Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Standar Baik Dan Buruk Dalam Perspektif Akhlak, Moral Dan Etika Serta Implikasinya Terhadap Penguatan Pendidikan Di Era Digital Erpiani Lubis; Mhd Suwardi Hasibuan; Nur Sahara Hasibuan; Nur Syakinah Tanjung; Rinaldi Rizki Siregar; Sutan Botung Hasibuan
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi standar baik dan buruk dalam perspektif akhlak, moral, dan etika serta menganalisis implikasinya terhadap penguatan pendidikan di era digital. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena pergeseran nilai moral akibat perkembangan teknologi digital yang semakin pesat dan tidak diimbangi dengan penguatan nilai etika dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research), melalui kajian terhadap berbagai sumber seperti Al-Qur’an, hadis, buku, dan literatur relevan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa standar baik dan buruk mengalami pergeseran dari yang bersifat normatif menuju relatif akibat pengaruh media digital dan konstruksi sosial yang berkembang. Dalam perspektif teoretis, pemikiran Immanuel Kant menekankan pentingnya prinsip universal dalam menentukan kebaikan, sedangkan Aristoteles menegaskan bahwa kebaikan dibentuk melalui pembiasaan karakter. Dalam perspektif Islam, akhlak menjadi landasan utama yang bersumber dari wahyu dan bersifat absolut. Oleh karena itu, rekonstruksi nilai dilakukan melalui integrasi akhlak sebagai dasar normatif, etika sebagai refleksi rasional, dan moral sebagai praktik sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam mengatasi krisis moral di era digital melalui penguatan pendidikan karakter berbasis nilai yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta penanaman literasi etika digital, sehingga mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat.
Kolaborasi Sekolah Dan Orang Tua Dalam Mengendalikan Dampak Penggunaan Media Sosial Pada Peserta Didik SD Negeri 0103 Sibuhuan Rondah Nasution; Sindi Nursifa; Rondana Wati Rambe; Zubaida Rasmi Lubis; Jahro Daulay; Nur Syakinah Tanjung; Erpina Lubis; Nur Sahara Hasibuan; Mira Yanti Lubis
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kolaborasi sekolah dan orang tua dalam mengendalikan dampak penggunaan media sosial pada peserta didik SD Negeri 0103 Sibuhuan. Penggunaan media sosial yang semakin meningkat di kalangan anak usia sekolah dasar memberikan berbagai manfaat, namun juga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perilaku, kedisiplinan, interaksi sosial, dan aktivitas belajar peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua untuk mengarahkan penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik SD Negeri 0103 Sibuhuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan sekolah dan orang tua dalam mengendalikan dampak penggunaan media sosial meliputi pemberian edukasi literasi digital, pengawasan penggunaan gawai, pembatasan waktu penggunaan media sosial, serta komunikasi yang intensif antara sekolah dan orang tua. Faktor pendukung meliputi kerja sama yang baik antara sekolah dan keluarga, keterlibatan guru, serta kesadaran orang tua dalam melakukan pengawasan. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu orang tua, rendahnya literasi digital sebagian orang tua, kemudahan akses internet, dan pengaruh teman sebaya. Kolaborasi yang efektif antara sekolah dan orang tua terbukti mampu membantu peserta didik menggunakan media sosial secara lebih positif dan bertanggung jawab.