Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Ekonomi Lokal Berbasis Manajemen Talenta Inklusif, Ketahanan Pangan, dan Literasi Keuangan Melalui Pemanfaatan Sumber Daya Pertanian Singkong Bagi Ibu-Ibu PKK Desa Butuh Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali Susilaningtyas Budiana Kurniawati; Nobertus Citra Irawan; Zandra Dwanita Widodo; Atik Lusia; Retnoning Ambarwati; Muhammad Faiz Hardiansyah; Syahriar Abdullah; Eny Kusumawati9
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i1.8565

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi keuangan dan keterampilan manajerial ibu-ibu PKK di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, dalam mengelola hasil pertanian singkong sebagai komoditas unggulan daerah. Potensi lahan pertanian yang luas dan produktivitas singkong yang cukup tinggi belum sepenuhnya diikuti oleh kemampuan masyarakat dalam mengolah, mengemas, mencatat, dan memasarkan produk secara berkelanjutan. Program pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas perempuan desa melalui penguatan literasi keuangan, manajemen usaha produktif, inovasi produk pangan berbasis singkong, serta pengembangan strategi pemasaran sederhana berbasis digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui identifikasi kebutuhan masyarakat, pelatihan dan pendampingan berbasis praktik langsung, serta evaluasi partisipatif bersama peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menyusun pencatatan keuangan sederhana, mengelola usaha produktif, mengembangkan produk olahan singkong, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi. Inovasi produk berupa donat singkong, getuk, keripik singkong menjadi bentuk diversifikasi pangan lokal yang berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi rumah tangga. Selain itu, kegiatan ini mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan lokal, kemandirian ekonomi perempuan, dan pemanfaatan potensi desa secara produktif. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa integrasi manajemen talenta inklusif, literasi keuangan, dan ketahanan pangan mampu memperkuat kemandirian ekonomi perempuan perdesaan serta dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan replikatif bagi wilayah agraris lain di Indonesia.  
Pengaruh Penerimaan Teknologi Keuangan Terhadap Niat Penggunaan E-Wallet Pada Mahasiswa di Surakarta dan Yogyakarta Dwinanda Ripta Ramadhan; Muhammad Faiz Hardiansyah; Indria Desy Rachmawati
Akbis: Media Riset Akuntansi dan Bisnis JURNAL AKBIS VOLUME 10 NOMOR 1 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/akbis.v10i1.14785

Abstract

The development of financial technology has driven the massive adoption of digital wallets (e-wallets), particularly among college students. Although e-wallets offer convenience and efficiency of transactions, their adoption is determined not only by the usability of the technology, but also by the perceived risk and individual characteristics of the user. This study aims to analyze the factors influencing e-wallet usage intentions by integrating the Technology Acceptance Model (TAM) and the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), and adding the constructs of personal innovativeness and perceived risk in the context of fintech. This study used a quantitative approach with a survey method of 197 active college students who use e-wallets in the cities of Surakarta and Yogyakarta.. The results showed that facilitating conditions and perceived ease of use had a positive and significant effect on personal innovativeness, while perceived usefulness showed no significant effect. Furthermore, personal innovativeness and monetary risk were shown to have a positive and significant effect on behavioral intention to use e-wallets. These findings highlight the important role of individual innovativeness and socially influenced risk perceptions in shaping e-wallet adoption, particularly in emerging markets