Dwi Wulan Indriani
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Inovasi Edukasi Gizi terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Konsumsi Buah Di SD Muhammadiyah 4 Terpadu Samarinda Sri Sunarti; Dwi Wulan Indriani; Kresna Febriyanto; Purwo Setiyo Nugroho; Zainal Arifin; Darmayanti Darmayanti; Reyhana Damara Pradatya; Fitriyani A; Nuralifah Amalia `Ishmah; Hikmal Raihansyah
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v11i2.672

Abstract

Prevalensi individu berusia lima tahun ke atas yang tidak mengonsumsi sayur dan buah di Provinsi Kalimantan Timur mencapai 11,49% setiap hari dalam seminggu. Kota Samarinda berada di posisi keempat dalam hal proporsi penduduk berusia lima tahun ke atas yang tidak mengonsumsi sayur dan buah, sedangkan data tidak mengonsumsi buah dan sayur di Provinsi Kalimantan Timur sebesar 11,59%. Untuk kelompok usia antara 10 hingga 14 tahun, proporsi yang tidak mengonsumsi sayur dan buah adalah 19,21%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas inovasi es krim berbahan dasar buah naga dalam meningkatkan pengetahuan serta sikap terhadap konsumsi gizi seimbang (buah) di kalangan siswa sekolah dasar. Anak usia 5–9 tahun, prevalensi kekurangan konsumsi buah dan sayur bahkan mencapai 97,7%. Penelitian ini menerapkan desain quasi experiment dengan pendekatan kelompok kontrol yang tidak setara. Penelitian dilaksanakan di dua sekolah dasar di Kalimantan Timur selama 14 hari. Sampel terdiri dari 164 siswa kelas 1 yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 82 siswa sebagai kelompok eksperimen dan 82 siswa sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan edukasi gizi melalui pemberian es krim buah naga, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Data dikumpulkan melalui kuesioner pre-test dan post- test mengenai pengetahuan dan sikap konsumsi gizi seimbang. Terdapat peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap konsumsi gizi seimbang pada kelompok eksperimen (p < 0,05), dengan peningkatan skor pengetahuan dari minimal 20 menjadi 80 dan sikap dari minimal 70 menjadi 80. Sebaliknya, kelompok kontrol menunjukkan perubahan yang tidak signifikan. Inovasi es krim buah naga efektif sebagai media edukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap konsumsi buah pada anak sekolah dasar. Es krim buah naga dapat menjadi alternatif strategi edukasi gizi yang menarik dan diterima anak.
CHANGES IN KNOWLEDGE AND ATTITUDES AFTER NUTRITION EDUCATION AND VEGETABLE NUGGETS: A TWO-SCHOOL QUASI-EXPERIMENT Sri Sunarti; Fitriyani A; Dwi Wulan Indriani; Hikmal Raihansyah; Nuralifah Amalia Ishmah; Reyhana Damara Pradatya
Journal of World Future Medicine, Health and Nursing Vol. 4 No. 4 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/health.v4i4.4291

Abstract

Low vegetable intake among Indonesian schoolchildren persists, yet evidence on interventions pairing classroom education with a familiar vegetable-based food remains limited. This study assessed changes in knowledge and attitudes following experiential nutrition education combined with vegetable nugget provision. A quasi-experimental pretest-posttest nonequivalent control-group study included 164 second-grade students selected by simple random sampling within two elementary schools in East Kalimantan, Indonesia (82 per group). For 14 days, the intervention group received nutrition education and vegetable nuggets, while the control group continued usual activities. Baseline knowledge and attitude distributions differed significantly (p < 0.001). Knowledge changed in both groups (p < 0.001), although the control group mainly shifted from poor to moderate. Attitudes changed in the intervention group (p < 0.001) but not the control group (p = 0.276). Improvement was more frequent in the intervention group for knowledge (51.2% vs. 26.8%; exact p = 0.001) and attitudes (92.7% vs. 22.0%; p < 0.001).