Fuad, Ahmad Zaki
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Religiosity And Gender Equality: Forming An Eco-Humanistic Understanding In The Face Of The Global Environmental Crisis Nabil, Muhammad; Fuad, Ahmad Zaki; Mufid, Abdul; Ulya, Muhim Nailul; Ansori, Muhammad Agus; Mokhtar, Wan Khairul Aiman Wan
Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam Vol. 35 No. 1 (2026): Empirisma: Jurnal Pemikiran dan Kebudayaan Islam
Publisher : Prodi Studi Agama-agama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v35i1.3476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara religiusitas, kesetaraan gender, dan pemahaman eko-humanis dalam menghadapi krisis lingkungan global. Dalam konteks perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin akut, peran agama dan kesetaraan gender menjadi penting untuk membentuk paradigma baru yang lebih berkelanjutan dan inklusif. Penelitian ini mengkaji bagaimana ajaran-ajaran agama dapat memengaruhi kesadaran ekologis masyarakat, bagaimana kesetaraan gender, terutama peran perempuan, dapat memperkuat upaya-upaya pelestarian lingkungan, dan bagaimana konsep eko-humanis yang menekankan keterhubungan antara manusia dan alam dapat dimobilisasi dalam menghadapi tantangan lingkungan global. Research question utama dalam penelitian ini adalah bagaimana religiusitas dan kesetaraan gender dapat membentuk pemahaman eko-humanis dan berkontribusi terhadap upaya mitigasi krisis lingkungan global. Untuk menjawab pertanyaan ini, penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Ajaran agama yang berfokus pada penghargaan terhadap alam dan solidaritas sosial dapat memperkuat kesadaran lingkungan di kalangan umat beragama. (2). Keterlibatan perempuan dalam gerakan ekologis terbukti memiliki dampak positif terhadap implementasi kebijakan lingkungan yang lebih adil dan berkelanjutan. (3). Pemahaman eko-humanis yang berbasis pada nilai-nilai agama dan kesetaraan gender mampu menghasilkan solusi yang lebih inklusif dan efektif untuk mengatasi krisis lingkungan.