Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS LEVELS AND HYPERTENSION INCIDENCE AMONG POLICE OFFICERS IN THE SAMAPTA UNIT OF KAPUAS POLICE DEPARTMENT Vianetria Vianetria; Ahmad Syahlani; Angga Irawan
HEARTY Vol 14 No 2 (2026): APRIL
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/hearty.v14i2.22021

Abstract

Hypertension is one of the most prevalent cardiovascular diseases worldwide, including in Indonesia. One of the contributing factors to hypertension is stress, especially among individuals with high work pressure, such as police officers. The Samapta Unit of Kapuas Police Department has complex and high-risk duties, which increase stress levels and may impact their overall health. This study aims to analyze the relationship between stress levels and the incidence of hypertension among police officers in the Samapta Unit of Kapuas Police Department. This research employs a quantitative design with a cross-sectional approach. The study sample consists of all officers in the Samapta Unit of Kapuas Police Department who met the inclusion criteria, totaling 36 respondents. Data were collected using the Perceived Stress Scale (PSS-10) questionnaire to measure stress levels and sphygmomanometer measurements to assess blood pressure. Data analysis was conducted using the Chi-Square test and Fisher’s Exact Test. The results show that 50% of respondents experienced mild stress, 47.2% had moderate stress, and 2.8% had severe stress. Additionally, 38.89% of respondents were diagnosed with hypertension. The statistical test using Fisher’s Exact Test yielded a p-value of 0.009, indicating a significant relationship between stress levels and hypertension incidence among police officers in the Samapta Unit of Kapuas Police Department. These findings confirm that stress levels are significantly associated with hypertension among police officers. Proper stress management strategies should be implemented to reduce the risk of hypertension among law enforcement personnel.
Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Hospital Readmission pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Vera Vera; Ahmad Syahlani; M. Sobirin Mohtar
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.183

Abstract

Salah stau kunci utama pengobatan diabetes melitus adalah melalui pola makan. Namun hal ini sering menjadi masalah dalam proses pengobatan diabetes melitus itu sendiri. Pola makan yang buruk akan mengakibatkan permasalahan lain seperti terjadinya hospital readmission. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian hospital readmission pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 30 orang dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner pola makan dengan analisa uji Two Sample kolmogrof-smirnov. Dari hasil uji statistik Two Sample kolmogrof-smirnov didapatkan nilai signifikan 0,06 > 0,05 menunjukkan tidak ada hubungan antara pola makan dengan kejadian hospital readmission pada pasien diabetes melitus tipe 2. Pola makan bukan merupakan satu-satunya faktor yang dapat meningkatkan kejadian hospital readmission, pada kenyataannya banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya hospital readmission diantaranya aktivitas fisik, gaya hidup, kepatuhan minum obat dan pengetahuan pasien tentang diabetes melitus.
Pengaruh Teknik Pernapasan Buteyko terhadap Frekuensi Napas pada Pasien Dewasa dengan Asma Aida Sari; Ahmad Syahlani; Asmadiannoor Asmadiannoor; Onieqie Ayu Dhea Manto
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 3 (2025): Journal of Language and Health: September 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i3.185

Abstract

Asma bronkial merupakan masalah kesehatan yang terjadi di seluruh dunia, baik di negara maju maupun berkembang. Pada pasien dengan kegawatdaruratan Asma bronkhial, maka airway, breathing, dan circulation pasien akan mengalami gangguan, pasien akan mengalami sesak napas sehingga frekuensi pernapasan meningkat dan jika tidak ditangani dengan cepat akan menyebabkan hipoksia yang berujung pada kematian. Intervensi untuk mengatasi kegawatdaruratan pasien asma selain pemberian obat melalui nebulizer, terapi nonfarmakologis dengan teknik pernapasan Buteyko juga salah satu penanganan yang dapat diberikan. Menganalisis pengaruh teknik pernapasan Buteyko terhadap penurunan frekuensi napas pada pasien dewasa dengan Asma di Instalasi Gawat Darurat RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Sampel terdiri dari 31 pasien dewasa dengan Asma yang dipilih secara purposive sampling. Intervensi berupa teknik pernapasan Buteyko dilakukan setelah pasien menerima terapi nebulizer. Frekuensi napas diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Rata-rata frekuensi napas responden setelah pemberian teknik pernapasan Buteyko adalah 21,55 x/menit. Ada pengaruh pemberian teknik pernapasan Buteyko terhadap penurunan frekuensi napas pada pasien dewasa dengan Asma, yang dibuktikan dengan uji paried sample t-test didapatkan p-value = 0,000 (α<0,05). Teknik pernapasan Buteyko efektif dalam menurunkan frekuensi napas pada pasien dewasa dengan Asma, dan dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologis tambahan di layanan gawat darurat.
Identifikasi Faktor Ekstrinsik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Ipah Nurjanah; Onieqie Ayu Dhea Manto; Cynthia Eka Fayuning Tjomiadi; Ahmad Syahlani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.805

Abstract

Diabetes Melitus Tipe II merupakan salah satu penyakit kronis yang mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh berbagai macam faktor termasuk dari luar atau faktor ekstrinsik pada pasien Diabetes Melitus Tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor ekstrinsik yang berpotensi mempengaruhi angka kejadian pengelolaan Diabetes Melitus Tipe II pada pasien di Puskesmas Pekauman Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Dengan jumlah responden sebanyak 48 pasien Diabetes Melitus Tipe II yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan dan diuji dengan analia univariate. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sebagian besar pasien memiliki akses yang baik terhadap layanan Kesehatan (100%), mendapatkan dukungan sosial dalam kategori sedang (25,0%) hingga baik (75,0%), pola makan dalam kategori sedang (95,8%) hingga kurang baik (4,2%), dan aktivitas fisik dalam kategori sedang (95,8%) hingga rendah (4,2%). Simpulan penelitian ini, ditemukan bahwa terdapat beberapa faktor ekstrinsik yang masih memerlukan perhatian dan pembenahan lebih lanjut, terutama bagi tenaga Kesehatan dipuskesmas. Faktor-faktor tersebut meliputi dukungan sosial, pola makan dan aktivitas fisik pada pasien Diabetes Melitus tipe II.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kecanduan Gadget pada Anak Usia Sekolah Agus Saputra; Ahmad Syahlani; Dwi Sogi Sri Redjeki; Malisa Ariani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1523

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat menyebabkan penggunaan gadget semakin meluas pada anak usia sekolah. Penggunaan yang tidak terkontrol berisiko menimbulkan kecanduan, seperti ketergantungan berlebihan, gangguan aktivitas belajar, dan penurunan interaksi sosial. Pola asuh orang tua diduga berperan dalam membentuk perilaku anak terhadap penggunaan gadget. Berdasarkan teori Diana Baumrind, pola asuh terbagi menjadi otoriter, demokratis, dan permisif. Pengukuran kecanduan gadget dalam penelitian ini menggunakan adaptasi dari Smartphone Addiction Scale yang dikembangkan oleh Kwon Min Kyu. Mengidentifikasi pola asuh orang tua, tingkat kecanduan gadget, serta menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan kecanduan gadget pada anak usia sekolah di SD Negeri Tumbang Ulu 1. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 36 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pola asuh dan kuesioner kecanduan gadget yang telah diuji validitas (r hitung 0,398–0,823) dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha 0,873 dan 0,912). Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman. Sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh otoriter (58,3%) dan sisanya demokratis (41,7%). Tingkat kecanduan gadget sebagian besar berada pada kategori tidak ketergantungan dan ketergantungan sedang. Uji Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan tingkat kecanduan gadget. Tidak terdapat hubungan bermakna antara pola asuh orang tua dan kecanduan gadget pada anak usia sekolah.
Terapi relaksasi Benson terhadap tingkat nyeri pada pasien post-op Ahmad Syahlani; Siti Bulkis; M. Sobirin Mohtar
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v10i1.1418

Abstract

Pembedahan sering menimbulkan nyeri pascaoperasi yang dapat mengganggu penyembuhan dan kualitas hidup pasien. WHO melaporkan lebih dari 80% pasien pascaoperasi mengalami nyeri, dan di Indonesia prevalensinya masih tinggi. Penatalaksanaan nyeri umumnya bersifat farmakologis, namun berisiko menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan alternatif nonfarmakologis seperti terapi relaksasi Benson yang terbukti efektif menurunkan nyeri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi Benson terhadap tingkat nyeri pada pasien post op di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Metode penelitian ini menggunakan Pre-Experimental dengan One Grup PreTest-PostTest Design. Jumlah sampel sebanyak 10 orang dengan teknik Purposive sampling. Instrumen Penelitian menggunakan SOP terapi relaksasi Benson, dan dilakukan Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian diperoleh p-value sebesar 0,004. Simpulan penelitian ini yaitu terdapat pengaruh terapi relaksasi Benson terhadap tingkat nyeri pada pasien post op di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin.