Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkembangan Pemikiran Akhlak Dalam Islam Analisis Historis Dan Rekonstruktif Serta Implikasinya Terhadap Penguatan Pendidikan Karakter Di Era Digital Rondah Nasution; Sindi Nursifa; Rondana Wati Rambe; Zubaida Rasmi Lubis; Jahro Daulay; Sutan Botung Hasibuan
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan pemikiran akhlak dalam Islam dari perspektif historis dan rekonstruktif serta mengkaji implikasinya terhadap penguatan pendidikan karakter di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari literatur primer berupa karya-karya klasik etika Islam serta literatur sekunder berupa buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran akhlak dalam Islam mengalami evolusi dari etika profetik pada masa awal Islam, etika rasional-filosofis pada masa klasik, etika spiritual-sufistik pada masa pertengahan, hingga etika sosial, kontekstual, dan digital pada era modern dan kontemporer. Dalam perspektif rekonstruktif, akhlak Islam tidak bersifat statis, tetapi terus mengalami penafsiran ulang sesuai perkembangan zaman tanpa melepaskan nilai-nilai dasarnya dalam Al-Qur’an dan Sunnah. Selain itu, akhlak Islam memiliki relevansi yang sangat kuat dalam menjawab tantangan era digital, terutama dalam membentuk karakter yang berintegritas, kritis, dan bertanggung jawab secara moral dalam ruang virtual.
Kolaborasi Sekolah Dan Orang Tua Dalam Mengendalikan Dampak Penggunaan Media Sosial Pada Peserta Didik SD Negeri 0103 Sibuhuan Rondah Nasution; Sindi Nursifa; Rondana Wati Rambe; Zubaida Rasmi Lubis; Jahro Daulay; Nur Syakinah Tanjung; Erpina Lubis; Nur Sahara Hasibuan; Mira Yanti Lubis
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kolaborasi sekolah dan orang tua dalam mengendalikan dampak penggunaan media sosial pada peserta didik SD Negeri 0103 Sibuhuan. Penggunaan media sosial yang semakin meningkat di kalangan anak usia sekolah dasar memberikan berbagai manfaat, namun juga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perilaku, kedisiplinan, interaksi sosial, dan aktivitas belajar peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua untuk mengarahkan penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik SD Negeri 0103 Sibuhuan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan sekolah dan orang tua dalam mengendalikan dampak penggunaan media sosial meliputi pemberian edukasi literasi digital, pengawasan penggunaan gawai, pembatasan waktu penggunaan media sosial, serta komunikasi yang intensif antara sekolah dan orang tua. Faktor pendukung meliputi kerja sama yang baik antara sekolah dan keluarga, keterlibatan guru, serta kesadaran orang tua dalam melakukan pengawasan. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu orang tua, rendahnya literasi digital sebagian orang tua, kemudahan akses internet, dan pengaruh teman sebaya. Kolaborasi yang efektif antara sekolah dan orang tua terbukti mampu membantu peserta didik menggunakan media sosial secara lebih positif dan bertanggung jawab.