Aditya Syahputra
Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI PEMAAF MELALUI PENDEKATAN STORYTELLING QUR’ANI DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SMP NEGERI 1 PALANGKA RAYA Aditya Syahputra; Rahmah Aulia; Rahimah Aulia; Surawan Surawan
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v6i1.2792

Abstract

This study aims to describe the process of internalizing the value of forgiveness through a Qur’anic storytelling approach in Islamic Education (PAI) classes at SMP Negeri 1 Palangka Raya and to analyze its impact on students’ social behavior. This study employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the internalization of the value of forgiveness occurs through the stages of moral knowing, moral feeling, and moral acting. Students demonstrated increased empathy, the ability to resolve conflicts peacefully, and an awareness of the importance of asking for and granting forgiveness in social interactions at school. This study employs a Qur’anic storytelling approach based on the story of Prophet Yusuf as a strategy for internalizing the value of forgiveness, integrated with students’ social experiences at the junior high school level. Thus, Qur’anic storytelling can serve as an effective approach in strengthening character education within Islamic Education (PAI) instruction. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses internalisasi nilai pemaaf melalui pendekatan storytelling Qur’ani dalam pembelajaran PAI di SMP Negeri 1 Palangka Raya serta menganalisis dampaknya terhadap perilaku sosial siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai pemaaf berlangsung melalui tahapan moral knowing, moral feeling dan moral acting. Siswa menunjukkan peningkatan empati, kemampuan menyelesaikan konflik secara damai, serta kesadaran untuk meminta dan memberi maaf dalam interaksi sosial di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan storytelling Qur’ani berbasis kisah Nabi Yusuf sebagai strategi internalisasi nilai pemaaf yang diintegrasikan dengan pengalaman sosial siswa pada jenjang SMP.  Dengan demikian, storytelling Qur’ani dapat menjadi pendekatan efektif dalam penguatan pendidikan karakter pada pembelajaran PAI.
Peran Strategis Guru PAI Pada Lembaga Pendidikan Islam Alya Rahmi Ihsan; Aditya Syahputra; Ajahari Ajahari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.8274

Abstract

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mempunyai tanggung jawab strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan membentuk karakter religius peserta didik di institusi pendidikan Islam. Dengan perkembangan digitalisasi dan globalisasi saat ini, guru PAI harus memiliki lebih dari sekedar pengetahuan keagamaan; mereka juga harus memiliki kompetensi sosial, pedagogik, kepribadian, dan profesional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyebarkan peran guru PAI dalam lembaga pendidikan Islam, menemukan kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan peran tersebut, dan membuat rencana untuk pengembangan profesionalitas guru PAI dalam lingkungan pendidikan modern. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif yang dikombinasikan dengan pendekatan studi kepustakaan. Data dikumpulkan dari artikel jurnal ilmiah, buku referensi, dan dokumen akademik yang relevan yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025. Reduksi, penyajian, dan kesimpulan kesimpulan adalah langkah-langkah yang diperlukan untuk melakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik PAI berfungsi sebagai pendidik (mu'allim), pembimbing (murabbi), teladan (uswah hasanah), fasilitator, penggerak, dan pengubah moral. Hal ini dicapai melalui penerapan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran, pembentukan karakter religius, dan pengembangan profesionalitas secara konsisten. Kesimpulan dari penelitian ini, peningkatan kemampuan guru PAI merupakan komponen penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di era modern.