Agus Saputra
Universitas Sari Mulia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A Descriptive Study of Preoperative Anxiety Levels and Vital Sign Stability Among Patients at Puruk Cahu Regional General Hospital Agus Saputra; Muhammad Arief Wicaksono; Rian Tasalim
PROMOTOR Vol. 9 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i3.2488

Abstract

The preoperative period is a crucial phase in surgical care, during which patients frequently experience psychological distress, particularly anxiety. Anxiety may arise from uncertainty about the surgical procedure, anesthesia, potential complications, and postoperative outcomes. Previous studies indicate that 40-80% of surgical patients experience preoperative anxiety at varying levels. This emotional response can activate the sympathetic nervous system, leading to physiological changes such as increased blood pressure, heart rate, and respiratory rate. If not properly identified and managed, these alterations may affect perioperative stability and recovery. This study aimed to describe preoperative anxiety levels and the stability of vital signs among patients at Puruk Cahu Regional General Hospital. A quantitative descriptive study with a cross-sectional design was conducted involving 30 adult patients scheduled for elective surgery, selected through purposive sampling. Anxiety was measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Vital signs including blood pressure, pulse rate, respiratory rate, and body temperature were assessed using standard hospital equipment. Data were analyzed using descriptive statistics and presented as frequencies and percentages. The results showed that 33.3% of patients had no/normal anxiety, 30.0% had moderate anxiety, and 33.3% experienced severe anxiety, while 3.3% had mild anxiety. Abnormal blood pressure was found in 80.0% of patients, whereas most had normal pulse rate (73.3%), respiratory rate (93.3%), and body temperature (93.3%). These findings highlight the importance of comprehensive preoperative psychological and physiological assessment.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kecanduan Gadget pada Anak Usia Sekolah Agus Saputra; Ahmad Syahlani; Dwi Sogi Sri Redjeki; Malisa Ariani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1523

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat menyebabkan penggunaan gadget semakin meluas pada anak usia sekolah. Penggunaan yang tidak terkontrol berisiko menimbulkan kecanduan, seperti ketergantungan berlebihan, gangguan aktivitas belajar, dan penurunan interaksi sosial. Pola asuh orang tua diduga berperan dalam membentuk perilaku anak terhadap penggunaan gadget. Berdasarkan teori Diana Baumrind, pola asuh terbagi menjadi otoriter, demokratis, dan permisif. Pengukuran kecanduan gadget dalam penelitian ini menggunakan adaptasi dari Smartphone Addiction Scale yang dikembangkan oleh Kwon Min Kyu. Mengidentifikasi pola asuh orang tua, tingkat kecanduan gadget, serta menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan kecanduan gadget pada anak usia sekolah di SD Negeri Tumbang Ulu 1. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 36 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola asuh dan kuesioner kecanduan gadget yang telah diuji validitas (r hitung 0,398–0,823) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha 0,873 dan 0,912). Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman. Sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh otoriter (58,3%) dan sisanya demokratis (41,7%). Tingkat kecanduan gadget sebagian besar berada pada kategori tidak ketergantungan dan ketergantungan sedang. Uji Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kecanduan gadget. Tidak terdapat hubungan bermakna antara pola asuh orang tua dan kecanduan gadget pada anak usia sekolah.