Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Proses Pendampingan Pembelajaran Digital dan Penguatan Literasi di PKBM Abdi Cahaya Fajar Kota Bengkulu Ari Putra; Wiwin Yunita; Ebta Aulia; Intan Suraningsih
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.725

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran digital dan penguatan literasi di PKBM Abdi Cahaya Fajar Kota Bengkulu melalui program pendampingan kepada tutor dan warga belajar. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi keterbatasan kemampuan penggunaan media digital dalam pembelajaran, rendahnya literasi digital warga belajar, serta belum optimalnya pemanfaatan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) sebagai pusat literasi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi awal, sosialisasi, pelatihan pembelajaran digital, pendampingan literasi, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tutor dan warga belajar mulai mampu memanfaatkan media digital dalam proses pembelajaran secara lebih fleksibel dan interaktif. Selain itu, kegiatan pendampingan juga meningkatkan partisipasi warga belajar dalam kegiatan literasi melalui pemanfaatan TBM dan penguatan keterampilan digital marketing sederhana. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan pembelajaran digital dan literasi pada pendidikan nonformal.
PENYULUHAN POLA HIDUP SEHAT MELALUI PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL MENJADI MINUMAN SEHAT DI KELURAHAN LEMPUING Ebta Aulia; M. Fajri Hidayah; Wiwin Yunita; Dwi Ismawati; Intan Suraningsih; Puan Tri Cahyani; Kezia Kasandravati
Jurnal Padamu Negeri Vol. 3 No. 3 (2026): Juli : Jurnal Padamu Negeri (JPN)
Publisher : CV. Denasya Smart Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69714/ch0g2087

Abstract

Lempuing Subdistrict, Bengkulu City, has abundant herbal plants in residents' yards, but the community's knowledge and skills in processing them into healthy drinks are still limited. This community service activity aims to improve the knowledge, skills, and business readiness of housewives in processing herbal plants into healthy drinks. The implementation method uses a participatory extension approach with three stages: planning (observation and interviews), implementation (extension, demonstration, direct practice of making ginger tea and infused water), and evaluation using the CIPP model. The target of the activity was 20 housewives from RT 04, Lempuing Subdistrict. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the benefits of herbal plants and the dangers of consuming packaged instant drinks. All participants successfully practiced making herbal drinks independently with hygienic results. As many as 40% of participants expressed interest in developing this product into a home business. The hands-on training has proved effective in improving community skills while opening up economic opportunities based on local resources.