjauan literatur integratif. Tiga puluh enam publikasi bereputasi (termasuk Scopus dan Web of Science) dianalisis melalui empat fase: perancangan, pelaksanaan, analisis, dan penulisan tinjauan. Hasil studi menunjukkan bahwa bahasa merupakan salah satu faktor penunjang inklusi digital, yang berfungsi sebagai katalis utama bagi pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pembentukan masyarakat yang partisipatif. Faktor tersebut dapat dikategorikan sebagai: (1) representasi simbolik literasi digital yang menjadi prasyarat esensial untuk navigasi dan pemahaman platform teknologi; (2) akomodasi kritis untuk menjembatani hambatan linguistik bagi penyandang disabilitas (misalnya melalui teks-ke-ucapan dan penyederhanaan adaptif teks); (3) strategi adaptasi bagi masyarakat pendatang (melalui translanguaging dan optimalisasi multibahasa) guna membangun integrasi sosial dan mengakses layanan ; serta (4) sarana analisis kebutuhan informasi dan akses setara terhadap layanan publik, khususnya layanan kesehatan, di mana hambatan bahasa dapat diminimalisir melalui aplikasi multibahasa dan komunikasi yang disederhanakan. Secara keseluruhan, pemahaman komprehensif terhadap dimensi kebahasaan sangat penting untuk melengkapi fokus teknologis, guna memastikan keterlibatan yang setara, partisipatif, dan representatif dalam ekosistem digital.