Febta Pratama
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERKEBUNAN KOPI DI ONDERAFDELING REJANG, BENGKULU 1891-1941: PERKEMBANGAN, SISTEM PRODUKSI, DAN DAMPAK SOSIAL-EKONOMI Taufik Hidayat; Febta Pratama; Susilo Setyo Utomo
Danadyaksa Historica Vol 6, No 1 (2026): Danadyaksa Historica
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jdh.v6i1.11038

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkembangan perkebunan kolonial di onderafdeling Rejang, Bengkulu, dalam rentang waktu 1891 hingga 1941. Berbeda dari kajian yang selama ini menempatkan buruh sebagai subjek utama, penelitian ini memusatkan analisis pada kondisi perkebunan itu sendiri meliputi sejarah pembukaan lahan, struktur pengelolaan, sistem produksi komoditas ekspor, serta dampak ekonomi terhadap daerah sekitar. Dengan menggunakan metode sejarah berbasis sumber arsip kolonial Belanda, laporan inspektorat buruh, dan laporan pejabat setempat, artikel ini menemukan bahwa perkembangan perkebunan swasta di Rejang ditopang oleh tiga faktor utama: 1) keunggulan geografis dataran tinggi yang subur, 2) kebijakan agraria liberal tahun 1870, dan 3) sistem rekrutmen tenaga kerja berbasis kontrak dari Jawa. Perkebunan berkembang dari satu onderneming pada 1891 menjadi sepuluh perkebunan besar pada 1928 dengan total luas 7.315 bau, menjadikan Rejang sebagai salah satu pusat perkebunan terpenting di wilayah Bengkulu. Sistem produksi kopi robusta yang dominan terbukti merespons dinamika pasar kolonial sekaligus membentuk tatanan sosial-ekonomi baru di wilayah pedalaman Sumatera. Temuan ini memperkuat argumen bahwa ekspansi perkebunan kolonial tidak semata praktik eksploitatif, melainkan juga agen transformasi lanskap, demografi, dan ekonomi daerah.
Between Prestige And Importance: The Reason Why The British East India Company Survived In Bengkulu, 1685-1825 Taufik Hidayat; Febta Pratama
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Pendidikan Vol 13 No 1 (2026): JURNAL SEUNEUBOK LADA (In Progress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsnbl.v13i1.13398

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis alasan mengapa Perusahaan Hindia Timur Inggris (EIC) mempertahankan kekuasaannya di Bengkulu selama periode 1685-1824. Pertanyaan penelitian dalam studi ini adalah: apa faktor utama yang mendorong Inggris untuk tetap berada di Bengkulu? Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan politik-ekonomi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor utama di balik keteguhan EIC di Bengkulubukan hanya karena keuntungan ekonomi dari perdagangan ladantuk mempertahankan hegemoni dan prestise dalam persaingan dengan Belanda di kepulauan Indonesia. Lada di Bengkulu menjadi simbol politik dan perpanjangan tangan EIC di wilayah tersebut. EIC tetap berada di Bengkulu hingga Perjanjian London tahun 1824, yang menandai berakhirnya kekuasaannya di Bengkulu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa dimensi politik dan prestise kolonial dapat menjadi faktor strategis yang sama kuatnya dengan motif ekonomi dalam mempertahankan wilayah kolonial.