Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengenalan Bidang Farmasi sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman dan Minat Karier Siswa SMA Yulius Evan Christian; Madeleine Rose Karjono
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.791

Abstract

Pemahaman siswa SMA mengenai bidang farmasi dan peran profesi farmasis masih terbatas, sehingga diperlukan upaya edukatif untuk meningkatkan literasi akademik dan kesehatan serta membantu siswa memahami pilihan studi di bidang kesehatan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan ruang lingkup ilmu farmasi, peran dan kompetensi farmasis, serta prospek studi dan karier di bidang farmasi kepada siswa SMA, sekaligus mengidentifikasi tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah kegiatan. Metode pelaksanaan meliputi pemberian pre-test, penyampaian materi edukasi melalui ceramah interaktif, diskusi, serta pemberian post-test sebagai evaluasi. Kegiatan diikuti oleh 23 siswa SMA. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa, yang ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 91,30 pada pre-test menjadi 100,00 pada post-test, serta peningkatan capaian jawaban benar pada seluruh butir pertanyaan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi mampu meningkatkan dan meratakan pemahaman siswa tentang bidang farmasi. Secara keseluruhan, kegiatan pengenalan farmasi terbukti efektif dalam meningkatkan literasi akademik dan kesehatan siswa serta berperan sebagai tahap awal dalam pembentukan minat dan orientasi karier di bidang farmasi. Oleh karena itu, sekolah disarankan untuk mengintegrasikan kegiatan pengenalan karier di bidang kesehatan, khususnya farmasi, secara berkala dalam program bimbingan konseling atau kegiatan pengembangan diri siswa.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Keselamatan Listrik demi Kesehatan dan Kesejahteraan Rumah Tangga Yulius Evan Christian; Hamdan Mustopa; Dini Permata Sari; Putriana Rachmawati; Sharon Susanto
Pharmacy Action Journal Vol 5, No 2 (2026): 2026
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/paj.v5i2.8972

Abstract

Leakage of electrical current is one of the leading causes of electrical accidents and household fires, particularly due to unsafe installations. Low awareness of this hazard, along with limited understanding of safety devices such as Earth Leakage Circuit Breakers (ELCB), prompted the implementation of a community service program in RW 04, Kalibaru Subdistrict, North Jakarta. Educational outreach, interactive discussions, and simulations of ELCB installation using a participatory educational approach were conducted through pre- and post-tests involving 34 participants. The results showed an increase in the average score from 40.30% in the pretest to 100% in the post-test. All indicators showed improvement, particularly in terms of understanding the PUIL, ELCB functions, emergency response to electric shock, and the importance of certified technicians. Statistical analysis revealed a significance value of p < 0.05, indicating a significant difference before and after the program. This activity has proven empirically effective in increasing community literacy on electrical safety and is recommended for replication in other areas with similar conditions.
Pengenalan Ilmu Kosmetik : Bahaya Produk Kosmetik Palsu dan Workshop Pembuatan Parfum Yulius Evan Christian; Erna Wulandari; Patrycia Setiawan; Regina Carissa; Madeline Keke Tanoko; Sharon Susanto
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v10i1.7071

Abstract

Penggunaan kosmetik di kalangan remaja, khususnya siswa SMA, meningkat akibat pengaruh tren dan media sosial. Sebagian siswa belum memahami bahwa kosmetik dapat memengaruhi kesehatan dan harus digunakan dengan tepat. Peredaran kosmetik ilegal dan tidak terdaftar di BPOM meningkatkan risiko kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai keamanan kosmetik dan memberikan pengalaman membuat parfum. Kegiatan dilaksanakan di SMAK 6 Penabur Pluit pada 30 Juli 2025. Peserta berjumlah 13 siswa dengan rentang usia 15–16 tahun. Metode pelaksanaan diawali dengan penyusunan materi, pembuatan soal asesmen, dan persiapan alat serta bahan. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan mengintegrasikan diskusi interaktif dan juga praktik langsung. Secara umum, kegiatan terlaksana sesuai rencana tanpa kendala berarti. Sebelum kegiatan dimulai, dilakukan asesmen awal untuk mengetahui pengetahuan awal siswa SMA. Nilai rata-rata pretest yang didapatkan sebesar 66,92 yang termasuk dalam kategori sedang. Terjadi peningkatan nilai rata-rata posttest menjadi 92,3. Kategori pengetahuan sangat baik meningkat dari 7,7% menjadi 46,2%. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan siswa mengenai keamanan kosmetik dan memberikan keterampilan membuat parfum
Quality Evaluation and Phytochemical Screening of Kaempferia galanga and Zingiber zerumbet Rhizome Extracts Yulius Evan Christian; Ema Hermawati; Rahmatul Qodriah; Mega Efrilia; Senny Listy Kartika Falestin; Pra Panca Bayu Chandra; Sabrina K. Whardhani
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 14 No 2 (2025): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v14i2.651

Abstract

Indonesia has rich biodiversity that provides potential sources of traditional medicine, including Kaempferia galanga and Zingiber zerumbet rhizomes, which are widely used in ethnomedicine. This study aimed to evaluate the quality parameters and phytochemical constituents of both rhizomes in accordance with pharmacopoeial standards. The research involved simplicia preparation, extraction using 96% ethanol by maceration, and subsequent quality testing, including specific, non-specific, and phytochemical screening. Macroscopic and microscopic examinations confirmed the authenticity of the rhizomes, and purity tests showed that foreign organic matter levels were within the acceptable limits (≤2%). The extractive values demonstrated that K. galanga had a higher water-soluble content, whereas the two species had comparable ethanol fractions. Specific and non-specific quality parameters were quantitatively determined in compliance with the Indonesian Herbal Pharmacopoeia. The water-soluble extractive value was 11.30% for K. galanga and 9.20% for Z. zerumbet, while ethanol-soluble extractive values were both 5.30%. Loss on drying and moisture content remained below 10% for both rhizomes, meeting the required threshold. Specific gravity values of 0.8367 g/mL (K. galanga) and 0.79 g/mL (Z. zerumbet) indicated proper extract concentration. These parameters confirm the extracts' quality, stability, and suitability for further phytopharmaceutical development.
Improving the Health Independence of Muaragembong Community through the Utilization of Family Medicinal Plants (TOGA) Yulius Evan Christian; Dini Permata Sari
Pharmacy Action Journal Vol 5, No 1 (2025): 2025
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/paj.v5i1.8628

Abstract

AbstractThe utilization of Family Medicinal Plants (TOGA) has become a focus in efforts to improve public health through natural and independent means. This community service activity was conducted in Muaragembong, aiming to increase the community's knowledge about the benefits of TOGA and how to use it in daily life. The identified issue was the lack of understanding and skills within the community to utilize the medicinal plants available around them. The method employed in this service activity was a participatory-based extension, followed by hands-on training on how to plant, maintain, and process TOGA into beneficial herbal products. The results obtained showed a significant increase in participants' knowledge, from 33,21% in the pre-test to 64,64% in the post-test. The majority of participants now have a better understanding of the health benefits of various TOGA plants, such as turmeric, ginger, and moringa. This activity also had a positive impact on economic empowerment, with many participants planning to plant TOGA in their yards and share the knowledge with others. The importance of this result is to introduce the community to an alternative natural treatment that can support independent health, while also creating opportunities for economic empowerment through the cultivation of medicinal plants.Keywords: Family Medicinal Plants; Community empowerment; Natural health; Sustainable economy; TOGA