Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELAKSANAAN KAJIAN KITAB AYYUHAL WALAD KARYA IMAM AL-GHAZALI DI MAJELIS TA’LIM NURUL MUSTHOFA PALANGKARAYA Ahmad Sya'roni; Ajahari Ajahari; Saiful Lutfi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 2 (2026): Vol. 6 No. 2 Edisi Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i2.4695

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan proses pelaksanaan, dampak, serta faktor penghambat dan pendukung dalam kajian kitab Ayyuhal Walad karya Imam al-Ghazali di Majelis Ta'lim Nurul Musthofa Palangkaraya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kajian Ayyuhal Walad di Majelis Ta'lim Nurul Musthofa dilaksanakan setiap pekan dengan durasi sekitar dua jam, menggunakan metode ceramah, pembacaan teks secara bandongan, dan diskusi kelompok; 2) Materi yang diajarkan mencakup adab dan etika dalam menuntut ilmu, pentingnya kesucian hati, serta akhlak yang baik sebagai dasar dari ibadah dan kehidupan sehari-hari; 3) Dampak dari kajian ini terlihat pada peningkatan pemahaman keagamaan jamaah, yang tercermin dalam perubahan perilaku lebih baik, peningkatan kedekatan spiritual, dan motivasi untuk memperbaiki diri. Kendala yang dihadapi antara lain terbatasnya waktu dan fasilitas yang kurang memadai, namun faktor pendukung seperti dukungan dari pengurus majelis dan semangat peserta kajian tetap membuat kegiatan ini berjalan efektif. Kajian ini menunjukkan relevansi Ayyuhal Walad dalam membentuk akhlak dan spiritualitas umat Islam, khususnya bagi jamaah Majelis Ta'lim Nurul Musthofa.
Perspektif Mahasiswa Terhadap Implementasi Program Mbkm Di Lembaga Pendidikan Islam: (Studi Kualitatif) Muhammad Rizal; Saifa Ananda Putri; Dwi Masitoh; Ajahari Ajahari
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5794

Abstract

Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan bentuk transformasi pendidikan tinggi yang bertujuan meningkatkan kualitas lulusan melalui pembelajaran berbasis pengalaman. Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, pelaksanaan MBKM memiliki tantangan tersendiri karena harus mengintegrasikan kebijakan modern dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif mahasiswa terhadap implementasi program MBKM di lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), dengan sumber data primer berupa artikel jurnal ilmiah terindeks Google Scholar tahun 2022–2026 yang relevan dengan topik MBKM, perspektif mahasiswa, dan pendidikan Islam, serta data sekunder berupa buku dan dokumen pendukung lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang MBKM sebagai program yang mampu memperluas pengalaman belajar, meningkatkan keterampilan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, berpikir kritis, kemandirian, serta kesiapan menghadapi dunia kerja. Dalam lembaga pendidikan Islam, MBKM juga dipahami sebagai sarana penguatan nilai-nilai keislaman seperti amanah, tanggung jawab, akhlak, kepedulian sosial, dan moderasi beragama. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa kurangnya sosialisasi, belum optimalnya konversi SKS, penyesuaian kurikulum, keterbatasan mitra, dan pendampingan dosen yang belum maksimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sosialisasi, kurikulum yang adaptif, perluasan kerja sama mitra, serta peningkatan peran dosen pembimbing agar implementasi MBKM berjalan lebih efektif dan sesuai dengan tujuan pendidikan Islam.
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural dalam Membentuk Sikap Toleransi Siswa Halimah Halimah; Rahma Sita Aulia Fahrida; Ananda Kludia; Ajahari Ajahari
Al-Mau'izhoh: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026 in Press
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/am.v8i1.18084

Abstract

This study aims to analyze the internalization of multicultural educational values in shaping students’ attitudes of tolerance within an Islamic educational setting. This study employs a descriptive qualitative approach using library research methods, involving the review of various relevant literature sources such as books, scientific journals, and academic documents. The results of the study indicate that multicultural values from an Islamic perspective, such as tasamuh (tolerance), tawazun (balance), tawassuth (moderation), ta’awun (mutual aid), and ukhuwah (brotherhood), have a strong connection to Islamic teachings and serve as a foundation for the development of students’ attitudes of tolerance. The process of value internalization is carried out multidimensionally through classroom learning, teacher role modeling, an inclusive school culture, extracurricular activities, and daily life practices. This process unfolds through three stages: value transformation, value transaction, and value transinternalization, in which these values are gradually understood, practiced, and become an integral part of students’ character. Additionally, the success of internalization is influenced by supporting factors such as a conducive school environment and teacher competence, as well as inhibiting factors such as the limited availability of cross-cultural activities. The research findings also indicate that the internalization of multicultural values has a significant impact on fostering students’ tolerant attitudes, such as openness, respect for differences, the ability to collaborate, and empathy. Thus, multicultural education plays a crucial role in fostering social harmony amid diversity. However, this study is limited to a literature review; therefore, further research is recommended to adopt an empirical approach to yield more comprehensive results.
Peran Pendidikan Islam dalam Mengatasi Penyakit Sosial Remaja di Era Digital Nazwa Salsabilla; Adrian Sondak; Ajahari Ajahari
La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 18 No. 1 (2026): La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Bakti Negara Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62490/latahzan.v18i1.2210

Abstract

The development of digital technology has brought significant changes to the social interaction patterns of teenagers, but on the other hand, it has also given rise to various social issues that impact the character and morals of the younger generation. This research aims to analyze the role of Islamic education in addressing the social issues of teenagers in the digital era and to formulate an Islamic education concept relevant to character building. This research uses a qualitative approach with a type of library research. Data were obtained through a study of various literature sources, such as books, scientific journal articles, previous research findings, and academic documents relevant to the research theme. Data analysis was conducted using content analysis techniques to identify concepts, theories, and findings related to Islamic education and social diseases among adolescents. The research results show that the forms of social diseases most experienced by teenagers in the digital era include cyberbullying, gadget addiction, moral decline, deviant behavior, and exposure to negative content. Islamic education plays a strategic role in addressing these issues thru the internalization of moral values, strengthening spirituality, setting examples, habituating positive behavior, and supervision from the family and school environment. This research concludes that integrative, adaptive Islamic education based on spiritual values and digital ethics can serve as a preventive and curative solution in shaping the character of teenagers in the digital era.